Dari Dekat - Milomir Seslija

Ditulis Oleh WeAremania     Jumat, 04 November 2011
( Dilihat Sebanyak 1109 Kali )



http://www.wearemania.net/images/berita/2011_11/2011_11_04_Milomir%20Seslija_1.JPG
http://www.wearemania.net/images/berita/2011_11/2011_11_04_Milomir%20Seslija_1.JPG

Wearemania.net - Milomir Seslija memang belum membuktikan bahwa dia hebat di Arema. Namun sosok yang satu ini punya kemampuan untuk memperhebat Arema dengan pengalamannya. Dia punya gaya humor tinggi. Dalam latihan materi berat kerap diberikan. Akan tetapi para pemain merasa enjoy tidak merasakan beban yang begitu berat. Berikut ini adalah wawancara dengan Milo yang bersumber dari Radar Malang, ketika pertama kali dia datang ke Malang.

Part I : Anggap Tekanan Suporter sebagai Motivasi

Apa pendapat Anda tentang Kota Malang ?
Saya baru tujuh hari disini, tapi entah mengapa saya merasa begitu kerasan. Masyarakat Malang sangat ramah dan bersahabat. Begitu Juga Aremania

Berbicara soal Aremania, apa yang Anda tahu ?
Mereka adalah suporter yang luar biasa. Apa yang selaman ini saya lihat di Bosnia, Oman, Singapura dan Malaysia, jelas tidak ada apa-apa. Ketika melihat dan bertemu Aremania, saya seperti mendapatkan extra power

http://www.wearemania.net/images/berita/2011_11/2011_11_04_Milomir%20Seslija_1.JPG

Milomir Seslija (Foto : Abi)

Ada tuntutan dan tekanan besar dari suporter terhadap Anda dan tim saat ini. Bagaimana Anda menyikapi itu ?
(mendengar pertanyaan ini, Milo langsung tersenyum) Saya suka tekanan. Mustahil bila hidup tanpa tekanan. Tekanan menjadi motivasi bagi saya untuk bisa lebih biak.Yang paling penting adalah, selalu berpikir positif, jangan pernah berpikir negatif

Target apa yang Anda usung bagi Arema ?
Saya akan menjadikan Arema sebagai tim juara. Memang mudah berkata demikian, tapi saya akan berusaha merealisasikannya. Saya siap bekerja 24jam untuk mereka(Arema dan Aremania)

Apa yang melandasi keyakinan Anda ?
Setiap tim yang saya bawa, pasti mengalami kesuksesan. Apalagi, Arema punya banyak pemain bagus. Saya percaya dengan pemain Arema

Kalau Anda gagal ? Anda siap ?

Saya siap, itu sudah resiko. Tapi,Anda tahu tim seperti Manchaster United juga bisa kalah. Memang, dalam sepak bola, hasil akhir itu penting. Tapi yang paling penting adalah seperti apa usaha pemain di lapangan. Ketika melihat pemain sudah berusaha maksimal, saya tidak pernah melihat seperti apa hasil akhir.

Pola permainana seperti apa yang Anda bawa ?

Saya tidak bisa menjelaskannya sekarang. Tapi lebih dari pola permainan, adalah penting bagi pemain saya untuk menikmati permainan sepak bola mereka. Bagaimanapun, saya harus bisa membuat pemain saya enjoy.

Bisa Anda jelaskan , bagaimana cara Anda untuk membuat pemain enjoy ?
Kepada pemain-pemain yang pernah saya tangani, saya selalu mengatakan bahwa meraih sukses bukan hanya kerja keras. Lebih dari itu, untuk meraihnya butuh "love". Kalau disini, tentu cunta pada Arema, dan cinta pada Aremania. Selain itu, saya selalu percaya pada pemain saya.
Succes is not destination (sukses itu bukan tujuan), succes is journey (sukses itu adalah perjalanan), succes is long journey (sukses itu adalah perjalanan panjang)

http://www.wearemania.net/images/berita/2011_11/2011_11_04_Milomir%20Seslija_2.JPG

Sukses Itu Adalah Perjalanan (Foto : Abi)

Adakah kata kata yang ingin Anda sampaikan untuk Aremania ?
(Setelah menggunakan bahasa Inggris sepanjang wawancara, kali ini Milo pamer bahasa Indonesia)Arema, Salam Satu Jiwa

Part II : Reuni dengan Noh Alam Shah

Pelatih baru Arema Milomir Seslija ternyata bukan orang baru bagi bintang Arema Noh Alam Shah. Sebab ketika masih menangani tim di FC Sembawang Singapura tahun 1998, salah satu pemainnya adalah Noh Alam Shah. Keduanya saat ini seperti sedang reuni di Arema

Anda menghabiskan banyak karir di Asia baik sebagai pemain maupun pelatih. Apa perbedaan persepakbolaan Singapura, Malaysia, Oman, maupun Indonesia?
Pemain Oman malas-malas. Tapi kondisi lebih baik terjadi di Singapura, Malaysia, dan Indonesia. Di negara tersebut, banyak pemain-pemain bertalenta. Hanya saja, mereka butuh penanganan khuusu untuk bisa berkembang, terutama soal mental. Pemain-pemain Indonesia seringkali terlalu mudah kehilangan konsentrasi. Tapi saya percaya, itu bisa diperbaiki

http://www.wearemania.net/images/berita/2011_11/2011_11_04_Milomir%20Seslija_4.JPG

Indonesia Banyak Pemain Muda Bertalenta (Foto : Abi)

Kaparnya, Anda sangan mengenal Noh Alam Shah ?
Ya, saya pernah menanganinya kala Along (sapaan Alam Shah) masih junior di FC Sembawang Rangers (Singapura). Dia masih sangat muda kala itu. dalam memori saya, dia pemain yang punya potensi besar kala itu. Senang bisa bekerja sama dengannya lagi di Arema saat ini

Saya dengar, Anda juga cukup mengenal Miroslav Janu (mantan pelatih Arema) ?
Ya, kita pernah satu tim saat sama-sama membela FC Sabah (Malaysia) pada 1993-1994. Sebagai pemain, dia adalah pemain yang sangat bagus. Saua bermain diposisi bek, sementara dia sebagai gelandang bertahan. Tapi sebagai pelatih, saya tidak tahu. Kita tidak pernah lagi bertemu setelah dari Malaysia. Paling-paling, hanya melalui Facebook. Saya dengar, dia sekarang melatih Persela. Saya tidak sabar untuk bertemu dengannya.

Apakah ada rencana untuk keluarga ke malang ?
Anak dan istri saya tinggal di Bosnia. anak saya, Deni kini berusia 19 tahun dan Nikolas sekarang 14 tahun. Mereka sangat akrab dengan Asia karena ikut saya ketika saya berkarir di Malaysia dan Singapura. Bahkan, anak-anak saya lahir di Kinabalu,Sabah(Malaysia). Suatu saat nanti saya akan ajak mereka ke Malang. Saya juga sering bercerita pada mereka, betapa bagusnya Malang. Saya selalu katakan, bahwa saya suka di Arema

http://www.wearemania.net/images/berita/2011_11/2011_11_04_Milomir%20Seslija_3.JPG

Ketika Junior, Along Pernah Dilatih Milo (Foto : Abi)

Apakah ini pertama kalinya Anda ke Malang ?
Ya, ini pengalaman pertama saya ke Malang. Tapi saya pernah sekali mengunjungi Bali dan Jakarta pada 1995. Sekedar untuk berlibur

Kelihatannya Anda cukup familiar dengan Indonesia ? Punya makanan favorit ?
Pada dasarnya, saya suka semua jenis makanan. Nasi Goreng, sate, pecel, gado-gado. Semuanya enak.

Part III : Ganti Kebiasaan Pemain Makan Nasi Putih dengan Beras Merah

Begitu tiba di Malang, Selasa (4/10), Pelatih baru Arema Milomir Seslija sudah berani bicara mengusung trofi. Apa yang melatarbelakanginya sehingga ia begitu yakin mampu membawa Arema juara

Sudah sepuluh tahun Anda menjadi pelatih tim profesional. Seperti apa visi Anda ?
Saya bukan pelatih yang egois dan menjadi sosok the only one (satu-satunya). Bagi saya, pelatih memang memegang peranan penting dalam sebuah tim. Tapi posisi pelatih bukannlah yang pertama. Menurut saya, yang paling penting adalah pemain, disusul oleh fans atau suporter. Posisi pelatih ada di tempat terakhir.

Hal baru apa yang akan Anda berikan untuk Arema ?
Ada banyak hal-hal baru yang akan saya bawa di sini. Intinya, saya lebih menekankan pada bagaimana cara saya memotivasi dan mengedukasi para pemain untuk menjadi seorang pesepakbola yang bagus. Untuk hal teknis, saya akan membawa bentuk latihan modern terbaru. Saya yakin pemain sangat siap untuk menerima hal-hal baru itu.

Selama ini pelatih dari Eropa Timur selalu identik dengan disiplin yang ketat. Apa anda tipe pelatih seperti itu juga ?
Ya, saya sangat mengedepankan kedisiplinan. Pemain tidak boleh main-main soal ini. Mereka harus mentaati jadwal latihan yang ada. Juga untuk makanan, saya termasuk pelatih yang memperhatikan ini. Pemain harus menjaga pola makan nasi putih. Saya menganjurkan mereka untuk makan beras merah.

Seperti apakah filosofi sepak bola yang ingin Anda terapkan di Arema ?
Saya adalah pelatih yang menyukai permainan dengan umpan-umpan pendek. Saya juga suka dengan permainan yang penuh kreativitas. Saya memberi kebebasan penuh kepada pemain saya untuk mengeluarkan segala potensinya di lapangan. Tapi yang lebih penting adalah pemain harus menikmati sepak bola. Kita bisa contoh bagaiman pemain-pemain Barcelona dan Manchester United begitu menikmati sepak bolanya.

Bicara suporter, apa yang Anda inginkan dari mereka ?

Saya ingin mereka percaya pada kami, pada tim yang tengah kami bangun saat ini.Arema, Salam Satu Jiwa!

Dikutip dari Sportivo Radar Malang












Bustomi dan Joko Susilo terlihat saling bercengkrama usai bertanding. Tidak jelas apa yang dibicarakan yang penting foto dulu (Foto: Abi Yazid)