Mengenang Charles Horik, Mesin Gol Arema di Masa Sulit

Reporter : Agung Prima
Charles Horik sempat jadi idola Aremania di masa-masa sulit (C) FACEBOOK

Wearemania.net - Aremania yang setia menemani Arema di masa-masa sulit pada musim 2003 tentu mengenal sosok Charles Horik. Penyerang asal Papua itu memang baru hadir di putaran kedua, namun kemudian menjadi idola Aremania dan Aremanita di usianya yang kala itu masih 24 tahun.

Horik memang didatangkan manajemen Arema sebagai solusi lini depan skuat Singo Edan, seiring pergantian pelatih dari Gusnul Yakin ke Henk Wullems (Belanda). Patut diketahui, saat itu Arema tengah berjuang dari jurang degradasi Liga Bank Mandiri (Ligina IX) 2003. Memang, gol demi gol disumbangkannya, namun tak berhasil menyelamatkan Arema dari jurang degradasi, lantaran menempati posisi 17 dari 20 kontestan.

Sebagai penyerang, pemain bernama lengkap Charles Izak Samuel Horik itu tergolong fenomenal. Sebelumnya, tak ada Aremania yang mengenal namanya sebelum ditarik dari PSAU, klub amatir dari kesatuannya di Angkatan Udara. Gol pertamanya untuk Arema dibuatnya di debut perdana pada putaran kedua di kandang Deltras Sidoarjo (7/5/2003). Sayang, saat itu Arema harus kalah 3-1.

Loyalitas pemain kelahiran 28 Agustus 1979 itu pada Arema tak perlu diragukan lagi. Bahkan, saat menghadapi tim dari tanah kelahirannya, Persipura Jayapura (17/5/2003) Horik menjadi penentu kemenangan Arema 1-0 lewat golnya di menit 36.

Gol spesial penentu kemenangan juga sempat dibuatnya saat membawa Arema mengalahkan tim tamu PSIS Semarang 2-1 (2/7/2003). Saat itu kedudukan berimbang 1-1 di babak pertama setelah gol Rodrigo Araya disamakan oleh PSIS lewat Djibreil, kemudian Horik melesakkan gol penentu di babak kedua.

Pemain yang juga sempat dapat julukan super-sub itu juga pernah mencetak gol penyelamat saat Arema menahan imbang tim kuat Persik Kediri 2-2 (13/7/2003). Persik yang sudah unggul 2-0 di babak pertama lewat dua gol cepat Musikan dikejutkan dengan dua gol balasan Arema di babak kedua yang diborong Horik.

Sayang, penampilan cemerlang Horik di lini depan Arema tak berlanjut di musim berikutnya, meski akhirnya Arema menjadi kampiun kasta kedua, Liga Pertamina Divisi I 2004. Namun, nama Horik tenggelam di antara duo Brasil yang masing-masing menyumbang gol lebih dari 10 sepanjang musim, yakni Rivaldo Costa (12 gol) dan Junior Lima (13 gol).

Alhasil, di musim keduanya, Horik cuma melesakkan satu gol yang dibuatnya saat Arema menang 2-0 di kandang Perseman Manokwari (1/5/2004) bersanding dengan gol pembuka dari Junior. Tak heran jika fakta ini membuatnya dilepas ke Persija Jakarta di musim 2005.

 

Ikuti WEAREMANIA di LINE dan gabunglah bersama kami di BBM untuk mengikuti update tim Arema Indonesia paling lengkap dan cepat!

Komentar Aremania

Jadwal Pertandingan

3 - 2
Liga 1 - Stadion Segiri Samarinda (18.30 WIB)
Hasil Selengkapnya

Jadwal Pertandingan

5 - 3
Liga 1 - Stadion Kanjuruhan Malang (18.30 WIB)
Hasil Selengkapnya