Player Review 24: Dicky Firasat

Ditulis Oleh Afdholud Dzikry     Jumat, 17 Agustus 2012
( Dilihat Sebanyak 801 Kali )





Wearemania.net - Selama menunggu musim baru, redaksi WEAREMANIA bakal mereview pemain Arema musim ini, satu persatu pemain akan kami review. Tentu saja hasilnya sangat subjektif dari pandangan kami. Namun anda sebagai pembaca punya hak untuk ikut memberikan review di kolom komentar. Dan ini adalah review ke 24, yaitu Dicky Firasat.

Dicky Firasat didatangkan manajemen Arema di awal musim untuk menambah daya gedor barisan depan. Berbekal pengalaman panjang di level tertinggi Liga Indonesia, Dicky diharapkan mampu menjadi mentor bagi anak-anak muda di Singo Edan.

Namun sayang, pemain kelahiran 16 Juli 1981 ini gagal menunjukkan aksi terbaiknya sepanjang musim. Hantaman cedera membuat dirinya harus sering menghabiskan waktu di ruang perawatan. Belum lagi Dicky mash dianggap kalah bersaing dengan striker-striker Arema seperti Herman Dzumafo hingga Sunarto.

Jadi tak heran apabila mantan pemain Persela ini hanya mencatat 336 menit penampilan dengan raihan 2 gol sepanjang musim 2011-2012.

Momen Terbaik & Terburuk

Dengan kesempatan turun sebanyak 11 kali, Dua di antaranya sebagai starting line up, sulit menentukan momen-momen terbaik bagi seorang Dicky Firasat mengingat menimnya kesempatan yang dia dapat selama musim ini

Namun, redaksi WEAREMANIA mencatat penampilan terbaik Dicky Firasat juga sekaligus menjadi momen terburuk baginya.Mencetak gol pembuka di laga kandang melawan PSPS Pekanbaru, menjadi momen terbaik baginya.

Sayang, hanya berselang 3 menit setelah mencetak gol, Dicky Firasat harus keluar dengan ditandu karena berbenturan dengan salah seorang pemain PSPS Pekanbaru. Karena cedera ini, Dicky harus absen hingga beberapa pekan untuk pemulihan.

Usai kejadian itu, Dicky seperti merasa trauma dalam performanya, tetapi anggapan itu dia tolak, "Saya tidak trauma, itu normal dalam sepakbola, saya akan mencetak gol suatu saat untuk membuktikannya," urainya.

Dan benar saja, dia mampu mencetak gol lagi saat Arema melawan Persidafon Dafonsoro 31 Mei 2012.

Kesimpulan

WEAREMANIA memberikan nilai 6,5 atas penampilannya musim ini. Tidak terlalu baik memang. Tetapi itulah hasil teradil menurut kacamata kami


Gunakan tombol ← → di keyboard Anda untuk berita lainnya














Asa Arema U-21 untuk mendapatkan predikat runner-up terbaik untuk lolos ke babak delapan besar makin sulit usai kalah melawan Persik Kediri U-21. (Foto: Antara)

 


Login