Jangan Berharap Pada Dewi Fortuna untuk Ketiga Kalinya

Reporter : WeAremania
Bustomi jatuh bangun di lini tengah Arema (C) DANI KW

Wearemania.net - Jika tidak ingin disebut suatu kesalahan, maka terlalu naif jika berharap pada Dewi Fortuna yang bakal menghadirkan keberuntungan untuk yang ketiga kalinya. Hal itulah yang terjadi saat skuat Singo Edan takluk di kandang sendiri 2-0 atas Persipura Jayapura di pekan ke-15 Liga 1, Minggu (16/7/2017) malam lalu.

Sebenarnya, tak ada yang salah dengan komposisi pemain dalam starting eleven yang diturunkan pelatih Aji Santoso. The Winning Team yang mempersembahkan dua kemenangan 'dramatis' (jika tak mau disebut keberuntungan) dari Sriwijaya FC dan Persegres Gresik United. Merekalah pemain-pemain yang gigih memperjuangkan kemenangan 3-2 setelah sebelumnya sempat tertinggal lebih dahulu dari lawan.

Yang jelas, tak ada barisan pemain U-22 yang mungkin bisa dikambinghitamkan saat tim ini tak mampu mendapatkan hasil maksimal. Nyatanya, mereka tak mampu mengalahkan Persipura yang menurunkan bintang-bintang mudanya macam Prisca Womsiwor, M Tahir, dan Yan Pietr Nasadit justru lebih unggul dalam efektivitas dalam menyerang, meski kalah secara penguasaan bola dari tuan rumah.

Begitu kebobolan 1-0 lewat gol Ruben Sanadi di menit 20, kepanikan seolah menyergap, tak terkecuali pada tim pelatih yang berada di bench. Lihat saja, bagaimana Ahmad Bustomi yang dinilai main tak terlalu buruk oleh Aremania langsung ditarik keluar di menit 30 digantikan Dedik Setiawan. Jika tak mau berprasangka negatif pada tim pelatih, pergantian ini karena mereka ingin tim ini tampil lebih menyerang dengan menurunkan lebih banyak pemain depan, meski mengorbankan satu gelandang. Pertimbangannya mungkin karena Dedik sempat mencetak gol penentu di pekan sebelumnya ke gawang Persegres.

Sayangnya, serangan-serangan yang dilakukan penggawa Singo Edan kurang efektif. Pressing ketat yang dilakukan tim tamu sukses membuat Arema frustrasi. Hal ini diperparah dengan penampilan beberapa pemain kunci yang tidak se-edan sebelumnya. Sebagian besar pemain Arema pun masih tampak kelelahan. Tak heran jika kemudian Dendi Santoso dan Esteban Vizcarra ditarik keluar digantikan Juan Pablo Pino dan Ferry Aman Saragih. Hal itu setidaknya menjadi bukti program individual recovery training yang diberikan pelatih Aji Santoso gagal dimaksimalkan pemain.

Kelelahan pemain Arema itu yang mampu dimanfaatkan Persipura dengan baik. Senjata Arema di dua laga terakhir untuk membalikkan skor, yakni bola-bola mati justru 'ditikamkan' Persipura untuk menghabisi mereka. Terbukti, memasuki 10 menit terakhir, serangan balik tim berjuluk Mutiara Hitam itu menghasilkan beberapa kali peluang lewat tendangan bebas dan sepakan pojok, yang salah satunya mampu dikonversi menjadi gol kedua lewat tandukan Yan Pietr Nasadit.

Makin fristrasilah para pemain Arema menghadapi ketinggalan 2-0. Berharap Dewi Fortuna membantu membuat tiga gol dalam waktu kurang lebih lima menit plus injury time untuk membalikkan skor layaknya Manchester United yang memukul balik Bayern Munchen sebelum mengangkat Piala Champions 1998-1999 silam? Bukan hal yang mustahil, tapi kurang realistis juga.

Andai saja keberuntungan itu terjadi sampai tiga kali beruntun, mungkin hadiah yang lebih berharga ketimbang piring cantik atau payung cantik layak diberikan pada penggawa Singo Edan. Sayang, skor 2-0 sebagai kekalahan perdana di kandang sendiri harus disesali, seiring kekecewaan 13 ribuan Aremania yang hadir di tribun Stadion Kanjuruhan Malang.

 

Ditulis oleh: Abah Ongis

 

Ikuti WEAREMANIA di LINE dan gabunglah bersama kami di BBM untuk mengikuti update tim Arema Indonesia paling lengkap dan cepat!

Komentar Aremania

Jadwal Pertandingan

VS
Liga 1 - Stadion Kanjuruhan Malang (25/10/2017 - 18.30 WIB)
Jadwal Selengkapnya

Jadwal Pertandingan

1 - 1
Liga 1 - Stadion Jakabaring Palembang (20/10 - 15.00 WIB)
Hasil Selengkapnya