Wearemania.net - Selama menunggu musim baru, redaksi WEAREMANIA bakal mereview pemain Arema musim ini, satu persatu pemain akan kami review. Tentu saja hasilnya sangat subjektif dari pandangan kami. Namun anda sebagai pembaca punya hak untuk ikut memberikan review di kolom komentar. Dan ini adalah review ke 13 yaitu Sutikno.
Sutikno didatangkan ke Arema untuk mengatasi lubang yang dibuat oleh full-back Arema selama putaran kedua terutama dari sisi kiri. Kemampuannya membuat manajemen yakin Sutikno didapuk untuk menggantikan pemain di posisi fullback.
Tidak hanya piaway di sisi kiri, mantan gelandang Persiba ini juga bisa bermain di sisi kanan. "Saya tentu sangat bangga, siapa pemain yang tidak mau bergabung dengan tim sebesar Arema. Dan saya akan berusaha membuat Arema lolos dari papan bawah," kata Sutiko ketika pertama kali bergabung dengan Arema.

Namun apes bagi Tikno panggilan akrab Sutikno, karena di posisi kiri semenjak kedatangan Alfarisi sulit digeser mengingat pemain asli Malang itu sangat konsisten bermain dan menjadi pilihan pertama Suharno atau Joko Susilo. Tetapi jika di sisi kanan, Sutikno justru kalah bersaing dengan bek kawakan Khusnul Yuli.
Akibatnya 17 kali pertandingan dia hanya bermain 6 kali sisanya berada di bangku cadangan. Selama 6 kali pun juga tidak semua bermain 90 menit karena durasi yang dibuat Sutikno hanya 325 menit di Arema.
Momen Terbaik
Sulit memilihkan momen terbaik bagi Sutikno mengingat sedikit sekali dia bermain untuk Arema. Namun momen terbaik di Arema mungkin saja saat Arema berjumpa dengan Gresik United ketika bentrok pada 30 Juni 2012. Tidak bisa dikatakan bagus secara penampilan karena 4 kali pemain Gresik United lolos dan memberikan umpan berbahaya ke depan gawang.

Namun dikatakan momen bahagia karena ini adalah penampilan Sutikno selama 90 menit pertama di kandang sendiri. Sebelumnya Tikno memang pernah bermain selama 90 menit namun itu dilakukan di luar kandang dan kalah semua.
Momen Terburuk
Sutikno belum punya momen terburuknya dalam pertandingan. Dia memang selalu bermain bagus, tetapi karena masih kalah bagus melawan Khusnul Yuli ataupun Alfarisi, dia selalu menepi di pinggir lapangan. Sehingga momen terburuknya Sutikno adalah 11 kali dia berada di bangku cadangan Arema dan tidak merasakan atmosfer pertandingan.

Kesimpulan
Sutikno masih kudu membuktikan dirinya layak bermain di Arema dengan memenangkan persaingan di full-back. Redaksi memberikan nilai 5,5 dari 10. Bukan karena dia jelek bermain, namun dia memang kalah bersaing dengan pemain di posisi sama.


