KENANGAN - Tak Akan Ada Lagi Kalimat "Once, Dulur?"

Reporter : Agung Prima
Selamat jalan Coach Once! (C) ABI YAZID

Wearemania.net - "Massss, katanya Suharno meninggal, bener tah?" Rasa tak percaya menyeruak seketika membaca pesan BalckBerry dari seorang rekan media, Rabu (19/8) pukul 20.00 WIB. Tangan secara reflek bergerak telepon sana-sini mencari informasi kebenaran kabar tersebut.

Masih terngiang rasanya dua setengah jam sebelumnya, tertawa bersama saat melakukan wawancara singkat usai Suharno memimpin sesi latihan tim di Stadion Kanjuruhan Malang. Ternyata memang benar, pelatih Arema itu telah menghembuskan nafas terakhirnya di Puskesmas Pakisaji, pukul 19.40 WIB.

Kepergian pria Klaten yang akrab disapa Once oleh awak media itu meninggalkan kesan yang mendalam. Tak hanya bagi pemain, manajemen, tim pelatih, offisial tim, dan Aremania, namun juga di mata para pewarta yang senantiasa dilayani dengan ramah oleh mendiang.

"Bagaimana dulur, ada yang bisa dibantu?" kalimat tersebut sering mengawali sesi tanya jawab seusai latihan. "Intinya begini, bla-bla-bla, nanti kembangkan sendiri," dan selalu diakhiri dengan jargon "Once dulur?" Entah dari mana asal-muasalnya, namun dari situlah kami sering memanggilnya Coach Once.

Once sempat menangani Arema di Liga Kansas Indonesia musim 1996-1997. Bermodalkan trio asing asal Chile, yakni Juan Rubio, Nelson Leon Sanches dan JC Moreno, Suharno sukses meloloskan Arema ke babak 12 besar setelah menduduki posisi tiga Wilayah Barat.

Pria yang mengakhiri karir sepakbolanya sebagai pemain Niac Mitra itu datang kembali ke Arema sebagai dewa penyelamat. Ya, di saat Arema terancam jurang degradasi di Indonesia Super League (ISL) 2011-2012, Once yang bergabung di putaran kedua sukses menempatkan Arema di posisi 12 klasemen terakhir.

Semusim berselang, Arema yang ditinggal pelatih Rahmad Darmawan secara mengejutkan mengumumkan nama Suharno sebagai pelatih untuk musim 2014. Pria yang 1 Oktober 2015 ini genap berusia 56 tahun itu diduetkan dengan legenda hidup Arema, Joko Susilo.

Sentuhan tangan dinginnya membawa Arema sampai ke babak semifinal Indonesia Super League (ISL) 2014. Lima trofi pra-musim selama tahun 2015, dari SCM Cup hingga Sunrise of Java Cup yang baru saja direngkuhnya menjadi bonus atas tiap keringat yang terjatuh dari kening pelatih dengan lisensi A AFC tersebut.

Firasat akan kepergian Once sebenarnya sudah didapatkan sejak sesi latihan Jumat (14/8) sore. Bapak satu orang anak itu tumben menolak diwawancarai oleh WEAREMANIA, yang terulang kembali hingga kesempatan keempat pada sesi latihan Selasa (18/8) sore.

"Wawancara Mas Joko saja, Lur," tolaknya dengan nada halus. "Mas Agung, kalau butuh saya, missedcall saja, nanti biar saya yang telepon balik," pesannya suatu ketika usai memimpin sesi latihan di Lapangan Dirgantara, kompleks Lanud Abdurracman Saleh, Pakis, di hari kemerdekaan Republik Indonesia (17/8).

Tumben, di sesi latihan terakhir yang dipimpinnya, Once menyempatkan diri melayani wartawan yang datang ke Kanjuruhan. Sambil tergesa-gesa hendak meeting dengan manajemen, Once menanggapi soal dibatalkannya Piala Proklamasi lawan Persib Bandung.

"Kalau Piala Proklamasi-nya tidak jadi digelar berarti kami batal ke Bandung, dan itu satu keuntungan bagi Arema," katanya. Untung memang ajang tersebut dibatalkan, karena seharusnya jika sesuai jadwal, Sabtu (22/8) bertanding lawan Persib, minimal Arema harus bertolak ke Bandung Kamis (20/8) pagi.

Ya, pelatih ramah nan bersahaja itu tidak pergi ke Bandung, melainkan pergi ke tempat peristirahatannya yang terakhir di TPU Jabung, Kabupaten Blitar. Selamat jalan, Coac! Kami mengenangmu sebagai pahlawan Arema.

Komentar Aremania