Cerita Tour Ke Solo Bag 1 - Kaca Mobil Pecah

Ditulis Oleh WeAremania     Rabu, 09 Mei 2012
( Dilihat Sebanyak 2455 Kali )



Rombongan Aremania Sudah Menabuh Genderang Di Solo. (Foto: Abi Yazid)
Rombongan Aremania Sudah Menabuh Genderang Di Solo. (Foto: Abi Yazid)

Wearemania.net - Meski sudah tanpa atribut dan sudah berbaur dengan penonton umum, namun kenyataanya warga kediri yang notabenenya suporter Persik Kediri sangat sakti sehingga mereka bisa melempari kereta api perjalanan Aremania ke Solo.

Itulah gambaran awal suporter Aremania yang naik kereta api menuju solo dalam tour menghadapi Persija Jakarta. Imbasnya bisa ditebak, puluhan penumpang umum yang tidak tahu menahu urusan bola banyak yang menjadi korban. Bahkan tidak sedikit yang kena serpihan kaca yang mengenai bagian tubuh dari penumpang umum.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Aremania memenuhi janjinya tret tet tet ke Solo untuk mendukung tim kesayangannya Arema Indonesia ISL di Solo, kemarin. Aksi ngluruk ini adalah kali pertama Aremania datang mendampingi Seme Patrick dalam jumlah besar di putaran kedua Indonesia Super Liga. Berikut catatan dibalik perjalanan Aremania saat membirukan Stadion Manahan Solo, Minggu (6/5) sore kemarin.

Stadion Manahan Solo berubah menjadi ramai dan semarak sejak kedatangan Aremania. Komunitas supporter fanatik Singo Edan ini sudah mulai sudah terlihat di kota Solo, sejak H-2 laga. Namun rombongan besar datang pada Minggu pagi, tepat sebelum sorenya laga lawan Persija Jakarta ISL tergelar. Baik mereka yang berasal dari Malang Raya, dan beberapa kota lainnya, diantaranya Jakarta, Cilegon Jogjakarta dan Bali.

Pada lawatan kali ini, Aremania berusaha mengemas agenda keberangkatannya serapi mungkin. Terutama mereka yang berangkat secara terkoordinir dengan menggunakan bus dari hasil pendaftaran Aremania tur Solo 2012 dengan titik keberangkatan di Stasiun Kotabaru dan Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Sabtu (5/5) malam. Sebab, mereka jauh-jauh hari mendengar keberangkatannya ke Solo bakal dihadang oknum supporter kota lain.

So, Aremania memutuskan rombongan dari Malang ladub lewat jalur utara melintasi Pandaan, Japanan, Mojokerto, Kediri, Nganjuk, Caruban, Ngawi, Sragen dan Solo. Dari awalnya, mereka ingin melintasi jalur Kepanjen, Blitar dan kemudian masuk wilayah kabupaten Kediri sebelum akhirnya masuk wilayah Nganjuk hingga Solo. Intinya, mereka sama-sama ingin menghindari jalur kota Kediri yang kabarnya hadangan itu terjadi di kota tahu itu.

"Kita pilih jalur utara lewat Japanan dan Mojokerto hanya untuk memaksimalkan pengamanan keberangkatan rombongan saja. Selain itu, setiap keberangkatan satu per satu dari 10 bus sengaja ada selang waktu 10 menit. Dengan harapan juga tidak terjadi penumpukan selama perjalanan," terang Iin Dinoyo, Ketua Aremania tur Solo 2012, kemarin.

Buah cara itu, rombongan bus atau kloter terakhir baru tinggalkan kota Malang pada pukul 00.15 WIB, Minggu (6/5) dini hari. Dan bus yang berangkat terakhir itu adalah bus bernomor 5 yang sebelumnya juga lebih dahulu mengambil awak rombongan Aremania dari Stadion Kanjuruhan. Di dalam bus ini, terdapat Iin dan anggota panitia tur yang sengaja baru tinggalkan Malang bersama bus kloter terakhir keberangkatan. Dengan harapan, dari peserta tur yang sudah tertib membayar tidak ada yang sampai keleleran, atau ketinggalan bus.

Secara umum, rombongan perjalanan ke Solo berlangsung aman. 10 bus yang ditumpangi Aremania sempat parkir bersama-sama di daerah Sragen, untuk istirahat bersama. Selain itu, mereka juga sedang ngepasno waktu dengan kedatangannya ke komplek Stadion Manahan dengan berakhirnya kegiatan pasar minggu pagi Manahan. Rombongan sampai di Manahan secara bergelombang sejak pukul 08.00 WIB dengan selamat, tanpa terkena serangan oknum supporter lain.

"Seluruh rombongan yang naik bus, seluruhnya terkendali dan aman sampai di Manahan. Dan, semuanya siap mendukung Arema bertanding," ucap Amin Tato, salah satu Aremania.

Hanya saja, kondisi aman yang dialami peserta rombongan bus tidak dialami oleh mereka yang berangkat secara pribadi. Terdapat, dua kendaraan roda empat jenis Toyota Avanza yang ditumpangi Aremania mendapat serangan orang yang tak dikenal saat melintasi wilayah kota Kediri. Tidak ada korban jiwa dalam tragedi itu melainkan kaca depan dua kendaraan tersebut pecah. Dalam tur ini, jumlah Aremania yang menggunakan kendaraan pribadi juga cukup banyak.

"Kaca depan dua mobil ini seluruhnya pecah. Mereka ini kena hadang orang tak dikenal saat melintas di wilayah kota Kediri. Dua mobil ini memang tidak ikut dalam rute rombongan bus, mereka berangkat sendiri. Kejadian ini sempat ditangani oleh pihak polresta Surakarta," terang Ahmad Gozali, Humas Aremania tur Solo. (Wea/MP)


Gunakan tombol ← → di keyboard Anda untuk berita lainnya














Auman Samsul terus berlaku di babak delapan besar, saat melawan Persipura, dia mampu lesakkan dua gol untuk bawa Arema menang 3-0. Terus mengaum Samsul!

 


Login