Memorial Match: Surajaya Pernah Tumbang

Ditulis Oleh Abi Yazid     Selasa, 10 Juli 2012
( Dilihat Sebanyak 1297 Kali )



Surajaya Pernah Ditumbangkan (Ilustrasi)
Surajaya Pernah Ditumbangkan (Ilustrasi)

Wearemania.net - Jika di kompetisi resmi Arema sangat sulit mengalahkan Persela, baik itu Liga Indonesia ataupun Liga Jatim. Siapa sangka sebenarnya Arema pernah menang di Lamongan dengan skor 3-1.

Tidak banyak yang ingat kejadian itu, karena berlangsung 12 tahun lalu lewat laga ujicoba bukan ajang resmi.

Arema yang tengah bersiap di kompetisi Divisi Utama 2002 ditantang Persela yang saat itu sedang melakukan persiapan intens untuk kompetisi Divisi I.

Saat itu, LA Mania masih belum se atraktif sekarang. Masih dalam kelompok kecil yang belum terkoordinir, saat itu, kebanyakan warga Lamongan masih mendukung Persebaya yang sedang jaya menguasai kompetisi Indonesia. Sementara itu, Aremania datang ke Lamongan dengan 3 buah bus.

Jalannya Pertandingan

(Courtsey By Jawa Pos 24 Des 2001)

Arema Malang dengan mudah mengalahkan Persela Lamongan 3-1, dalam pertandingan uji coba di Stadion Surajaya, Minggu (23/12). Sayang pertandingan itu, sempat jadi ajang tawur massal antar-pemain kedua tim, hingga wasit harus menghentikan pertandingan, 10 menit menjelang bubar. Dan polisi pun terpaksa 'mengamankan' pemain Arema dari amukan penonton tuanrumah.

Perkelahian berdarah antara Arema dan Persela, diawali perselisihan pemain Ainur Rochiem (Persela) dan Andi Setiono (bek Arema) di lapangan. Ainur yang tak mengetahui adanya pelanggaran, tetap saja menceploskan si kulit bundar ke gawang Arema yang dijaga Agus Setiawan. Melihat hal tersebut, Andi 'mendatangi' Ainur hingga terjadi cekcok-mulut. Kejadian itu memancing emosi pemain kedua kubu hingga terjadi tawuran di lapangan.

Sayangnya, peristiwa itu berimbas ke luar lapangan. Pendukung Persela menumpahkan amarahnya kepada Aremania yang datang dengan kekuatan 3 bus. Karena dilempar dengan botol minuman mineral dan batu kecil, Aremania mengamankan dirinya di dalam stadion. Pihak kepolisian meminta mereka bertahan beberapa lama hingga situasi mereda. "Kalau uji coba saja pendukung

Persela seganas ini, apa lagi main di pertandingan resmi? Wajar jika klub mana pun terkapar di sini," ujar seorang pendukung Aremania, yang kecewa karena dikeroyok pendukung Persela.

Pada pertandingan itu, Persela benar-benar mendapat 'pelajaran berharga' dari Arema. Laskar Joko Tingkir (julukan Persela) tak berdaya, dan hanya bisa mati-matian menggempur serangan Arema, hingga hanya kalah 1-3. Tiga gol Arema dicetak Jamie Rojas (menit ke-6 dan 26) serta Didit Thomas (61'). Gol semata wayang Persela dicetak Abdulrachman.

"Kekalahan ini membuat kami memang harus banyak berbenah sebelum berlaga di Divisi I. Jarak kualitas kedua tim memang masih sangat jauh," kata H. Mustaqim, pelatih Persela kemarin.

Ditambahkannya, "Saya sudah puas melihat pemain kami mampu menahan gempuran Arema, hingga tak banyak gol yang tercipta. Bahkan mereka sempat membuat beberapa peluang untuk mecetak gol meski hanya satu yang berhasil," pujinya.

Skuad Arema Liga Bank Mandiri 2002

Agus Setiawan, Dwi Sasmianto, Charis Yulianto, Khristiawan, Didit Thomas, Aris Susanto, Andi Setiono, Rustanto SW, Khusnul Yuli, Suswanto, Hermawan, Harianto, Wawan Widiantoro, Lukman Harsono, Miftachul Huda, Abdul Aziz, Jaemi Rojas, Nanang Supriadi, Setyo Budiarto, Johan Prasetyo, Marcus Rodriguez, Joko Susilo

Kondisi Berbeda.

4 Tahun kemudian, pertemuan tim di laga resmi terjadi. Kali ini suporter Aremania sudah tidak ada masalah dengan kondisi empat tahun lalu. Kondisi ini diperbagus dengan kondisi LA Mania yang semakin teroganisir. Bahkan Aremania yang datang dengan rombongan 1 bis sangat aman dalam laga Piala Indonesia yang dilakukan 19 Juli 2005 itu.


Gunakan tombol ← → di keyboard Anda untuk berita lainnya














Asa Arema U-21 untuk mendapatkan predikat runner-up terbaik untuk lolos ke babak delapan besar makin sulit usai kalah melawan Persik Kediri U-21. (Foto: Antara)

 


Login