Bedah Taktik: Peran Fantastic Four

Reporter : WeAremania

Wearemania.net - Kemenangan tempo hari tidak akan terjadi apabila strategi dan taktik pelatih Miroslav Janu tidak berjalan sesuai dengan skenario. Menghadapi PSPS Pekanbaru yang terkenal kuat dalam adu fisik dan possesion ball, Miro hanya menempatkan seorang jangkar murni pada seorang Busthomi. Alih-alih menduetkan Busthomi dengan pemain dengan posisi DMF (defensive midfielder) semacam Juan Revi dan Hendra Ridwan. Atau menduetkannya dengan seorang gelandang tengah yang bisa berperan sebagai pengatur serangan model Roni Firmansyah. Keadaan ini sudah berlangsung ketika Esteban cedera sehingga pola 4-2-3-1 tidak bisa dipakai lagi.

Turun dengan memakai formasi 4-1-4-1 ala Miro, pakem yang sama juga diterapkan ketika berhasil menggulung Persija Jakarta pada laga sebelumnya. Tidak ada perubahan drastis dalam susunan pemain yang diturunkan pada pertandingan kemarin. Posisi jangkar dan 4 gelandang serang yang menopang Along pada formasi ini mempunyai karakter permainan yang hampir mirip. Tercatat hanya Busthomi yang berposisi asli sebagai seorang pemain tengah. Meskipun disitu ada Roman Chmelo, akan tetapi selama 2 musim terakhir Roman C lebih fasih sebagai seorang striker/second striker.

Peran Fantastic Four

Dengan 5 pemain berkarakter menyerang yang diturunkan tentu saja membuat sisi penyerangan Arema terlihat ganas. Meskipun hanya mengandalkan seorang target man yakni Along, namun 4 gelandang serang dibelakang Along mampu dengan baik memberikan terapi-terapi kepada kiper Dede Sulaiman melalui kombinasi apik para fantastic four dibelakang Along.

Gol penyama kedudukan lahir dari sundulan Along memang berawal dari tendangan bebas yang dieksekusi oleh Roman Chmelo. Along dengan cerdik melepaskan diri dari kawalan pemain belakang PSPS Pekanbaru dan dengan sundulan membelakangi gawang dia mampu mengecoh kiper Dede Sulaiman.

Gol kedua Along juga melalui kinerja apik barisan fantastic four, kali ini giliran rekan senegara Along yang memberikan assist yang dengan sempurna dieksekusi Along lewat sebuah sontekan yang tidak mampu ditahan oleh kiper PSPS Pekanbaru.

Kemampuan menyerang barisan depan Arema memang tampak sangat dominan. Kombinasi dari lini tengah yang dikomandoi Roman Chmelo dan eksekusi yahud Along mampu membuat perbedaan pada laga ini.

Gol ketiga Along terjadi karena serangan beruntun dari lini kedua Arema yang terus menerus dan intens dilakukan. Kemelut yang terjadi didepan gawang Dede Sulaiman mampu dimaksimalkan Along lewat sundulan kepalanya setelah mendapat umpan salto dari anggota fantastic four M. Ridhuan. Tanpa kesulitan sundulan akuratnya tidak mampu ditahan oleh kiper PSPS yang tampak kaget dengan hadirnya Along disisi kiri gawangnya.

Meskipun tidak memberikan assist dalam terciptanya gol Along, peran Dendi Santoso dan Fachrudin juga tidak bisa dianggap remeh. Lewat kecepatan keduanya dan dribel yahud keduanya mampu merepotkan barisan pertahanan PSPS yang dikomandoi Banaken Bassoken cs. Keduanya kerap kali merepotkan barisan pertahanan PSPS, bahkan keduanya juga tidak terlihat canggung untuk membantu pertahanan ketika tim dalam keadaan terserang.

Kredit tersendiri diberikan kepada Dendi Santoso yang sore kemarin diturunkan sebagai salah satu dari 4 pemain tengah. Pemain asli didikan akademi Arema ini tidak canggung meskipun tidak diturunkan pada posisi idealnya yakni seorang striker atau sayap. Bahkan berulang kali Dendy Santoso mampu memotong serangan lawan.

Formasi ketika menyerang dan bertahan

Along melengkapi sore indah kemarin melalui gol cantik lewat sundulan. Lagi-lagi kombinasi cantik antara 4 gelandang serang mampu mengoyak pertahanan PSPS. Diawali kerjasama Along, Amiruddin (masuk mengganti Fachruddin) dan Roman Chmelo, serangan balik ini mampu membelah pertahanan PSPS, Amiruddin memberikan umpan terobosan ke sisi kiri dimana disitu telah menunggu Roman Chmelo yang berlari dari belakang. Dengan sedikit dribel, Roman Chmelo mampu memberikan umpan crossing akurat yang mampu dieksekusi dengan cantik oleh Along.

Dua pertandingan terakhir Arema Indonesia ini sepertinya memberikan pendekatan yang sedikit berbeda bagi Miroslav Janu dalam memilih dan menerapkan strategi dalam pertandingan. Peran 4 gelandang serang dibelakang Along telah mampu memberikan dimensi penyerangan yang berbeda dalam taktik pelatih Miroslav Janu dan tentu saja ini positif bagi Arema Indonesia dalam usaha memperkecil jarak dengan Persipura Jayapura diposisi puncak klasemen.

Busthomi: The Perfect Holding Midfielder

Berperan sebagai satu-satunya gelandang bertahan dalam skema Miroslav Janu, Busthomi yang akrab dipanggil cimot ini mampu melaksanakan tugasnya dengan sangat baik. Dia mampu menutup semua area lapangan yang ditinggal oleh para pemain Arema yang meninggalkan pos nya ketika dalam posisi menyerang. Bahkan dalam posisi tertekan, Busthomi menjadi orang pertama yang harus memotong alur serangan yang menuju kedaerah pertahanannya.

Busthomi Area's

Peran Busthomi semakin krusial karena dia tidak hanya menjadi penyaring serangan lawan tetapi juga sebagai arsitek serangan tim serta pengatur tempo permainan Arema. Dalam laga kemarin, Busthomi menunjukkan kapasitasnya sebagai gelandang andalam Timnas Indonesia. Bermain tenang, lugas dan penuh determinasi menjadikan perannya sebagai holding midfielder tak terbantahkan.

Benny: off day

Hanya diturunkan selama 20 menit tentu saja menjadi cermin bahwa bek kiri yang berposisi asli sebagai bek kanan ini sedang mengalami unlucky day (hari ketidakberuntungan). Diturunkan tetap diposisi bek kiri belum mampu menunjukkan kapasitas seorang Benny Wahyudi sebagai bek timnas Indonesia. Dia sering out position dan kurang konsentrasi ketika menghalau serangan PSPS Pekanbaru disayap kanan. Bahkan salah antisipasi dari Benny mampu membuat April Hadi dengan mulus melaju ke kotak pinalti Arema yang kemudian melepas tendangan mendatar. Meskipun bola tendangan April Hadi berhasil ditepis oleh Kurnia Meiga namun bola yang melayang didepan gawang berhasil diserobot oleh M. Isnaini meskipun dalam pengawalan Benny Wahyudi.

Sempat digeser ke posisi bek kanan dan mengembalikan Waluyo sebagai bek kiri tetap belum membuat permainan Benny kembali pada top perform. Bahkan Benny terlihat semakin kikuk diposisi bek kanan tersebut, sehingga membuat Miro menggantinya dengan Juan Revi pada menit 20.

Benny Wahyudi
Kejadian 20 menit
Waluyo
11
Passing
16
2
Intersep
8
1
Heading
4
0
Shooting
0
0
Clearence
3

Kesimpulan

Sebenarnya kunci dari permainan fantastis Arema Indonesia adalah mereka tidak membiarkan PSPS Pekanbaru membawa bola terlalu lama, dan paara pemain depan melakukan pressing dengan sangat baik di depan. Energi Arema Indonesia dan keberanian dalam memenangkan bola dimulai dari pertahanan lawan. PSPS Pekanbaru terlihat tidak mampu mengembangkan permainan ketika mereka memegang bola, dan hampir seluruh permainan dihabiskan didalam setengah lapangan mereka sendiri.

Peran Fantastic Four juga semakin terlihat jelas pada laga ini dan sesuai dengan keinginan Miroslav Janu untuk bermain lebih agresif dan cepat ketika memasuki pertahanan lawan.

Loading...

Komentar Aremania