Player Review 23: Sunarto

Ditulis Oleh Afdholud Dzikry     Kamis, 16 Agustus 2012
( Dilihat Sebanyak 1152 Kali )





Wearemania.net - Selama menunggu musim baru, redaksi WEAREMANIA bakal mereview pemain Arema musim ini, satu persatu pemain akan kami review. Tentu saja hasilnya sangat subjektif dari pandangan kami. Namun anda sebagai pembaca punya hak untuk ikut memberikan review di kolom komentar. Dan ini adalah review ke 23, yaitu Sunarto.

Menjadi salah satu generasi emas akademi Arema, nama Sunarto mulai dikenal saat musim kompetisi 2009-2010. Bersama empat rekannya saat itu, Alfarizi, Dendi Santoso, Fariz Bagus Dhinata dan Firmansyah Aprilianto berhasil mencuri perhatian Robert Rene Alberts dan memulai debut di musim tersebut.

Musim ini, Sunarto sempat memperkuat Arema IPL selama 5 bulan sebelum kembali ke Arema ISL pada putaran kedua. Tampil sebanyak 15 kali dan 8 di antaranya menjadi starting line up. Sunarto mampu menceetak 2 gol untuk Singo Edan.

Momen Terbaik

Mesti tak selalu menjadi pilihan utama di lini depan, Sunarto selalu memberikan penampilan khas arek Malang setiap ipercaya mengisi satu posisi lini depan. Ngotot dan pantang menyerah menjadi ciri khas pemain kelahiran 18 Mei 1990 ini.

Redaksi WEAREMANIA mencatat, ada dua momen terbaik bagi pemain berumur 22 tahun ini. Dua momen tersebut menjadi momen saat Arema berhasil mencuri poin di kandang lawan.

Yang pertama adalah saat menjadi pahlawan dengan golnya ke gawan PSAP Sigli. Sementara yang kedua adalah saat melawan PSMS Medan pada pertandingan berikutnya yang juga berakhir untuk raihan satu poin.

Momen Terburuk

Baru masuk, terkena kartu kuning dua kali. Dia lagi stres kah?. Jangan bingung nawak jika kalian menebak pertandingan itu, karena mungkin saja tidak menonton, pertandingan itu tidak terjadi di ISL melainkan saat Arema IPL kalah 0-1 saat bermain melawan Persiba Bantul di Gajayana. Yang membuatnya 3 minggu kemudian hijrah ke Arema Indonesia.

Sedang momen terburuk bagi dia saat melawan Arema terjadi ketika dia tidak bisa mencetak gol di Kanjuruhan. "Saya sendiri masih belum tahu kenapa saya belum mencetak gol. Mungkin Allah masih belum mengijinkan saya selebrasi di hadapan Aremania ya mas," kata dia polos.

Di kandang sendiri, lelaki asal Pakis Malang ini 'hanya' melakukan dua assist bagi rekannya. "Sunarto pemain yang bagus, mencetak gol bukan tugas utama dia karena dia saya tugasnya untuk sering bermain melebar dan bergerak membuka ruang. Dan baru jika ada kesempatan melakukan eksekusi. Tugas mencetak gol saya bebankan kepada pemain lain yang lebih kawakan dan pengalaman," tutur Suharno membelanya.

Kesimpulan

Salah satu generasi emas Arema 2007. Musim ini tidak sebaik musim lalu, bukan karena mainnya, tetapi faktor psikologis yang menganggunya, namun dia selalu edan jika dimainkan oleh Arema Indonesia, masih berusia 22 tahun tentu punya kesempatan bermain lebih banyak untuk mengembangkan diri. Buah karya musim ini, WEAREMANIA memberikan poin 7.















Penampakan baru match steward, Kadit Flare, Kadit Rasis, Kadit Anarkis (Foto: Hans Budi)

 


Login