3 Transfer Pemain Arema yang Menghebohkan

Reporter : Oke Sr

Wearemania.net - Ahmad Junaidi merupakan top skorer Arema dengan 15 gol, dan sukses mengantarkan Arema ke Babak 8 Besar Divisi Utama Liga Indonesia 2001 di Makassar. Ia merupakan pemain yang memiliki keistimewaan dalam duel udara seperti yang pernah ditunjukkan oleh Pacho Rubio semusim sebelumnya di Arema. Salah satu yang istimewa adalah gol heading ke gawang Persebaya di Stadion Gajayana pada menit ke 75(7 Juli 2001) membuat peluang Arema menapak babak 8 besar menjadi terbuka. Gol tersebut merupakan satu-satunya gol dalam pertandingan itu dan disambut sekitar 20ribu Aremania yang memadati stadion.

Dengan potensi dan haus golnya tersebut tak salah jika manajemen Arema kala itu memberikan perpanjangan kontrak selama semusim lagi kepadanya. Awalnya Ahmad Junaidi dikontrak hingga akhir musim kompetisi Liga Indonesia VII, namun dengan perpanjangan kontrak tersebut ia akan berada di Arema hingga akhir musim kompetisi setahun berikutnya.

Sayangnya, selepas musim kompetisi tahun 2001 yang berujung pada kegagalan Arema di Babak 8 Besar Liga Indonesia datang tawaran dari Persebaya untuk meminang Ahmad Junaidi. Bak gayung bersambut, tawaran kenaikan nilai kontrak dari semestinya ia dapat bersama Arema di musim depan diamini olehnya. Tabloid BOLA sempat menyebut nilai transfer kala itu berkisar 125-175juta rupiah. Meski tidak memecahkan rekor transfer yang sempat dibukukan oleh Widodo Cahyono Putro, namun jumlah yang didapat Arema merupakan salah satu rekor transfer tertinggi.

Di Persebaya, Ahmad Junaidi tidak bertahan lama. Ia hanya bertahan semusim dalam kondisi status tim yang compang camping akibat beberapa masalah yang mendera klub berjuluk Bajul Ijo tersebut. Ketika pramusim, Persebaya ditinggalkan pelatih utamanya dan digantikan oleh Alm. Rusdy Bahalwan yang ditemani Subodro. Sayangnya, Ahmad Junaidi tidak masuk dalam skema permainan Rusdy Bahalwan sehingga potensinya tidak tergarap secara maksimal.

Apalagi pada saat itu Persebaya terkena kasus akibat pemogokan tim selepas melawan PKT di Bontang yang berujung pada sanksi WO dan sanksi kepada salah satu pengurus terasnya, Alm H. Santo selama 10 tahun(akhirnya mendapat remisi dari Ketua Umum PSSI - Nurdin Halid dan menjadi Ketua Harian Persebaya pada tahun 2004-2005, sebelum akhirnya terlibat kasus bersama timnya tatkala menjalani 8 Besar Liga Indonesia 2005 di Jakarta).

Selain Ahmad Junaidi, Persebaya juga mengikat Bambang Harsoyo dari Barito Putra. Yang menarik, Bambang Harsoyo ini pula sebelumnya digosipkan berlabuh ke Arema, bersama dengan sederet gosip transfer pemain lainnya seperti Seto Nurdiyantoro dan Eko Purjianto dari Pelita Solo. Banderol yang melebihi pagu anggaran akhirnya memupus harapan Arema untuk mengikatnya.

Selepas bermain bersama Persebaya, Ahmad Junaidi tidak pernah bermain lagi bersama Arema. Ia pernah bermain bersama Persipro Probolinggo dan Persema Malang. Bersama Persema ia sukses mengantarkan klub berjuluk Bledek Biru(akhirnya berganti julukan menjadi Titisan Ken Arok kala Jabatan Ketua Umum Persema dipegang oleh Peni Suparto - Walikota Malang sejak tahun 2003) ke babak 6 Besar Divisi I Liga Indonesia 2004 meski akhirnya kalah bersaing dengan rival sekotanya, Arema dan Persibom dari Bolang Mongondow.

Lanjut Ke Intro
Loading...

Komentar Aremania

Jadwal Pertandingan

0 - 0
Liga 1 2018 - Stadion Surajaya Lamongan - 16/11 - 18.30 WIB
Hasil Selengkapnya

Jadwal Pertandingan

4 - 1
Liga 1 2018 - Stadion Kanjuruhan - 11/11 - 15.30 WIB
Hasil Selengkapnya