Wearemania.net - Muhammad Ridhuan santer tidak diperpanjang karena meminta gaji mahal. Namun setelah kami telusuri, gaji Ridhuan sangat standar untuk ukuran pemain asing yang berkualitas. Berkualitas?. Iya benar karena berposisi sebagai sayap, dia adalah salah satu aktor kebangkitan Arema musim lalu di putaran kedua.
Banyak anggapan yang menganggap Ridhuan musim lalu menurun dibandingkan dengan dua musim sebelum di Arema. Namun kenyataannya tidak, karena jika dibandingkan dengan jumlah pertandingan plus kontribusinya, Pemain berusia 28 tahun itu punya penampilan stabil.
Satu sisi yang membuat musim ini berbeda adalah stamina yang tidak bagus. Tentu ini wajar karena semenjak keluar dari Arema IPL, Ridhuan hampir 2 bulan tidak merasakan latihan fisik dan pertandingan level tinggi. Pemain manapun bahkan pemain timnas Indonesia yang sekarang latihan di Batu juga mengalami problem serupa karena lama tidak bermain.
Salah satu kandidat yang bakal menggantikan posisi Ridhuan adalah Arif Suyono. Gelandang lincah Arema 2007. Arif memang sangat baik musim lalu di penampilannya saat membela Mitra Kukar. Namun secara statistik, apa yang ditunjukkan Arif musim lalu masih kalah dengan Ridhuan.
Well, ditengarai harga menjadi hal utama yang bisa menyebabkan saga transfer ini gagal dilakukan. Padahal musim lalu, Ridhuan yang bermain setengah musim di Arema mengalami penurunan kontrak dari Arema IPL, "Saya ingin main dihadapan Aremania," ujarnya ketika itu.
Daripada kita bingung mari kita simak perbadingan Ridhuan dengan Arif Suyono, plus pemain sayap kesohor di Indonesia Super Liga
| Muhammad Ridhuan (Arema) | Perbandingan | Arif Suyono (Mitra Kukar) |
| 15 | Jumlah Main | 26 |
| 1177 | Menit Main | 1870 |
| 14 | Starter | 23 |
| 6 | Diganti | 10 |
| 1 | Pengganti | 3 |
| 4 | Gol | 1 |
| 2 | Kartu Kuning | 5 |
| 23 | Poin Yan Didapat Ketika Main | 34 |
| 51,5% | Pengaruh Ke Tim | 43,58% |
Pengaruh ke tim dihitung poin yang diperoleh oleh tim yang dibela ketika mereka bermain diatas 20 menit. Dan itu adalah hitungan standar penentuan pemain, meskipun masih banyak metode penghitungan lain termasuk assist dan gol. Dan berikut ini adalah pengaruh ke tim sayap-sayap kanan di ISL musim 2011/12.
| Pengaruh Ke Tim |
Gol (Efektivitas) | Menit Main |
|
| M. Ridwan (SFC) | 77,1% | 8 (23,5%) | 2788 |
| Ian Luis Kabes (Persipura) | 66,6% | 4 (11,7%) | 2830 |
| Edison Peter Rumaropen (Persiwa) | 54,76% | 9 (30%) | 1879 |
| Jimmy Suparno (Persela) | 53,53% | 5 (15,1%) | 2937 |
| Ramdani Lestaluhu (Persija) | 52,38% | 4 (14,2%) | 2322 |
| Muhammad Ridhuan (Arema) | 51,5% | 4 (26,6%) | 1177 |
| Atep (Persib) | 48,8% | 4 (18,75) | 2371 |
| Cristian Warobay (Persidafon) | 44,3% | 2 (8,3%) | 2059 |
| Arif Suyono (Mitra) | 43,5% | 1 (3,8%) | 1870 |
| Sayap lain masih dibawah Arif Suyono | |||
Penghitungan
Pengaruh Ke Tim: (Poin yang di dapat ketika main/Poin Seharusnya Yang Didapat)*100
Efektifitas : (Gol Yang dibuat/jumlah pertandingan yang dilakukan)*100
Sekali lagi itu adalah hitungan poin musim lalu, yang bisa dijadikan pandangan. Pada intinya, siapapun sayap yang main untuk Arema, tentu saja disesuaikan dengan kondisi dana yang ada. Semoga ini adalah pilihan terbaik manajemen. Ada pendapat lain nawak?


