Ada Sponsor Rokok - Terbukti PT LI Gak Konsisten !

Ditulis Oleh WeAremania     Minggu, 16 Januari 2011
( Dilihat Sebanyak 254 Kali )





Wearemania.net - Beberapa tahun lalu, tepatnya ketika Arema dipegang oleh Bentoel. Arema tidak boleh memasang logo pemiliknya itu ke dada kostum yang digunakan untuk mengarungi kompetisi Liga Indonesia. Keadaan ini tentu saja membuat dongkol, namun aturan BLI sudah jelas yaitu tidak diperbolehkannya sponsor kompetitor untuk memasang gambar mereka.

Dalam sebuah artikel disini tentang sponsor rekan kami menulis

karena sponsor kompetisi masih dipegang oleh Djarum ketika itu, maka mau tidak mau agar kostum pemain Arema tidak nampak "kosongan" perlu di cantumkan nama/logo sponsor dari pemilik Arema itu sendiri dengan tidak menyalahi aturan kompetisi tentunya. Maka dicantumkanlah nama bentoel-arema.com di kostum pemain merujuk pada nama official site dari PS Arema itu sendiri. Pencantuman nama seperti ini mengundang rasan-rasan bernada guyonan dari penggemar sepakbola di Malang.

Sebagian masyarakat meyakini bahwa pencantuman nama demikian merupakan "kecerdasan" dari manajemen Arema Malang untuk mengakali peraturan kompetisi sekaligus tetap memastikan Arema masih memiliki nilai jual di mata sponsor. Bayangkan 5 dari 7 musim Bentoel mendanai Arema dengan anggaran 7,5-15 Miliar setiap tahun dan tidak menggunakan haknya untuk mencantumkan produknya sebagai logo sponsor Arema. Barangkali inilah sponsor termahal di Liga Indonesia sampai dengan sekarang ini, kalau tidak bisa disebut sebagai keistimewaan yang jarang terjadi di sepakbola Indonesia.

Selain diatas, pihak Bentoel juga dilarang memasang apapun yang berbau Bentoel di stadion. Karena itu Arema memasang www.bentoel-arema.com di sisi aboard itu. Nah nyatanya kejadian sewaktu Arema tandang ke Kuansing kemarin, melalui foto dari sdr Nazruel, wearemania melihat ada sebuah produk perusahaan sejenis yang menjadi sponsor ISL saat ini. Sebagai catatan produk itu adalah In Mild, dan bukan merupakan produk dari Djarum

Produk itu bahkan dipasang berbarengan dengan produk Djarum.Yang membedakan adalah, produk itu terlihat terbalik. Atau hanya bisa dilihat oleh penonton yang berada di tribun timur. Sehingga siaran televisi tidak bisa melakukan shoot dengan jelas.

Untuk lebih jelasnya, silahkan melihat gambar dibawah adboardnya

Sebuah langkah yang cerdas menurut wearemania.net, sebab dengan hanya diketahui oleh penonton kelas Ekonomi yang merupakan pangsa pasar yang bagus

Dan langkah Panpel PSPS Pekanbaru yang mungkin bisa diterapkan di Kanjuruhan yaitu Double Aboard, yang bagian luar adalah Aboard dari sponsor ISL sendiri yaitu Djarum dan dibagian belakang adalah produk lain yang sepertinya dari perusahaan lokal.


Apakah dengan melihat hal ini PSSI sudah memperbolehkan merk produk rokok lain selain dari pihak sponsor masuk kedalam lapangan. Kalau memang bisa lah dua sisi dipakai untuk diterapkan dikanjuruhan, Dikarenakan Malang Raya sendiri juga banyak perusahaan-perusahaan rokok lokalnya, kalau seperti itu kan bisa jadi tambahan pemasukan keuangan buat Arema sendiri. Sehingga investor lokal secara gak langsung juga bisa membantu Keuangan Arema.

Bagaimana dengan Manajemen Arema? Mau meniru langkah panpel Pekanbaru dalam meraih sponsor dan cara memasang adboardnya?

(Text : Abi/Nasrul, Foto : nasrul)


Gunakan tombol ← → di keyboard Anda untuk berita lainnya














Benny Wahyudi bermain dalam 2x45 menit di ujicoba. Dia bergerak di sisi kanan dan kiri selama dua babak. Salah satu aksinya adalah joget di lapangan seperti ini. (Foto: Abi Yazid)

 


Login