Betapa Susahnya Mewawancarai Seorang Juan Pablo Pino

Reporter : Agung Prima
Juan Pablo Pino didampingi Esteban Vizcarra dalam sesi wawancara perdana (C) AKAIBARA

Wearemania.net - Awak media cukup kesulitan mewawancarai sosok Juan Pablo Pino Puello, marquee player Arema FC asal Kolombia yang baru didatangkan pekan ini. Bukan perkara orangnya sombong atau sok bintang, melainkan kendala bahasa.

Dalam sesi jumpa pers saat eks pemain AS Monaco dan Galatasaray itu diperkenalkan di kantor klub Jalan Kertanegara 7 Kota Malang, Senin (17/4/2017) sore, dia pun tak banyak mengeluarkan kata-kata. Justru agennya yang lebih sering menjawab pertanyaan awak media.

Sehari sebelumnya, saat menonton laga Liga 1 lainnya di Stadion Gajayana Malang antara Persiba Balikpapan vs Persija Jakarta bersama pelatih Aji Santoso dan asisten pelatih Joko Susilo, Pino pun menolak dengan halus awak media yang ingin mewawancarainya. Pemain yang pernah membawa Olympiacos juara Liga Yunani 2012-2013 itu hanya berucap "No English" dengan maksud mengatakan dia tidak bisa berbahasa Inggris.

Dari situ disimpulkan bahwa si Pino ini hanya bisa diwawancarai dengan bahasa Latin (Spanyol atau Portugis). Hal tersebut mengingatkan penulis pada kesulitan saat akan mewawancarai gelandang Arema musim 2015, Sengbah Kennedy, yang hanya bisa berbahasa Prancis, sehingga butuh bantuan sahabatnya Abblode Yao Rudy.

Terinspirasi dari hal di atas, pada sesi latihan perdana Pino bersama Arema di Stadion Kanjuruhan Malang, Selasa (18/4/2017) sore, awak media berencana meminta bantuan Arthur Cunha (Brasil) atau Esteban Vizcarra (Argentina) yang sesama pemain Latin.

Usai sesi latihan, setelah selesai mewawancarai pelatih Aji Santoso, awak media langsung 'menghadang' Este, Arthur, dan tentu saja Pino, mumpung ketiganya terhalang oleh puluhan Aremania yang antri berfoto bareng dengan mereka. Sayang, baik Este maupun Arthur saling 'lempar amanah' sebagai penerjemah Pino. Mereka bertiga pun berlalu ke ruang ganti, tanpa bisa diwawancarai.

Tak kehabisan akal, awak media pun kembali berkerumun di depan ruang ganti, bersama Aremania yang masih bernafsu meminta foto. Sekitar 10 menit kemudian, muncullah Arthur dan Este secara berurutan. Sambil masih melayani sesi foto bersama Aremania, Arthur kembali menolak secara halus.

"Sama Este saja, saya beda bahasa dengan Pino, dia Kolombia pakai bahasa Spanyol, sedangkan saya Brasil pakai bahasa Portugis," ujarnya sambil berlalu ke mobil bersama Jad Noureddine.

Este kembali melakukan penolakan secara halus untuk kedua kalinya, dan langsung ngeloyor ke mobil putihnya. Rupanya, Este sedang menunggu Pino yang nebeng pulang ke Hotel Ijen Suites tempat mereka tinggal. Kesempatan ini dimanfaatkan awak media untuk melobinya kembali. Akhirnya, dengan ikhlas Este mencoba membujuk Pino untuk mau melayani awak media, sekaligus menjadi penterjemahnya.

"Saya senang dengan suasana klub di sini, teman-teman baik pada saya, saya berharap bisa berkontribusi di tim ini, untuk para pendukung juga," ujar Pino.

Usai sesi wawancara, Este sempat nyeletuk terkait 'ulah' Arthur sahabatnya. Pemilik jersey nomor 11 itu menegaskan bahwa sebenarnya Arthur pun paham dan mengerti bahasa yang sama yang dipakai oleh Pino.

"Meskipun dia orang Brasil, tapi dia juga bisa berbahasa Spanyol seperti saya," tutup Este yang langsung disambut 'kegeraman' awak media gara-gara sudah dikerjai oleh Arthur. Hahaha..

 

Ikuti WEAREMANIA di LINE dan gabunglah bersama kami di BBM untuk mengikuti update tim Arema Indonesia paling lengkap dan cepat!

Komentar Aremania

Jadwal Pertandingan

3 - 2
Liga 1 - Stadion Segiri Samarinda (18.30 WIB)
Hasil Selengkapnya

Jadwal Pertandingan

5 - 3
Liga 1 - Stadion Kanjuruhan Malang (18.30 WIB)
Hasil Selengkapnya