Rivaldy Bawuo Tak Bisa Jalankan Tradisi Doa Arwah Jelang Ramadan

Reporter : Agung Prima
Rivaldy Bawuo (C) DANI KW

Wearemania.net - Lagi-lagi, jelang Ramadan tahun ini, Rivaldy Bawuo tak bisa menjalankan tradisi doa arwah yang ada di kampung halamannya, Gorontalo. Penyerang Arema FC itu mengaku bukan sekali ini saja tak bisa menjalankan tradisi warisan leluhur tersebut.

Berbeda dengan doa-doa ziarah makam pada umumnya, tradisi doa arwah memiliki beberapa tahapan yang harus dilakukan. Didahului dengan menyiapkan sesajian oleh tiap kepala keluarga yang diletakkan di atas meja, mulai dari nasi merah dan kuning, satu sisir pisang, air, kue dan rempah-rempah yang menjadi bumbu masakan setiap hari.

"Di Gorontalo tidak ada tradisi ziarah ke makam seperti di Jawa, tapi di setiap rumah kami mengadakan doa arwah," kata pemain yang kerap disapa Ipay itu kepada WEAREMANIA.

Setelah diletakkan di meja, seluruh bahan sesajian itu didoakan oleh salah satu pemuka agama dalam istilah Gorontalo disebut Pak Imam. Setelah didoakan, sesajian itu dimakan oleh seluruh anggota keluarga yang ada di rumah.

"Keluarga saya di Gorontalo selalu mengadakan tradisi doa arwah ini, tapi saya tidak bisa ikut, bukan kali ini saja, tapi sudah beberapa kali, karena saya hidup merantau," imbuhnya.

Tradisi ini memang sudah lama dilakukan untuk menyambut datangnya bulan puasa dan dipercaya membawa keberkahan tersendiri bagi anggota keluarga dan ketenangan kepada arwah keluarga yang sudah meninggal. Untuk keluarga berada, biasanya sampai mengundang para tetangga untuk tradisi doa arwah ini.

"Karena saya tidak bisa mengikuti tradisi ini di rumah, maka saya kirim doa dari tempat tinggal saya sendiri," pungkas pemilik jersey bernomor 11 tersebut.

 

Ikuti WEAREMANIA di Instagram dan Channel Youtube untuk mengikuti update tim Arema FC paling lengkap, cepat dan terpercaya!

Loading...

Komentar Aremania