Antara Pinalti, Manusiawi, Dan Semangat Bangkit

Ditulis Oleh Abi Yazid     Minggu, 17 Juni 2012
( Dilihat Sebanyak 2306 Kali )



Gol Pinalti Gumbs Hentikan Arema (Foto: Antara)
Gol Pinalti Gumbs Hentikan Arema (Foto: Antara)

Wearemania.net - 90 menit, dipastikan puluhan ribu pasang mata Aremania menonton aksi heroisme Arema melawan sang calon juara. Hasilnya Arema dengan perjuangan maksimal berhasil membuat repot pertahanan Sriwijaya FC. Tetapi keunggulan teknik permainan lawan plus pinalti membuat Arema tetap kalah dengan skor 2-1.

Pertandingan memang berjalan dengan seru. Formasi awal kedua pelatih adalah sama-sama memperkuat lini tengah dengan pola 4-2-3-1. Tetapi yang menjadi perbedaan adalah di SFC formasi itu dengan cepat berubah menjadi 4-3-3. Sedang di Arema berubah menjadi 6-3-1. Sebuah perubahan yang menggambarkan pertahanan Arema mendapatkan teror selama 90 menit terutama di babak kedua. Namun pertahanan Arema yang kuat harus bobol juga lewat tendangan pinalti melalui Gumbs di menit ke 66.

Suharno sendiri enggan mengomentari terjadinya pinalti, "Saya tak mau mengomentari soal penalti.Sebab yang paling penting bagi saya adalah pertandingan dapat berjalan lancar dulu," kata Suharno usai pertandingan.

Kejadian ini seperti De Ja Vu Arema saat melawat ke Jayapuran 18 April lalu saat Arema bentrok dengan peringkat kedua Persipura. Ketika itu, dua gol Alberto Goncalves melalui sepakan pinalti berhasil menghentikan perjuangan Arema usai unggul lebih dulu di menit 6 melalui NKong.

Inilah Sepakbola

Memang secara kasat mata melalui layar kaca yang diputar tayangan ulang berulang-ulang. Gumbs terlihat melakukan diving. Namun wasit Oki Dwi Hadi tidak menganggap itu sebagai sebuah diving karena Munhar yang menjadi lawan head to head Gumbs mendapatkan kartu kuning.

"Saya berebut bola, tiba-tiba Gumbs menjatuhkan diri. Saya kecewa terhadap pinalti itu," kata Munhar kepada WEAREMANIA.

Bahkan ketika melakukan tendangan pinalti pun aksi Gumbs yang berlari dan berhenti tidak boleh dilakukan. Dan pinalti harus diulang. Tetapi lagi-lagi Oki tetap keukeuh pada keputusannya dan tetap mengesahkan gol dari Gumbs. Bahkan kabar tak sedap juga hadir karena Oki dinggap memberikan hadiah ulang tahun kota Palembang ke 1329 pada 17 Juni 2012.

Well, semua pihak pasti kecewa dengan itu. Namun lagi-lagi inilah sepakbola, yang kadangkala keputusannya dilandasi rasa kemanuasiaan. Arema kudu tetap tegar menyambut laga selanjutnya.

Simak kata Suharno. "Pertandingan selanjutnya melawan Persiba, itulah konsentrasi kita. Lupakan kekalahan ini karena kita harus tetap tampil bagus di pertandingan selanjutnya melawan Persiba."

Pijakan Suharno jelas, karena melawan SFC, secara hitungan matematis mungkin sudah diramalkan untuk sulit dimenangkan. Namun karena masih ada 3 laga sisa yang sangat mungkin bisa dimenangkan, konsentrasi harus tetap diubah. Karena itu, segera bangkit Arema. (Abi/Wea)


Gunakan tombol ← → di keyboard Anda untuk berita lainnya














Kecenk terus menunjukkan permainan agresif, di ujicoba ketiga Arema, dia sukses mencetak gol. Hal ini membuat sang pemain membuat empat gol dari tiga laga ujicoba Arema (Foto: Abi Yazid)