Pemain Beri 100%, Sponsorship Tahan Dana

Ditulis Oleh WeAremania     Kamis, 07 Juni 2012
( Dilihat Sebanyak 2112 Kali )



M. Ridhuan sempat menutup logo Ijen Nirwana, sebagai bentuk protes
M. Ridhuan sempat menutup logo Ijen Nirwana, sebagai bentuk protes

Wearemania.net - Sukses meraih 11 poin dari kemungkinan maksimal 15 poin yang diraih membuat posisi Arema di klasemen sementara Indonesia Super League perlahan namun pasti terus naik.

Dengan keberhasilan tersebut, Arema pun berhasil memperbaiki posisinya di klasemen. Dari berkubang di dasar klasemen berhasil merangkak naik dan bertengger di peringkat 13 klasemen sementara ISL hingga 29 pertandingan yang telah dilakoni.

Namun ada satu hal yang membuat miris. Di tengah semangat tim yang menggebu-gebu untuk memberikan yang terbaik untuk Singo Edan. Para pemain tersebut nyatanya harus menepiskan satu masalah serius dalam status mereka sebagai pemain, yakni problem finansial yang berimbas pada gaji mereka di Arema.

"Dia (Ijen Nirwana) ada uang cash Rp 3,5 miliar untuk bayar pemain. Tapi, Ijen Nirwana tidak berani mencairkan karena uang Rp 3,5 miliar itu bukan menjadi kewajiban dia," tutur seorang sumber investor seperti dilansir Malang Post menjelaskan alasan telatnya gaji pemain.

Sesuai klausul dalam Memorandum of Understanding (MoU) masa kompetisi 2011-2012 disebutkan bahwa kebutuhan gaji pemain, gaji asisten pelatih, pelatih dan juga uang sisa kontrak disepakati sebesar Rp 4,5 miliar. Angka sebesar ini akan dikucurkan oleh Ijen Nirwana, Malang.

Tetapi, untuk mengucurkan dana Rp 4,5 miliar ini Ijen Nirwana tidak sendirian. Sebaliknya, yang menjadi kewajiban riil Ijen Nirwana hanya Rp 1 miliar. Sisanya, Rp 3,5 miliar ditanggung perusahaan Bakrie Grup yang ada di Jatim, misalnya, PT Minarak Lapindo Jaya dan lima perusahaan lainnya.

"Karena merasa nama Ijen Nirwana menjadi pioneer pendanaan Arema dan dijatah Rp 1 miliar, Ijen Nirwana pun langsung mengucurkan kewajibannya. Sedang, perusahaan Bakrie lainnya sampai sekarang belum memenuhi kewajibannya," paparnya.

Usut punya usut, enam perusahaan Bakrie di Jatim enggan membayar kewajibannya ke Arema melalui Ijen Nirwana karena logo perusahaan mereka tidak dicantumkan di kostum pemain Arema. Yang di pasang hanya logo Ijen Nirwana saja. "Persoalan ini memang kelihatan sepele. Tetapi, karena merasa ikut bertanggung jawab, mereka pun mungkin pikir-pikir kalau diperlakukan seperti itu," ucapnya.

Sementara itu, terpisah Media Officer Arema saat dikonfirmasi mengaku terus melakukan koordinasi dengan pihak sponsorship. Terutama dari pihak Ijen Nirwana yang tampaknya menjadi satu-satunya harapan manajemen Arema untuk bisa memenuhi hak pemain serta official tim Singo Edan

"Kami masih terus berkordinasi dengan pihak sponsorship,dan alhamdulillah kami optimis sponsorship kini sedang berusaha untuk segera merealisasi sisa dana sponsor tersebut, sebab memang didalam sponsorship itu satu diantaranya ada hak pemain," ungkap Sudarmaji, Media Officer Arema. (WE/MP)















Auman Samsul terus berlaku di babak delapan besar, saat melawan Persipura, dia mampu lesakkan dua gol untuk bawa Arema menang 3-0. Terus mengaum Samsul!

 


Login