Arema 4GPlus

Reporter : Agung Prima

Wearemania.net - Judul di atas mengarahkan cara pandang pada suatu teknologi komunikasi terbarukan, yaitu 4G. Tahap perkembangan teknologi diawali 1G, lalu 2G, dilanjutkan 3G. Tahap perkembangan tentu membawa kemajuan, pekembangan dan efisiensi alat dan cara berkomunikasi. Lalu, pertanyaannya, apa hubungan Arema dengan 4G, apalagi 4GPlus?

Jika teknologi komunikasi dari waktu ke waktu mengalami kemajuan maka Arema pun juga mengalami kemajuan dan perkembangannya. Arema merupakan kumpulan individu dengan berbagai hal, potensi, cara padang, pola pikir, dan olah rasa.

Pada tulisan ini disajikan perkembangan Arema dikategorikan dalam empat tahap yaitu Generasi Penonton, Generasi Pengarah, Generasi Pemicu dan Generasi Plus. Apa dan bagaimana tahapan dalam tiap generasi? Selamat membaca.   

Generasi Penonton

Sistem Sosial pada negerasi ini, solidaritas alamiah terasa kuat. Identitas kelompok terbangun
nilai norma sosial masih sebatas kebiasaan penonton. Lokasi sesama sebatas pinggir lapangan pertandingan sepak bola. Batas wilayah supporter hanya daerah dalam satu Kota Malang. Tujuan individu mencari hiburan. Dan, sebatas penonton bertepuk tangan berteriak. Serta, individu hanya laki-laki. Aktivitas hanya kumpulan-kumpulan hendak menonton pertandingan sepak bola.

Latar Budaya. Individu suka dan hobi olah raga khususnya sepak bola maka menonton. Individu memberi dukungan sebatas berteriak "Ayoo..ayooo tending," dan tepuk tangan atau bahkan berteriak-teriak. Berteriak menyalahkan pemain atau wasit.

Latar Ekonomi. Individu latar ekonomi pada level menengah bawah. Sepak bola dipandang sebagai olah raga masyarakat bawah, kampungan, kumuh, kotor, atau lusuh. Individu penonton sepak bola dikonotasikan tidak punya pekerjaan tetap, bahkan tidak punya pekerjaan. Kecenderungan pekerjaan penonton pada generasi ini ialah non-formal.

Latar Sosial. Individu menonton sepak bola sebatas bertemu secara face-to-face. Pertandingan dilaksanakan sore hari, sebagai kegiatan bersilahturahmi semata. Menonton pertandingan bersama anak. Interaksi antar penonton sebatas tempat publik untuk berinteraksi, ngobrol-ngorol di sore hari. Tentu lebih unsur ketidaksengajaan bertemu di lapangan pertandingan sepak bola.

Latar Simbolik. Individu menonton sepak bola memberikan simbolik melalui terikan, tepuk tangan, gerakan tubuh. Teriakan, tepuk tangan, gerakan tubuh sepenuhnya terlepaskan untuk pertandingan sepak bola. Penggemar sepak bola secara spontan, alamiah mengekspresikan dukungan melalui ucapan, teriakan, tepuk tangan dan gerakan tumbuh sebagai bentuk dukungan pertandingan.

Generasi Pengarah

Sistem sosial pada fase ini adalah jejaring sosial yang makin menyebarluas. Identitas kelompok membangkitkan fanatisme. Sistem sosial di luar kelompok diterabas, lahirlah loyalitas tanpa batas. Lokasi titik temu suporter Arema makin terbuka, bahkan mulai masuk di ruang-ruang publik. Titik temu suporter makin menyebarluas di berbagai lokasi Indonesia. Individu mendukung, membela klub Arema. Lebih dari menonton, tapi menyanyi, menari, koreografi  berkarya demi suporter Aremania. Penonton bahkan suporter berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Aktivitas suporter mulai ditata, dan diatur. Namun muncul kebanggaan berlebihan Arema adalah juga diriku, siap kubela. Bahkan siap melanggar demi Arema.

Latar Budaya. Yang sebelumnya lebih pada unsur individualistik, pada generasi ini mulai lah membentuk "kami". Individu-individu face-to-face mulai lah mengumpul dalam satu wadah. Wadah "kami" sebagai manifestasi dukungan pada tim sepak bola. Wadah "kami" ini secara khusus mendukung. Setiap tim sepak bola bertanding wadah "kami" selalu hadir.

Latar Ekonomi. Individu pada generasi ini mulai merambah bukan hanya kaum setengah menganggur tetapi melebar kaum menengah. Pekerjaan mulai jelas. Kondisi ekonomi sedikit lebih mapan. Sehingga kategori individu berdasar faktor pekerjaan mulai meragam. Pengangguran, setengah pekerjaan, non-formal dan mulai pekerja formal.

Latar Sosial. Wadah "kami" oleh generasi ini mulai dibuatlah suatu sub-sub wadah. Sub-wadah ini pun terbentuk secara spontan dan alamiah. Solidaritas dan faktor suka sepak bola menjadi "bensin" koordinasi individu. Pembagian-pembagian mulai dilakukan pada generasi ini.

Latar Simbolik. Wadah "kami" merupakan cikal bakal lahirnya "identitas" wadah. Identitas dirasakan oleh generasi ini dinilai penting. Identitas sebagai alat untuk menyatukan individu-individu.

Generasi Pemicu  

Sistem sosial suporter terkendalikan dengan aturan tidak tertulis yaitu consensus. Identitas kelompok mulai diperbaharui. Pola perilaku pun tertata. Terpicu kesadaran melanggar nilai norma sosial merugikan diri sendiri terlebih bagi klub Arema. Lokasi makin kuat dan terbukti semboyan "Arema tidak ke mana-mana tetapi ada di mana-mana" ini menjadi pemicu kesadaran bahwa Aremania adalah aset. Bahkan makin mendunia suporter Arema di belahan dunia. Salah satu aspek asetnya ialah individu. Tiap individu ikut bergerak mempublikasikan dan makin berkreasi sesuai potensi individu itu sendiri. Menciptakan hal-hal inovatif. Keterlibatan mulai meluas yaitu laki-laki, perempuan bahkan keluarga besar (suami-istri-anak-menantu). Aktivitas makin dikendalikan seperti kegiatan edukasi terus digiatkan. Wadah-wadah baru "sayap" Aremania bermunculan. Sadar konsesus komunitas dan aturan hokum. Perkembangan pada generasi ini tidak bisa dilepaskan dari eforia masyarakat terhadap sepak bola. Sepak bola sungguh memiliki sisi hiburan atau entertainment.

Latar Budaya. Generasi ini sungguh terbantu oleh perkembangan teknologi. Teknologi sangat membantu menyebarluaskan budaya suporter di tempat lain. Perbedaan kondisi geografis tidak menjadi masalah dalam proses menyebaruasan wadah "kami" atau identitas komunitas. Generasi ini menjadi pemicu, inpirasi bagi individu-individu sebagai sesama suporter.

Latar Ekonomi. Generasi ini secara ekonomi makin beragam dalam hal pekerjaan. Bukan hanya pengangguruan dan setengah formal dan informal saja kalangan pekerja menengah atas mulai tertarik terhadap dunia suporter. Secara ekonomis generasi ini finansial semakin tidak menjadi masalah terkait aktivitas suporter. Demi kepemilikan identitas generasi ini mulai mampu meningkatkan identitas sebagai roda ekonomi.

Latar Sosial. Tekonologi makin memudahkan berinteraksi, jejaring sosial bukan hanya kesamaan domisili dan teritorial semata. Teknologi mampu menjangkau individu wadah "kami" demi identitas kolektif. Pranata komunitas makin kuat seiiring kemajuan dan perkembangan cara pandang, pola pikir dan tindakan generasi ini.

Latar Simbolik. Lagi-lagi kecanggihan teknologi sangat membantu penyebarluasan, penanaman, penguatan identitas kolektif. Generasi makin gencar sebagai bentuk melek-teknologi. Bahkan dampak teknologi generasi ini memicu generasi lain karena melihat mengikuti informasi di media sosial.

Generasi Plus

Sistem sosial satu sisi makin ketat karena menyangkut keberlangsungan klub Arema. Sistem sosialnya makin terbuka "siapa pun". Kompleksitas memiliki dua sisi. Lokasi keberadaan Arema makin mengglobal. Di mana ada Arek Malang di situ ada Aremania. Teknologi membatu menyebarluaskan keberadaan Arema. Individu Aremania makin terbuka siapa pun bisa jadi Arema. Percampuran kebudayaan membuka peluang non-Ngalam, bisa jadi Aremania. Individu kreatif makin terwadahi dan tersalurkan. Aktivitas tidak hanya mendukung Klub Arema tetapi makin variatif, namun tetap kreatif-produktif-konstruktif. Berbagai kegiatan positif bermunculan. Kegiatan mulai menuju ke dimensi ekonomi makin kuat. Namun ada yang perlu diwaspadai aroma politik bisa "terarah" ke suporter Arema.

Latar Budaya. Individu pada generasi ini memasuki situasi "menembus  batas". Batas identitas lokal, biologis sudah tereduksi dengan makin cepat dan mudahnya interseksi aneka keragaman. Ide/pemikiran generasi ini sudah pada spiritual dan mewujudkan menjadi material dengan melibatkan berbagai macam keragaman.

Latar Ekonomi. Individu pada generasi ini profesi atau pekerjaan makin cair. Individu bukan sekedar bekerja tetapi melebar pada pemberdayaan komunitas. Memang pekerjaan formal tetap ada tetapi titik kesadaran pengembangan diri dan pemberdayaan orang lain secara bersama kita gencar.

Latar Sosial. Relasi komunikasi makin cepat, menyebarluasan, pranata komunitas makin kuat. Kuat bukan hanya sebatas kuantitas tetapi kualitas komunitas makin diperhitungkan. Meskipun solidaritas komunitas namun value komunitas perlu trus diperjuangkan di tengah tarik-menarik aneka kepentingan di sekitarnya.

Latar Simbolik. Individu pada generasi ini makin menguatkan identitas universal. Indentitas simbolik bukan lagi milik teritorial semata, melainkan simbol kebersamaan. Membangun kebersamaan. Kesadaran bersama bahwa kekuatan inidividu sangatlah terbatas tetapi kekuatan kebersamaan tidak terbatas. Maka kebersamaan adalah kekuatan symbol dengan daya energi melimpah.

Penutup

Arema 4GPlus bersimbolkan 4G+ artinya bisa Arema 4GTambah dan Arema 4GPositif. Arema 4G terus bertambah bukan hanya kuantitas tetapi kegiatan pun makin berkualitas. Aneka kegiatan makin menyebar, meluas di berbagai bidang kehidupan manusia. Kegiatan pada bidang humaniora terus ditumbuhkembangkan dan dilakukan dari waktu ke waktu. Komunitas-komunitas Arema 4G di berbagai daerah makin dirasakan manfaatnya bukan kerusuhannya. Arema 4G peka dan solider terhadap kehidupan berbangsa bernegara Indonesia.

Arema 4G positif bahwa positifnya Arema tidak sebatas lapangan hijau sebagai panggungnya. Value kompak, bersatu, menjungjung nilai sportifitas, nasionalisme lebih baik juga ditarik ke panggung sesungguhnya yaitu kehidupan bermasyarakat. Masyarakat adalah panggung sejati bagi Arema 4GPlus. Lapangan hijau adalah pagung gladi kotor bagi pribadi individu Arema 4GPlus. Arema 4GPositif, terus dikampanyekan dalam berbagai aspek seperti cara pandang, pola pikir, ucapan (no-misuh), tindakan (no-anarkhis), value universal (no rasis).

Lapangan sejati bagi Arema 4GPlus bukan hanya lapangan hijau tetapi dalam kehidupan bermasyarakat di manapun, dan kapan pun.

Ditulis oleh:
Engelbertus K. Widijatmoko, M. Pd
Dosen Universitas Kanjuruhan Malang
Sedang menempuh Studi S3
Universitas Negeri Semarang

 

Ikuti WEAREMANIA di LINE dan gabunglah bersama kami di BBM untuk mengikuti update tim Arema Indonesia paling lengkap dan cepat!

Komentar Aremania