Berkah Latihan di Kebun Raya Purwodadi

Reporter : WeAremania
Tekanan Aremania jadi salah satu kunci kebangkitan Arema FC (C) DANI KW

Wearemania.net - Akhirnya, Arema FC mampu bangkit dengan mengalahkan Bali United 2-0 di pekan ke-11 Liga 1, Sabtu (17/6/2017) malam. Kunci kemenangan di Stadion Gajayana Malang tersebut ada pada persiapan tim yang secara spesial dilakukan di Kebun Raya Purwodadi Pasuruan, Selasa (13/6) sore.

Dua gol kemenangan Arema yang dilesakkan Cristian Gonzales di menit 39 lewat eksekusi tendangan penalti dan di menit 51, bukan sekadar menghadirkan tiga poin bagi skuat Singo Edan. Namun, gol-gol tersebut sekaligus menjadi pemuas dahaga Aremania akan sebuah kemenangan tim kebanggaannya. Terlepas dari prosesnya yang berawal dari bola mati, dua gol itu menjadi cerminan dari keberhasilan tim pelatih yang dipimpin Aji Santoso dalam upaya mereka membangkitkan mental bertanding Johan Ahmat Farizi dan kawan-kawan. Semua tahu, dua pekan sebelumnya, berturut-turut Arema gagal menang. Setelah kalah 2-0 di kandang Persija Jakarta, skuat Singo Edan hanya bermain imbang 0-0 dengan Perseru Serui di kandang sendiri.

Untuk menghadapi Bali United yang notabene baru kalah di kandang sendiri pada pekan sebelumnya saja, Arema terbilang melakoni persiapan spesial. Mereka memang tak mau main-main, sebab Aji sang pemegang pucuk pimpinan staf pelatih sudah menyatakan laga tersebut sabagai laga terakhirnya jika Arema gagal menang. Tentu saja, sedikit banyak hal tersebut memotivasi sang pelatih untuk menyiapkan tim sebaik mungkin. Tak heran jika persiapan istimewa di luar kota pun digelar.

Sehari sebelumnya (12/6), Arema juga melakukan persiapan di luar lapangan dengan berlatih di pusat kebugaran UB Center. Lebih dari sekadar latihan fisik, sejatinya sesi latihan ini digeber dalam rangka team building. Salah satu tujuan utamanya jelas, yakni membangkitkan semangat juang para pemain untuk lepas dari tekanan harus menang.

Pun demikian dengan sesi latihan jauh di Kebun Raya Purwodadi Pasuruan. Keputusan tersebut memang terbilang 'gila' dan cukup kontroversial. Mungkin, banyak pihak yang menduga langkah tim pelatih membawa pemain berlatih tanpa lapangan sepak bola ini sebagai sesuatu yang aneh. Mungkin tak sedikit pula yang menduga tim pelatih memberikan materi latihan fisik di tempat tersebut. Banyak pula yang mempertanyakan aksi tim pelatih yang memberikan latihan fisik di saat in-session, seperti saat pre-session. Namun, tak banyak yang tahu jika dalam sesi latihan itu pemain Arema bukan semata-mata latihan fisik, tapi lebih ke refreshing mental pemain itu sendiri yang jauh lebih penting dari menu latihan utama di lapangan sepak bola. Refreshing mental itu bagaimana pemain bisa bergairah lagi untuk menghadapi pertandingan selanjutnya, bersemangat lagi dan tentunya lebih kompak lagi secara tim.

Jika tahu kondisi sebenarnya dari mental penggawa Arema di pekan sebelumnya, maka Aremania tentu mendukung program latihan 'aneh' yang dicanangkan Aji Santoso dan tim pelatih. Terlebih cacian dan makian suporter usai pertandingan setelah gagal mengalahkan Perseru. Tentu sedikit banyak, 'ketidak-percayaan' suporter dalam bentuk verbal itu bukan membangkitkan, malah menjatuhkan mental bermain mereka. Itulah tugas berat lain tim pelatih di tengah tuntutan untuk mundur.

Kebangkitan mental tim itu tampak dari cara pemain menguasai bola. Dengan percaya diri, mereka berusaha memainkan bola dari kaki ke kaki dan sejenak melupakan umpan panjang langsung dari lini belakang ke depan. Meski terkesan lebih menunggu di awal babak pertama, selanjutnya aliran bola lebih lancar, sehingga menghasilkan beberapa peluang di depan gawang Bali United.

Selain keberhasilan dari segi mental, tim pelatih Arema mampu memainkan taktik dan strategi yang tepat dalam meredam kelebihan Bali United. Ada tiga poin penting sebagai kunci utama. Pertama, tim pelatih mencoba mematikan kunci dari build up serangan Bali United dengan pressing di dua gelandang mereka, I Gede Sukadana dan Nick vander Velden. Kedua, kekuatan Bali United dari kecepatan dua sayapnya, Yabes Roni dan Irfan Bachdim mampu diredam. Terakhir, instruksi paling penting dalam laga tersebut adalah melupakan Loco-sentris dengan jangan selalu mengharapkan Cristian Gonzales untuk mencetak gol, tapi berusaha masing-masing untuk membuat gol saat ada peluang. Sebab, lawan dipastikan akan fokus menjaga pemain berjuluk El Loco tersebut. Jika lawan lengah baru bisa diumpan ke penyerang gaek tersebut. Hasilnya, dua gol mampu dibuatnya, terlepas dari prosesnya yang tercipta dari bola mati. Hilangnya Loco-sentris itu tampak dari banyaknya peluang dari pemain lain, seperti Dendi Santoso dan Hanif Sjahbandi. Loco-sentris memang menjadi masalah Arema yang belum terpecahkan di beberapa pertandingan terakhir, sehingga saat si penyerang 'dimatikan lawan', Arema pun paceklik gol. Kalau masing-masing pemain juga mau dan berani mengancam gawang lawan, pasti konsentrasi lawan akan terpecah. Satu hal lagi, El Loco pun harus sadar dan mengerti bahwa bola tak harus selalu diberikan kepadanya untuk menciptakan gol.

Lebih daripada itu semua, sejatinya ketegaran tim pelatih yang dipimpin Aji Santoso dalam menghadapi situasi penuh tekanan kemarin harus diapresiasi. Atau, kalau pun Aremania ogah mengakuinya, mungkin lebih pantas menyebut kekompakan seluruh elemen Arema menghadapi situasi sulit kemarin adalah salah satu solusi tepat untuk mengingkatkan performa tim, sekarang dan nantinya.

 

Ditulis oleh: Abah Ongis

 

Ikuti WEAREMANIA di LINE dan gabunglah bersama kami di BBM untuk mengikuti update tim Arema Indonesia paling lengkap dan cepat!

Komentar Aremania

Jadwal Pertandingan

3 - 2
Liga 1 - Stadion Segiri Samarinda (18.30 WIB)
Hasil Selengkapnya

Jadwal Pertandingan

5 - 3
Liga 1 - Stadion Kanjuruhan Malang (18.30 WIB)
Hasil Selengkapnya