Wearemania.net - Pertandingan lanjutan Arema Indonesia untuk kompetisi Indonesia Premier League masih belum jelas tim Arema yang mana yang akan bermain dan akan bermain dimana nantinya. Ini setelah ada pernyataan dari walikota Malang, Peni Suparto, bahwa stadion Gajayana tidak akan bisa dipakai apabila konflik dualisme tim Arema belum juga usai.
Pelarangan stadion ini pun memantik reaksi dari Aremania. Puluhan suporter fanatik Arema Indonesia versi Indonesia Premier League (IPL) yang tergabung di dalam Aremania mengadu ke DPRD Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (22/2/2012).
Rombongan Aremania ini diterima anggota Komisi D di ruang Aula DPRD Kota Malang. Dalam pengaduan tersebut, Aremania meminta agar Walikota Malang Peni Suparto tidak ikut campur dalam persoalan Arema IPL. "Walaupun mengatasnamakan pribadi, bukan sebagai Walikota Malang, yang dipahami publik tetap atas nama Walikota Malang. Tak ada tawar menawar, kami mendesak agar Pak Peni jangan ikut campur persoalan Arema," tegas Dwi Santoso, juru bicara Aremania.
Dwi Santoso berujar bahwa stadion gajayana itu milik publik Malang dan sudah sepatutnya tidak ada larangan pemakaian stadion oleh walikota, apalagi pemakaian stadion itu oleh Arema adalah menyewa alias tidak gratis. "Arema menggunakan Stadion Gajayana dengan menyewa, tidak gratis. Tak ada alasan kalau tak diperbolehkan pakai Gajayana", katanya lagi.
Sementara itu, Sekretaris Komisi D, Triyudiani, berjanji untuk memperjuangkan terkait persoalan tersebut. Menurut dia, pihaknya akan memfasilitasi dan memediatori pertemuan antara Aremania dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Malang yang rencananya akan dilaksanakan esok hari, kamis 23 pebruari 2012. "Tidak dibenarkan kalau Pemkot Malang melarang Arema IPL menggunakan Stadion Gajayana. Karena Arema sudah sewa. Siapapun berhak gunakan Stadion Gajayana asal sesuai dengan prosedur yang ada, yakni menyewa", tegas Triyudiani.
Untuk itu, dewan akan segera mengupayakan agar Arema yang berkompetisi di IPL tersebut tetap bisa menggunakan stadion Gajayana sebagai homebase dan ketika melawan Persijap Jepara akhir pekan ini. "Kami akan berupaya agar Arema bisa mengggunakan stadion itu", ujarnya berjanji.
Dalam kesempatan itu, Dwi Santoso juga mempertanyakan kengototan Peni Suparto yang hendak mengambilalih Arema IPL. Sebab, Pemkot Malang sudah menangani Persema. "Seharusnya Persema yang diurus. Ini agar kejadian sebelumnya saat Arema menjamu Bontang FC dan Persema Malang tidak terulang lagi", tambahnya.
"Kalau soal itu, jelas ada kepentingan politik tingkat atas di Kota Malang. Tapi saya tak bisa membeberkan soal ini ke publik. Yang jelas publik sudah tahu. Yang penting, kita akan mengupayakan Arema IPL bisa gunakan di Gajayana", jawab anggota komisi D lainnya, Suharni.