Ketika Singo Edan Kekenyangan Nasi Padang

Reporter : WeAremania
Johan Farizi dkk gagal hindari kekalahan di Padang (C) DANI KW

Wearemania.net - Singo Edan tak mampu mengaum di Stadion Haji Agus Salim Padang seolah kekenyangan nasi Padang. Hal itulah yang tergambar dari skor 2-0 untuk kemenangan tuan rumah Semen Padang di pekan ke-16 Liga 1, Jumat (21/7/2017) malam.

Dari daftar susunan pemain yang diturunkan pelatih Aji Santoso, bau-bau kekalahan pun sudah tercium. Mulai dari tak mainnya kiper utama Kurnia Meiga, yang digantikan Dwi Kuswanto. Dimainkannya bek sayap, Syaiful Indra Cahya di posisi stopper mendampingi Arthur Cunha pun turut berpengaruh.

Upaya tuan rumah untuk mendominasi permainan sejak menit awal babak pertama sejatinya sempat berhasil diredam, meski sesekali Syaiful sempat kecolongan. Setidaknya, hingga menit 40 barisan pertahanan skuat Singo Edan mampu menahan gempuran Marcel Sacramento dkk.

Namun, petaka bagi Johan Farizi dkk justru datang jelang turun minum. Adalah Vendri Mofu yang akhirnya menjebol gawang Arema yang dikawal Dwi di menit 43'. Gol itu tercipta sepertinya karena faktor stamina yang menyebabkan konsentrasi barisan pertahanan melemah. Terlebih tekanan suporter tuan rumah yang terus meneror pemain di lapangan.

Tertinggal 1-0, Aji berupaya mengubah daya serang skuat asuhannya. Ferry yang mungkin tak sesuai dengan ekspektasi ditarik keluar digantikan Ahmad Bustomi. Tujuannya sudah bisa ditebak, mereka ingin lebih unggul dalam penguasaan bola di lini tengah, mengingat tugas si pemain sebagai pengalir bola dan pengatur serangan. Dan, itu berhasil!

Setidaknya, keberhasilan itu terlihat dari hadirnya sebuah peluang dari penetrasi Esteban Vizcarra di sisi kanan pertahanan Semen Padang. Bola yang dikirimkannya dengan kaki kiri ternyata menyentuh tangan Cassio de Jesus yang berupaya menghadang pergerakan tersebut. Penalti!

Sontak gelombang protes berdatangan dari pemain tim berjuluk Kabau Sirah itu. Namun, wasit Abdulrahman Salasa tak bergeming. Hanya saja, protes keras dari pelatih tuan rumah, Nil Maizar sempat menunda eksekusi penalti Arema. Psywar tersebut seakan berhasil menciutkan nyali Cristian Gonzales selaku sang eksekutor. Benar saja, bola hasil tendangan pemain berjuluk El Loco itu membentur tiang gawang Semen Padang sebelah kiri. Gagal lah peluang Arema menyamakan skor.

Meski tak diakui Aji dalam sesi jumpa pers, kegagalan menyelesaikan tugas itu membuat Gonzales ditarik keluar di menit 67. Pelatih 47 tahun itu lebih memilih memasang Dedik Setiawan sebagai targetman ketimbang menduetkannya dengan Loco. Upaya menggempur pertahanan Semen Padang berbuah beberapa peluang, yang lagi-lagi terbuang sayang. Senjata terakhir Aji dimasukkan di menit 75 di mana Dendi Santoso menggantikan Juan Pablo Pino. Penampilan marquee player itu sebenarnya cukup militan dalam menggalan peluang dari sektor sayap. Namun, lagi-lagi masalah stamina.

Asyik menyerang, jala gawang Arema justru bergetar untuk kedua kalinya. Sudah bisa ditebak, Semen Padang yang lebih memilih menunggu bola dan mengandalkan serangan balik berhasil memaksimalkan peluang tersebut di menit 81. Irsyad Maulana yang melakukan solo run usai merebut bola di garis tengah lapangan sukses mengirimkan umpan manis membelah posisi dua stopper Arema. Bola diterima dengan baik oleh Marcel Sacramento. Usai mengecoh Arthur sejenak, tendangan pelan dilepaskan. Dwi yang terlanjur keluar dari sarangnya tak mampu menghentikan bola yang masuk ke gawangnya.

Mengesampingkan faktor konsentrasi di penghujung laga yang menurun, Aji mengklaim gol kedua itu agak sedikit berbau kotroversial. Menurutnya sebelum bola masuk ke gawang Arema, Sacramento ditudingnya melakukan pelanggaran terhadap Arthur. Apa pun itu, di depan mata Arema harus mengakui keunggulan Semen Padang dua gol tanpa balas.

Satu pelajaran yang mungkin bisa diambil selain menyalahkan wasit, adalah menjaga konsentrasi sepanjang 90 menit hingga peluit panjang wasit berbunyi. Selama berada di atas rumput hijau, pemain sebaiknya melupakan sejenak masalah-masalah yang dapat mengganggu fokus mereka terhadap pertandingan jika tak mau kecolongan gol. Reading the game tentu tak akan berjalan tanpa fokus tersebut, sehebat apa pun kualitas si pemain.

 

Ditulis oleh: Abah Ongis

 

Ikuti WEAREMANIA di LINE dan gabunglah bersama kami di BBM untuk mengikuti update tim Arema Indonesia paling lengkap dan cepat!

Komentar Aremania

Jadwal Pertandingan

VS
Liga 1 - Stadion Kanjuruhan Malang (25/10/2017 - 18.30 WIB)
Jadwal Selengkapnya

Jadwal Pertandingan

1 - 1
Liga 1 - Stadion Jakabaring Palembang (20/10 - 15.00 WIB)
Hasil Selengkapnya