[Strategi] Cari Yang Cocok Itu Susah

Ditulis Oleh Bayu Wicak     Selasa, 08 Mei 2012
( Dilihat Sebanyak 1657 Kali )



Dua Jangkar Arema Masih Belum Stabil
Dua Jangkar Arema Masih Belum Stabil

PEMAIN TERKAIT

Wearemania.net - Di pertengahan musim, jargon "In Joko We Trust" menggema, namun seiring dengan kekalahan lima kali Arema atas lawan-lawannya, perlahan nada sumbang mulai ada. Keyakinan Aremania itu kurang lebih sama dengan gaya permainan Arema yang cenderung bisa disebut gung ho direct football. Sebab dari apa yang sudah ditampilkan oleh Joko, WEAREMANIA menebak, Joko dengan komposisinya masih belum yakin materi pemain Arema Indonesia sekarang ini tidak cocok untuk bermain sepakbola ball possesion atau parkir Bus.

Kalau mau memakai strategi ball possesion, saat ini tidak ada pemain di lini tengah Arema yang nyaman menguasai bola lama-lama, memainkan dari kaki kaki untuk memutar bola di tengah lapangan. Selain itu dengan strategi itu passing pemain harus benar dan kondisi lapangan juga harus mulus.

Kalau Arema gunakan strategi parkir bus, apakah ada keyakinan kepada duet centre back saat ini bisa menahan serangan lawan dengan lama. Termasuk menahan dua full-back untuk tidak aktif dalam menyerang. Lalu permasalahan lain adalah siapa pemain yang kebagian sebagai fastbreak untuk melakukan counter attack. Di Arema memang ada sosok pelari cepat semacam Ridhuan namun tidak ada pengumpan cepat semacam Esteban.

Kalau mau bermain efektif, efektif model apa yang bakal dipakai, misalnya apakah Arema bakal menunggu diserang untuk menyimpan tenaga kemudian menyerang di babak kedua. Lalu kalau kebobolan dulu, siap tidak untuk membalas.

Inilah permasalahan kompleks Arema semenjak awal musim. Sah sah saja suporter berujar jika "Gak perlu main bagus, menyerang terus, yang penting kita harus menang". Tetapi karena ada berbagai masalah diatas, maka menurut keyakinan Joko sendiri, WEAREMANIA menebak jika gaya main Arema saat inilah yang paling layak dipakai. Bikin serangan sebanyak-banyaknya supaya kemungkinan gol tetap ada, dengan resiko yang tentu fatal karena serangan balik bisa membunuh Arema. Tetapi, jika itu tidak dilakukan, apakah Arema bakal menunggu diserang terus menerus?.

Proses Gol

Proses gol Persija saat melawan Arema di Solo kemarin prosesnya sangat mirip dengan gol Bepe dua bulan lalu. Bedanya dari sisi serangan yang dilakukan dari sisi kiri. Persamaanya, tidak ada jangkar/pemain tengah yang menjaga pergerakan Bepe ke tangah. Nah di saat itulah serangan dari sisi kiri dilakukan dengan cepat dan sekaligus menggaris bawahi gol kebobolan di gawang Arema yang banyak dilakukan dengan serangan balik dikarenakan tidak ada jangkar yang benar-benar mengcover wilayahnya dengan baik.

Jangkar yang dimaksud disini bukanlah tukang angkut air semacam Hariono. Tetapi cukup satu pemain yang punya disiplin tinggi dan punya positioning yang bagus plus tidak gampang kepancing naik untuk membantu serangan dalam kondisi apapun, karena tugas dia adalah menjaga pertahanan di depan empat bek. Selain itu tugas jangkar juga perlu untuk membuat lini tengah rapat dan memaksa lawan melakukan serangan dari sayap.

Secara singkat, proses gol Arema bisa dijelaskan sebagai berikut.

  1. Bepe turun untuk menjemput bola dan berjaga-jaga dia dapatkan bola untuk melakukan serangan balik.
  2. Karena tidak ada pemain jangkar (FAS dan Hendro) terlalu maju, Khusnul Yuli melakukan pressing kepada Bepe, akhirnya gagal dan Bepe berhasil memberikan umpan kepada Pedro.
  3. Pedro yang mengambil posisi awal dengan melebar berhasil mendapatkan ruang kosong karena Yuli tidak ada di tempat. Dan hal ini memaksa Munhar meninggalkan posnya buat menutup pergerakan dari Pedro, karena hanya tinggal berhadapan dengan satu bek saja, dengan mudah Pedro memperdayai dan melakukan shooting.

Selain masalah jangkar, masalah kompleks juga terletak di ketidak kompakan Herman Dzumafo yang terlalu lama membawa bola. Dia seakan tidak terlalu percaya pada rekan-rekannya. Namun entahlah dia diberi tugas menahan bola atau emang sifatnya berlama-lama.

Yang jelas, Gethuk harus segera cepat menemukan formula plus keberuntungan untuk menjalankan 12 laga sisa Arema musim ini. (Bayu/Weare)















Kecenk terus menunjukkan permainan agresif, di ujicoba ketiga Arema, dia sukses mencetak gol. Hal ini membuat sang pemain membuat empat gol dari tiga laga ujicoba Arema (Foto: Abi Yazid)