Dari Dekat : The Joker, Sunarto

Ditulis Oleh WeAremania     Jumat, 11 Maret 2011
( Dilihat Sebanyak 1719 Kali )



http://wearemania.net/images/berita/2011_03/2011_03_11_Sunarto_4.jpg
http://wearemania.net/images/berita/2011_03/2011_03_11_Sunarto_4.jpg

Wearemania.net - Pemain ini bisa dianggap sebagai Jokernya Arema. Maklum 2 kali dia diturunkan di awal, 2 kali pula dia menyelamatkan Arema dari kekalahan. Gol yang nampak sangat berarti adalah ketika melawan Persipura, dengan tangan membentuk tanda cinta. Lalu kepada siapa tanda cinta itu diberikan?

Redaksi Tabloid Singo Edan berkesempatan untuk mengobrol dengan Sunarto. Kesan akrab begitu nampak bagi sosok yang asli Malang ini begitu kami singgah dirumahnya.

TSE (T) : Gimana kabarnya mas?
Sunarto (S) : Baik mas Alhamdulillah..

T : Sunarto ini memang asli Malang yaa. .??
S : Asli lah, dari lahir sudah jadi aremania. .He he he. .

T : Lulusan sekolah mana? Apa lulusan sekolah di Malang juga?
S : Jelasnya dong, dari SD sampai SMA sekolahnya di Malang. Kalau SD, saya di SD Saptorenggo ( Bugis ). SMP saya di SMP 1 Tumpang, dan SMA di SMA 1 Tumpang.

T : Sunarto anak ke berapa?
S : Saya anak pertama, saya hanya dua bersudara sama adik perempuan saya. Sejak kecil

Kesan low profil dari anak muda yang satu ini begitu terasa, bahkan dia agak malu ketika kami tanyai. Entah kenapa, namun itulah Sunarto

http://wearemania.quisys.com/images/berita/2011_03/2011_03_11_Sunarto_1

Musim Ini Gol Pertama Sunarto Dicetak Saat Melawa Sriwijaya FC (Foto PAS)

T : Bisa ceritakan nggak mas, kenapa bisa tertarik terjun di sepak bola?
S : Yaaa. . Gimana ya, namanya saja hobi main bola dari kecil. Awalnya saya ikut SSB Mahaputra di usia 11 tahun, lalu saya iseng saja ikut SSB RSSA. Terus di usia 14 tahun ada tetangga tiba tiba mendaftarkan saya di seleksi akademi Arema, restu dari ibu saya akhirnya saya disuruh coba. Dan peserta waktu itu ada 500 peserta disaring menjadi sekitar 25 30 orang saja, Alhamdulillah nama saya termasuk di 25-30 orang tersebut.

Sunarto sejak kecil adalah Aremania sejati, sehingga sebagaimana ribuan bocah-bocah lain di Malang, obsesinya adalah membela Arema dan menjadi orang yang memperjuangkan panji-panji kebanggaan singa. Seleksi itu dilalui Sunarto dengan susah, maklum dengan ratusan peserta, tim pelatih dituntut jeli untuk melihat kemampuan anak-anak kecil seusianya. Sunarto adalah adik kelas dari Dendi Santoso, Alfarisi, dan Aji Saka.

T : Selama ini prestasi apa saja yang pernah diraih??
S : Saat di Arema Yunior mendapatkan juara 2 se-Jatim pertandingan Suratin Cup.

Kakak kelas Sunarto, yaitu Dendi Cs adalah juara Piala Suratin 2007. Namun setahun berikutnya Sunarto meraih prestasi juara 2 Jatim.

T : Sebelum menjadi striker, apakah pernah ditempatkan di posisi lain?
S : Dari awal saya sudah di posisi striker, mulai awal SSB juga sudah berposisi menjadi striker

T : Waktu kecil ikut menggilai Piala Dunia juga nggak mas?
S : Iya lah mas, waktu itu tahun 2002 saya menjagokan Brazil.

T : Kalau menjagokan, pasti ada pemain favorit dong pastinya pada waktu itu?
S : Pastinya ada lah. . Kan waktu itu lagi boomingnya Ronaldo, pastinya saya juga mengidolakan Ronaldo.

T : Kalau sekarang club favoritnya apa mas?
S : Saya lebih suka Barcelona. Kalau untuk lokal, pastinya AREMA lah, orang saya asli Malang.

T : Untuk pemain luar, siapa kira kira yang diidolakan?
S : Pastinya Fernando Torres dong mas, dia bisa memberi saya inspirasi. Kalau lihat permainan dia, ada motivasi tersendiri gitu.

Ada yang menarik dari sosok Sunarto ini, dulu ketika Ronaldo jadi bintang di Piala Dunia 2002, dia dan teman-temannya sangat mengidolakan sosok Brasil itu, namun seiring tahun dia berubah kadangkala kaos di belakangnya diberi nama Sunartotti. Ya Totti adalah legenda Roman yang merupakan salah satu idolanya. Untuk sekarang dia adalah Sunartorres. (wah kok berubah-rubah ya?)

T : Kalau untuk pemain lokal, ada juga nggak yang diidolakan?
S : Ada juga lah, skill pemian Indonesia juga bagus bagus lho. . Makanya itu saya mengidolakan Arif Suyono.http://wearemania.net/images/berita/2011_03/2011_03_11_Sunarto_4.jpg

T : Kira kira ada nggak, sosok pelatih yang selalu dikenang kepelatihannya?
S : Pelatih Alm. Setyo Budiarto. . Beliau pelatih yang sangat berpengaruh buat saya, saya dididik sejak saya di akademi ( wajah Sunarto terlihat sedikit terharu saat dia menceritakannya)

Alm Setyo Budiarto adalah soso yang sangat dihormati bagi kalangan Arema Junior, maklum pelatih yang sabar itu adalah sosok yang menanamkan jiwa disiplin kepada anak asuhnya. Dia tidak pernah marah kecuali anak buahnya benar-benar melakukan kesalahan yang sangat fatal. Jasa beliau selalu terkenang bagi anak-anak muda seangkatan Sunarto.

T : Mungkin bisa menceritakan antara kepelatihan Robert dengan Miroslav Janu?
S : Dua-duanya sangat bagus mas, mungkin ada sedikit perbedaannya. Kan karakter orang berbeda beda. Kalau untuk pelatih Robert beliau pintar memotivasi pemain, kalau untuk pelatih Janu dia sangat tegas dan disiplin. Itu semua juga berpaengaruh bagus kepada tim.

T : Kalau menurut Sunarto, bagaimanakah sosok Njanka?
S : Sosok Njanka, beliau bukan hanya sosok kapten di lapangan. Saat di luar lapangan pun beliau sangat berpengaruh buat teman teman, dia bisa dijadikan sebagai pemimpin, selain itu beliau tidak pernah kurang kurang berbagi pengalaman dan memberi memotivasi untuk rekan rekan.

T : Bagaimana keadaan tim untuk saat ini?
S : Suasana tim sangat baik, mungkin salah satunya karena 5 pertandingan kita tidak terkalahkan menjadikan kita semakin rukun.

Saat wawancara ini, Njanka sudah hijrah ke Aceh United. Namun sekali lagi, jiwa kebapakan Njanka menjadikan dia tidak minder untuk bersaing melawan senoir-seniornya di Arema.

T : Ada fikiran untuk hijrah ke tim lain nggak ?
S : Waduhhhh. . . benar benar nggak ada fikiran untuk meninggalkan Arema.

T : Sejak kapan suka dengan Arema?
S : Mulai suka dengan Arema sejak saya di akademi menjadi anak gawang. Waktu itu Arema diasuh oleh Bendol, dan yang membuat saya lebih suka di Arema ada Firman Utina.

T : Kenapa kok memilih untuk bermain di Arema, apakah memang cita - cita?
S : Dari dulu memang bercita cita ingin main di Arema, namanya saja orang Malang siapa sih yang nggak kepingin membela tim kebanggaannya sendiri.

T : Selain bercita cita menjadi pemain bola, ada nggak cita cita yang lain?
S : Hahahaha. . .!!!!!

T : ???*#??!??$??! (TSE bingung)
S : Ada, cita cita masa kecil. Jadi tentara, hehehehe. . ( Sunarto menunjukkan foto keren masa kecilnya yang memakai baju tentara )

Yeah sosok Tentara adalah angan masa kecil dia. Sunarto dengan seragam tentara masa kecil sangat bangga jika suatu saat dirinya menjadi tentara. Selain itu rumahnya dekat dengan Lanud Abdurrahman Saleh membuat dia seringkali melihat hilir mudik para tentara di depan rumahnya.

T : Kenapa kok memilih nomor punggung 15 bukan nomor yang lain?
S : Sebenarnya saya nggak suka sama nomor 15, saya lebih suka nomor 8 atau 10. Tapi mau gimana lagi, diberi 2 pilihan hasilnya juga 15, yaa saya pakai aja lah.

T : Tapi membawa hoki kan. . .??
S : Hehehehe. . Alhamdulillah membawa hoki juga. . Hehehehe. .

T : Gol pertama kali diciptakan waktu lawan mana?
S : Waktu Arema lawan Mojokerto saat piala Indonesia.

Gol inilah yang selalu dikenang, ketika itu Arema mendapatkan kesempatan untuk menggelar pertandingan kandang di Piala Indonesia. Sunarto yang dipilih Robert Rene Albert menghadapi Mojokerto Putra menyambut kesempatan ini dengan sangat antusias. Dia ingin membuktikan bahwa dia bisa mencetak gol. Ajang pembuktian ini sangatlah berhasil karena Sunarto berhasil mencetak gol untuk kemenangan Arema.

http://wearemania.net/images/berita/2011_03/2011_03_11_Sunarto_2.jpg

Gol Sunarto Saat Di Arema di Cetak Ketika Melawan Mojokerto Putra (Foto : Danny Nurris FB)



T : Saat laga ini, siapa lawan yang terberat?
S : Sejak putaran pertama sudah terlihat, Persipura, Sriwijaya FC dan Persija menurut saya adalah lawan yang terberat.


T : Ada nggak, pemain yang paling sulit dilewati?
S : Purwaka, dia paling sulit untuk saya. Sudah kuat, cepat, pokoknya sulit dilewati lah. .

Untuk bek lawan, agaknya pemain asing lebih sulit dilewati daripada pemain lokal, terutama yang berbadan tinggi besar.

T : Perasaannya gimana waktu bisa menjebol gawang Persipura?
S : Senang banget lah pastinya. .

T : Saat perayaan gol kenapa tangannya membentuk hati? Buat siapa tuuuu. .?? Ehem ehemm. .
S : Lhoh, itu spesial buat ibu kok, kan ibu segala galnaya buat saya. Bukan buat siapa siapa kok selain ibu.

Ibuku adalah sosok yang tangguh, kami memang bukan dari keluarga yang berada sehingga hidup susah kami lalui untuk menjadi pemain sepakbola ini. Gol itu tentu saja juga untuk Aremania, karena sepanjang babak mereka sudah memberikan dukungan yang maksimal.

http://wearemania.net/images/berita/2011_03/2011_03_11_Sunarto_3.jpg

Selebrasi Gol Cinta Dari Sunarto

T : Ouwwww. . Buat ibu. Terus, pacar anak mana nih. .?
S : Pacar?? Nggak dulu lah ( wajahnya terlihat sedikit malu nih, wuah. . Jangan-jangan, heheeheee. .)

T : Ahh. . Yang bener. .
S : Bener. . Fokus sepak bola dulu lah. .

Hayo ladies?? Aremanita,,,, Sunarto masih Jomblo ganteng dan keren loh..... Siapa mau?

T : Kami kira potong rambut setelah pertandingan lawan Persipura disuruh sama pacar?
S : Nggak lah!! ( Semangat banget jawabnya). Memang sudah panjang aja, jadi ingin potong.

T : Selain sepak bola, ada nggak kegiatan selain itu untuk mengisi waktu senggang?
S : Yaaa. . paling paling di rumah saja, kalau nggak main Play Station mancing lebih sering. Mancing itu bisa melatih kesabaran, jadi enjoy saja rasanya bisa tenang.

T : Ada nggak makanan yang paling disuka di kota Malang?
S : Bakso lah pastinya, kan nenekku jualan bakso di pasar Pakis. Kalau lagi kepingin tinggal pergi saja kesana. ( wuah. . kapan kapan boleh mampir nih. . Hehehe. . )
T : Terima kasih ya atas waktunya. . Semoga sukses selalu, Amin. .
S : Iya, sama sama. . Amin. .


Gunakan tombol ← → di keyboard Anda untuk berita lainnya














Beto Goncalves tak bisa ikut ke Bandung saat Arema menantang Persib (13/04) karena diare. Dia bahkan sempat memamerkan perutnya kepada Victor Igbonefo di sesi latihan terakhir.