Player Review 16: Muhammad Ridhuan

Ditulis Oleh Abi Yazid     Rabu, 01 Agustus 2012
( Dilihat Sebanyak 1869 Kali )



Muhammad Ridhuan
Muhammad Ridhuan

Wearemania.net - Selama menunggu musim baru, redaksi WEAREMANIA bakal mereview pemain Arema musim ini, satu persatu pemain akan kami review. Tentu saja hasilnya sangat subjektif dari pandangan kami. Namun anda sebagai pembaca punya hak untuk ikut memberikan review di kolom komentar. Dan ini adalah review ke 16 yaitu Muhammad Ridhuan.

Alasan Ridhuan datang ke Arema sama dengan 4 rekannya dari Arema IPL, merasa tidak nyaman dengan perlakukan manajemen Arema IPL. Karena itu kedatangan dia ke Kanjuruhan ketika Arema melawan Sriwijaya dianggap tanda-tanda sebagai kehadiran dia untuk membela Arema.

Dan benar saja, Ridhuan adalah pemain terakhir atau pemain kelima yang melengkapi puzzle 4 pemain Arema IPL yang sudah hengkang ke Kanjuruhan.

Selama setengah musim bermain di Arema, Ridhuan mencetak 4 gol dan membawa Arema dari peringkat 18 menjadi peringkat 12 di akhir musim. Catatan menit waktunya juga bagus karena dia bermain sebanyak 1177 menit dengan 15 kali starter, 1 kali menjadi penggati, dan 1 kali absen karena akumulasi.

Kecepatan Ridhuan juga mampu menyingkirkan Arif Ariyanto di posisi sayap kanan yang selama putaran pertama. Gaya main dia yang bagus dengan suka menerobos ke kotak pinalti hingga kemampuan crossing membuat Suharno dan Joko Susilo tetap memberikan prioritas kepada dia dalam bermain dibandingkan pemain lain di posisi yang sama.

Momen Terbaik

Seluruh gol yang dibuat musim ini oleh Ridhuan di lakukan di kandang sendiri. Salah satu momen spesial Ridhuan adalah gol yang dibuat ke gawang Mitra Kukar pada 17 Mei 2012. Ketika itu satu buah golnya membuat Arema unggul 2-1 usai ketinggalan melalui gol Bahoken di menit ke 5.

Terasa spesial karena di pertandingan ini, pemain sayap Singapura itu dimainkan selama 90 menit. Hal ini berbeda dengan gol Ridhuan di pertandingan lain karena meski mencetak gol (melawan Deltras, Pelita, dan Persiba), namun Ridhuan tidak dimainkan selama 90 menit.

Cukup?. Belum, karena di babak kedua, aksi Ridhuan dengan mantan pemain Arema Bustomi dan Arif Suyono menjadi sajian paling menarik. Arif yang berseteru dengan Ridhuan mencoba dibela Bustomi dan Ridhuan dibela Ibo. Aksi itu berhenti ketika para rekan-rekannya melerai.

Usai pertandingan, Arif dan Ridhuan justru terlihat akrab dan saling mengobrol dan melupakan kejadian panas di lapangan.

Momen Terburuk

Berniat melakukan aksi protes terhadap gaji yang belum cair. Ridhuan melakban tulisan Ijen Nirwana di dadanya. Aksi itu kontan mengundang pertanyaan dari Aremania karena tidak semua Aremania tahu apa maksutnya sebelum akhirnya dia buka suara di akhir pertandingan.

Bukan aksinya yang bikin masalah. Namun selama 45 menit dimainkan oleh Suharno, Ridhuan terlihat bermain buruk, dia kerap kalah cepat dengan pemain sayap lain. Meski kalah lari, dia mampu memberikan 5 umpan crossing meski semuanya gagal.

Alhasil dia harus digantikan di babak kedua oleh Arif Ariyanto di babak kedua.

Kesimpulan

Penampilan Ridhuan masih sama seperti tahun lalu. Mengandalkan kecepatan lari dan dribel untuk melewati lawan. Satu hal yang menjadi kelemahan musim ini adalah stamina dia tidak sebaik tahun lalu karena dia kerap diganti di babak kedua. Meski demikian 1177 menit selama putaran kedua ini membuktikan dia adalah pemain yang bagus dan tak tergantikan di posisinya. Redaksi WEAREMANIA memberikan nilai 7,5 untuk penampilan Ridhuan musim ini.















Auman Samsul terus berlaku di babak delapan besar, saat melawan Persipura, dia mampu lesakkan dua gol untuk bawa Arema menang 3-0. Terus mengaum Samsul!

 


Login