KLIPING - "Arema Sudah Bubar Kalau Tidak Saya Selamatkan"

Reporter : We Aremania

Wearemania.net - Saya dulu teringat di Stadion Gajayana beberapa orang mencaci Mislan ketika pertandingan Arema melawan Gelora Dewata, namun dari kliping ini semua terjawab karena beliau tidak pernah mengatur skor. Mislan yang sudah wafat kemarin, punya jasa besar menyelamatkan Arema yang tengah kolaps di kompetisi Liga Dunhill I dan II.

Jasa yang sangat besar terangkum dalam sebuah kliping koran KOMPETISI yang berasal dari sam Two Brother.

Simak saja selengkapnya!

HM Mislan: Arema Sudah Bubar Kalau Tidak Saya Selamatkan

Berbicara tentang Arema, juga tidak bisa melepaskan sosok HM Mislan, Kalau saja semua orang malang tahu, dialah orang yang berjasa besar terhadap Arema karena telah menyelamatkan klub itu sehingga tidak sampai bubar.

"Kalau waktu itu Arema tidak saya selamatkan, klub ini sudah bubar," kata Mislan kepada Dwi Arifin, dari tabloid KOMPETISI.

Lelaki 'gila bola' ini lantas bercerita bagaimana awalnya ia bisa masuk ke Arema. Ketika itu di Ligina I, kondisi Arema boleh dibilang dalam keadaan sangat kritis. Bahkan dua hari menjelang away ke Kalimantan, pengurus tidak mempunyai uang. Padahal, kalau waktu itu tidak berangkat klub itu bubar. Dalam keadaan 'sekarat' itu, Lucky Acub Zainal dan Eko Subekti datang ke kantornya yang ada di Surabaya.

Mereka berharap Mislan bersedia menyelamatkan Arema. Melihat itu, dia akhirnya tergugah.

"Kebetulan saya memang punya hobi bola. Selain itu, saya merasa eman kalau Arema yang sudah ada di Divisi Utama dan punya nama besar lantas bubar. Karena itu saya lantas memenuhi permintaan mereka untuk menyelamatkan Arema," kata Mislan.

Mislan tidak pedulu meski waktu itu dia harus keluar uang jutaan rupiah, apalagi dia sendiri sudah punya klub yaitu Gelora Dewata, Denpasar.

Pada awalnya, Mislan cuma berjanji akan mendanai Arema untuk satu musim kompetisi saja. Lucky dan Eko pun bersepakat. Tapi begitu kompetisi selesai, klub tidak berhasil mendapatkan penyandang dana baru sebagai penggantinya. Akhirnya terpaksa untuk kedua kalinya Mislan menyelamatkan Arema. Ia kembali habis-habisan, bahkan kalau dihitung-hitung, selama dua musim memegang Arema, Mislan sudah menghabiskan uang sekitar Rp1 Milyar. Belum termasuk bus yang dia siapkan untuk mengangkut pemain, rumah untuk mess pemain lokal dan pemain asing, dan lain sebagainya.

Sayangnya masyarakat Malang ada yang kurang tahu dengan pengorbanan besar yang telah diberikan Mislan dan keluarganya untuk Arema. Selama menangani Arema, banyak sekali tudingan miring yang ditujukan kepada lelaki kelahiran Kebumen ini. Misalnya saat bertemu dengan Gelora Dewata, ada saja yang menuduhnya melakukan pengaturan skor dan lain sebagainya.

"Padahal tudingan itu sama sekali tidak benar, saya tidak pernah melakukan hal itu," tegas Mislan.

Karena tidak pernah melakukannya, dan hobi sepakbola. Mislan tidak pernah menanggapi tudingan-tudingan miring itu. "Tuhan maha tahu, biar saya dicemooh, dicaci dan tidak dapat apa-apa, saya tidak pamrih ke Sepakbola," ujarnya.

Sekarang, Arema sudah diserahkan kembali ke pendirinya, Acub Zainal dan putranya Lucky AZ. Dia senang karena banyak pengusaha yang mau menyelamatkan Arema. Seperti Menpora Haryono Isman, Tinton Suprapto, Suroso Mangunsubroto.

"Mudah-mudahan Arema jadi tim yang bagus," harap.

Mislan sekarang mau istirahat, klub Gelora Dewata miliknya juga diserahkan kepada Vigit Waluyo. "Sayatidak mau cawe-cawe. Saya cuma menyiapkan dana saja, yang ngurus biar Vigit," terangnya.

*TABLOID KOMPETISI, Edisi 03/09/IV Minggu Ketiga September 1997

Kliping Koran Milik: Two Brother

Komentar Aremania