Player Review 2: Ahmad Kurniawan

Ditulis Oleh Abi Yazid     Minggu, 15 Juli 2012
( Dilihat Sebanyak 1460 Kali )





PEMAIN TERKAIT

Wearemania.net - Selama menunggu musim baru, redaksi WEAREMANIA bakal mereview pemain Arema musim ini, satu persatu pemain akan kami review. Tentu saja hasilnya sangat subjektif dari pandangan kami. Namun anda sebagai pembaca punya hak untuk ikut memberikan review di kolom komentar. Dan ini adalah review kedua yaitu Ahmad Kurniawan.

Sosok Ahmad Kurniawan sebenarnya bukan hal baru di tubuh Arema. Kiper yang sempat topcer bersama Persita Tangerang ini pernah membawa Arema menjadi jawara Copa Indonesia pada tahun 2006. Dia juga sempat malang melintang di pelbagai klub di Indonesia sebelum akhirnya kembali ke Arema Indonesia.

Ahmad Kurniawan musim lalu sudah ada di Arema, dia sempat latihan sebentar di Arema IPL sebelum akhirnya didapuk menggantikan Dian Agus Prasetyo yang mengalami cedera parah. Karena posisi dia sebagai kiper, maka tidak perlu bagi Ahmad Kurniawan untuk menunggu paruh musim. Melawan PSPS 16 Februari debut itu dilakukan.

AK yang punya kemampuan membaca bola dengan baik menjadi punggawa Arema di bawah mistar yang handal. Selama bergabung dengan Arema musim ini, AK total mengemas 758 menit dengan 9 kali sebagai starter dan 1 kali diganti karena cedera. Sosoknya juga pernah mendapatkan kartu kuning saat Arema bentrok dengan Deltras pada 12 Juni 2012.

Momen Terbaik

Arema dikenal sulit menang di kandang sendiri pada putaran I lalu. Permainan tim yang ditangani bergantian antara Wolfgang Pikal dan Joko Susilo ini tidak kunjung membaik terutama di sektor kiper. Masuknya AK menjadi kekuatan yang sangat tangguh di lini belakang. Dan debutnya saat melawan PSPS menjadi permainan dan momen terbaik bagi AK dan Arema.

Arema yang secara sejarah punya kemampuan untuk membungkam PSPS di kandang tampil ciamik. Meski beberapa kali N Zekou dan Dzumafo memberikan tekanan hebat. Namun baiknya kemampuan AK membuat 4 peluang emas berhasil digagalkan. Kemampuan itu pula yang membuat duet ketika itu Seme dan Munhar terlihat nyaman bermain.

Momen Terburuk

Arema membutuhkan poin krusial saat menjamu Deltras pada 12 Juni. Poin itu sempat sudah ada digenggaman ketika Ridhuan mampu mencetak gol di menit 60 untuk membawa Arema menang dengan skor 2-0. Namun petaka hampir saja terjadi ketika satu serangan yang dilakukan oleh pemain Deltra melalui kerjasama Muhammadan dan Budi membuat AK melakukan pelanggaran dengan sangat keras.

Beruntung wasit tidak memberikan kartu merah kepada pria kelahiran Jakarta itu. Dia hanya diberi kartu kuning dan Deltras mendapatkan tendangan pinalti oleh wasit Hamsir.

AK sendiri yang tidak terima dengan keputusan wasit bersikap reaktif dengan menyerang wasit. Akibatnya hidung wasit terkena pukulan dan langsung mimisan. Pertandingan dihentikan sejenak untuk memberikan perawatan kepada wasit.

Gol ke gawang Arema pun terjadi melalui kaki Budi Sudarsono lewat tendangan pinalti. Dan membuat asa Arema sempat kendur di sisa babak karena Deltras semakin gencar melakukan serangan-serangan berbahaya. Beruntung di satu menit akan berakhir. Khusnul Yuli berhasil melakukan tembakan jarak jauh dan masuk ke gawang Deltras.

Usai pertandingan. Nasib AK belum berakhir, karena masih ada putusan komdis yang ditunggu dengan harap-harap cemas. Dia akhirnya mendapatkan sanksi empat pertandingan tidak boleh memperkuat gawang Arema. Yang artinya dia tidak bisa perkuat Arema sampai akhir musim.

Kesimpulan

Masuknya AK menjadi kekuatan Arema di lini belakang. Kiper yang gantikan Dian Agus ini sering hadir di momen-momen krusial Arema dalam meraih poin. Karena itu redaksi WEAREMANIA memberikan poin 7 dari 10 untuk aksi dia selama membela Arema musim ini. (Abi/Wea)















Perlu skill khusus untuk mengontrol bola sembari melompat ala Bustomi ini (Foto: Abi Yazid)