Kami (Hanya) Tidak Ingin Nama Arema Hilang

Reporter : WeAremania
Nama Arema lebih berharga dari kata yang mengikuti di belakangnya

Wearemania.net - Melihat pendapat dan komentar di akun media sosial beberapa teman Aremania (oknum Aremania, bila kita tidak menggolongkan pendapat mereka sebagai pendapat bulat dari kelompok suporter Aremania) mengenai penggunaan nama "Cronus" sebagai pelengkap nama Arema rasanya saya juga tertarik untuk menulis artikel ini. Akan tetapi, mohon maaf sekali, tulisan saya ini hanya pendapat pribadi saya. Jangan tersinggung karena kita memang sama-sama mencintai Arema dengan cara kita masing-masing.

Pandangan saya mengenai komentar-komentar ketidaksetujuan tersebut, saya merasa bangga bahwasannya kita sama-sama kritis dan peduli terhadap Malang, Arema dan sejarah perjuangan klub ini. Kita sama-sama tidak ingin klub kesayangan warga Malang dan seantero jagad yang mengaku Aremania ini hilang hanya karena ulah segelintir orang yang tidak bertanggung jawab yang hanya memikirkan mencari keuntungan dari sebuah produk (dalam hal ini klub sepakbola Arema) tanpa memikirkan kepuasan customer (Aremania). Rasa kebanggaan kita terusik, jiwa kedaerahan kita berontak, harga diri kita sebagai Aremania mungkin juga terlukai. Hal yang seperti ini memang wajar, Inilah fanatisme dan kecintaan kita semua terhadap Arema.

Akan tetapi, kita juga sebagai orang yang cinta Arema hendaknya mengerti dan paham akan kebutuhan tim itu sendiri. Kita tidak bisa menggeneralisasikan bahwasannya penggunaan embel-embel nama lain di belakang nama klub sangat tidak relevan atau hanya bisa-bisanya manajemen untuk menghilangkan Arema dari Malang atau bahkan mencap manajemen cari untung semata dari nama itu.

Kita sudah memasuki sepakbola industri. Pemain bola juga butuh menghidupi keluarganya. Selama penggunaan embel-embel nama "Cronus" tidak mengubah nilai histori dari Arema itu sendiri kenapa tidak? Banyak di luar negeri sana klub-klub yang kita kenal sekarang dulunya bukan bernamakan yang kita kenal saat ini. Pasti yang baca tulisan saya protes dan membandingkan dengan klub luar negeri yang dimiliki oleh satu individu atau beberapa individu tidak mencantumkan nama pemilik atau investornya ya?

Jelaslah, yang memiliki mereka kan individu dan kebanyakan individu tersebut punya bisnis lain selain sepakbola (Maaf jika pengetahuan saya kurang ya. Hehe). Coba kita tengok beberapa klub basket/klub voli di Indonesia yang investor-investornya perusahaan swasta atau BUMN, pasti ada embel-embel perusahaannya bukan? Nah, sama halnya dengan klub kita tercinta ini. Sebuah perusahaan yang punya embel-embel "Cronus" menginginkan bahwasannya Arema diembel-embeli "Cronus". Toh, mereka memberikan kompensasi kucuran dana untuk membiayai Arema juga bukan?

Jangan terlalu suudzon kepada manajemen bahwasannya mereka akan mengambil Arema dengan cara halus. Selama kita tidak mempunyai data dan sumber yang valid untuk membuktikan pernyataan pendapat teersebut, maka itu hanya akan menjadi fitnah.

Di sisi lain, manajemen juga hendaknya tetap mendengarkan aspirasi para suporter. Dalam artian, kita semua hanya tidak ingin nama Arema sebagai klub sepakbola hilang. Jangan sampai sejarah perjuangan para founding father Arema itu terlukai. Arema tidak hanya klub sepak bola, Arema adalah identitas kami sebagai orang Malang. Orang Malang kesuwur sebagai Arema. Orang Malang bangga sebagai bagian dari Aremania. Ketika Arema dihilangkan sebagai klub sepakbola dari Malang, maka Anda sudah mencabut simbol Arema dari hati kami. Tidak akan ada lagi Bakso Arema, Tambal ban Arema, Distro Arema atau yang lain. Mungkin seantero Malang dan seluruh Aremania di jagad raya ini juga siap melawan manajemen jika sampai mengusik keberadaan Arema dan nilai-nilai sejarah yang terkandung di dalamnya.

Jadi sekali lagi, kritikan membangun untuk manajemen memang perlu. Komentar pedas untuk mencambuk manajemen agar memperhatikan kepuasan Aremania juga penting. Perbedaan pendapat pun wajar karena kita memang mempunyai otak yang berbeda beda. Tapi kita jangan terlalu sibuk mengurusi penggunaan nama "Cronus" sebagai embel-embel nama Arema. Nama Arema lebih besar daripada "Cronus", bahkan lebih besar daripada nama Indonesia sendiri. Buktinya, Aremania di tribun selalu menyanyikan "Mau jadi apa INDONESIA tanpa AREMA?".

Banyak hal yang perlu dibenahi dari kita (termasuk saya sendiri) sebagi individu yang dengan lantang mengucapkan SAYA AREMANIA!! Tunjukkan langkah kongkrit kita. Jangan tanyakan apa yang sudah manajemen lakukan untuk Arema, tapi tanyakan apa yang sudah kita lakukan untuk Arema. Bukankah begitu lebih bijak? Karena kita bisa seiring sejalan membangun Arema sesuai dengan porsi dan kapasitas kita masing-masing. Manajemen menjalankan, kita dukung sepenuhnya. Akan tetapi kalau manajemen tidak berjalan semestinya sehingga menyebabkan Arema hancur, kita kritisi bersama-sama.

*kiriman dari Sam Aziz Cahyono

Komentar Aremania

Jadwal Pertandingan

VS
Liga 1 - Stadion Kanjuruhan Malang (25/10/2017 - 18.30 WIB)
Jadwal Selengkapnya

Jadwal Pertandingan

1 - 1
Liga 1 - Stadion Jakabaring Palembang (20/10 - 15.00 WIB)
Hasil Selengkapnya