Player Review 22: Agung Suprayogi

Ditulis Oleh Abi Yazid     Rabu, 15 Agustus 2012
( Dilihat Sebanyak 789 Kali )





Wearemania.net - Selama menunggu musim baru, redaksi WEAREMANIA bakal mereview pemain Arema musim ini, satu persatu pemain akan kami review. Tentu saja hasilnya sangat subjektif dari pandangan kami. Namun anda sebagai pembaca punya hak untuk ikut memberikan review di kolom komentar. Dan ini adalah review ke 22, yaitu Agung Suprayogi.

Masih terbata-bata, dia mengenalkan diri bernamaAgung Suprayogi terbilang beruntung karena dia lolos dari pencoretan yang dilakukan oleh Arema di putaran kedua. Namun keberuntungan itu tidak mampir kepadanya di putaran kedua karena dia justru banyak menghuni bangku cadangan. Dia menjadi pilihan kesekian setelah Dzumafo, Sunarto, dan Dicky Firasat.

Mulanya, Agung adalah pemain bagus milik Persisam. Namun pria kelahiran 4 Desember 1980 ini tidak juga menemukan permainannya kembali saat seperti di Persisam. Di tengarai, cedera patah jari kiri, di masa lampau saat Persisam melawan Persib di Bandung, Agung ditekal oleh Maman Abdurrahman membuat dia sedikit trauma. Meski ketika kedatangannya di Arema dia menolak dan menganggap sudah sembuh. "Cedera itu sudah lama, dan Aku sekarang sembuh, siap untuk membela Singo Edan,"

Namun pada kenyataannya dia belum juga menemukan performa terbaik sehingga tidak banyak mendapat kesempatan main oleh sang pelatih. Dia mencatat total menit bermain sebanyak 361 menit dengan satu buah gol. Agung sendiri di Arema belum pernah bermain selama 90 menit full.

Momen Terbaik

Satu buah kemelut di mulut gawang berbuah peluang bagus bagi dia, dengan mudah Agung berhasil menceploskan bola. Ketika itu, Arema harus berjuang menghadapi tuan rumah Pelita Jaya dan sudah ketinggalan dua buah gol dan harus menerima kenyataan tetap kalah melawan tuan ruma.

Gol itu sendiri pada suatu waktu sebenarnya pernah diprotes kawannya yang bernama Rodrigo Santoni pernah protes dan diungkapkan kepada kami, "Kata siapa saya belum mencetak gol, saya mencetak gol melawan Pelita Jaya, namun disana sebelum bola itu masuk dibelokkan oleh Agung. Tanpa ada dia bola sebenarnya sudah masuk," kata Santoni sebelum dicoret Arema.

Well, terlepas itu gol siapa, namun saat melawan Pelita, Performa Agung menggila dan bagus sekali meski dia hanya dimainkan selama 10 menit.

Momen Terburuk

Ketika Arema diperkuat oleh Agung, Arema belum pernah menang melawan siapapun. Itulah fakta yang harus dia terima karena dalam 10 kali pertandingan yang dia mainkan. Arema hanya satu kali menang melawan PSPS. Total hasilnya adalah satu kali menang, empat seri, dan lima kali kalah.

Semua itu bukan salah Agung karena permainan sepakbola adalah 11 melawan 11. Tetapi jika dibuatkan tugas dan fungsi, gagalnya dia menciptakan gol dengan sejumlah peluang emas yang di dapat adalah sebuah hal yang harus segera diperbaiki oleh Agung secara cepat.

Momen terburuk Agung menurut redaksi adalah tidak bisa memanfaatkan kepercayaan yang diberikan pelatih kepadanya untuk mencetak gol. Padahal sejumlah peluang emas kerap dia dapat seperti saat Arema melawan PSPS. 3 peluang emas disia-siakan oleh Agung.

Kesimpulan.

Sulit bagi Agung untuk bertahan di Arema Indonesia musim depan jika target manajemen adalah juara dan papan atas. Performa dia yang tidak kunjung membaik adalah rapor yang harus dia terima. Meski tentu saja permainan seseorang bisa berubah cepat jika dia mendapat kesempatan lebih banyak, namun dengan usia yang hampir 32 tahun, Agung harus menerima fakta ini. Tak lupa, jika dia dipanggil lagi untuk seleksi, maka dia harus memanfaatkan kegiatan itu untuk membuktikan diri sekali lagi kepada pelatih jika dia ingin benar-benar dikontrak Arema lagi musim depan.

Musim ini bukan musim yang baik karena WEAREMANIA memberikan nilai 6 bagi dia.















Beto Goncalves tak bisa ikut ke Bandung saat Arema menantang Persib (13/04) karena diare. Dia bahkan sempat memamerkan perutnya kepada Victor Igbonefo di sesi latihan terakhir.