Pengakuan Aremania yang Selamatkan Viking di Kanjuruhan

Reporter : WeAremania

Wearemania.net - Banyak komentar miring yang menyudutkan Aremania usai terjadinya insiden yang melibatkan sekelompok oknum Aremania yang diduga menganiaya empat orang Viking yang datang ke Stadion Kanjuruhan Malang. Namun di balik insiden itu, ada pengakuan mengejutkan dari seorang Aremania bernama Ofieq yang turut 'menyelamatkan' sekelompok pendukung Persib tersebut.

Seperti yang diketahui, ada segelintir Viking yang sengaja datang ke Malang untuk menyaksikan laga Arema FC vs Persib Bandung di pekan ke-19 Liga 1, Sabtu (12/8/2017) malam lalu. Beberapa di antaranya, terlibat pertikaian dengan oknum suporter tuan rumah di luar stadion usai pertandingan. Ada yang bilang insiden itu dipicu oleh 'kenekatan' Viking itu sendiri. Kabarnya, pendukung tim tamu itu 'menantang' melalui postingan foto di media sosial dengan menyebut mereka mampu menembus masuk ke kandang Arema. Apa pun itu, memang tindakan anarkis tidak dibenarkan untuk menghukum kesombongan tersebut.

Sekadar informasi, dulu, hubungan Aremania dengan kelompok suporter Bandung, Bobotoh dan Viking, cukup romantis. Namun, dalam perkembangannya, hubungan harmonis itu terusik dengan hubungan Aremania dan The Jakmania, pendukung Persija Jakarta, yang diakui atau tidak, merupakan 'musuh besar' kelompok suporter Bandung. Permusuhan Malang-Bandung semakin menjadi karna kelompok suporter Bandung menggandeng kelompok suporter Persebaya Surabaya, Bonekmanis, yang nyata-nyata merupakan 'seteru abadi' Aremania.

Usai insiden yang terjadi di luar Stadion Kanjuruhan itu, Aremania banyak mendapat tudingan telah mencederai upaya perdamaian yang digagas berbagai pihak untuk menyatukan semua elemen suporter Indonesia. Namun, tak banyak yang mengetahui fakta bahwa di balik insiden itu ada aksi terpuji yang dilakukan oleh Ofieq yang menyelamatkan sekelompok pendukung Persib yang datang ke stadion untuk menyaksikan tim kebanggaan mereka berlaga.

Awal cerita bermula dari keberangkatan Ofieq dengan kereta menuju ke Malang, bersama rekannya Aremania, dan seorang wanita yang disangkanya Aremanita. Sebut saja Satriyani. Namun, sampai di daerah sekitar Pekalongan ada satu wanita lagi yang menghampiri tempat duduk ketiganya. Sebut saja dia Bella yang memang kenal dengan Satriyani. Keduanya mengaku seorang Lady Vikers, sebutan bagi pendukung wanita Persib. Seperti yang sudah diduga Ofieq, keduanya meminta bantuan agar aman saat berada di dalam Stadion Kanjuruhan.

"Saat turun di Stasiun Kotabaru, Bella sudah ada yang jemput, dia Aremania dari Lowokwaru, lalu Satriyani ikut ke rumah bersama satu teman saya Aremania, saya dan keluarga sengaja menjamu mereka berdua di rumah," ungkap Ofieq kepada WEAREMANIA.

Keesokan harinya, tanpa diduga Ofieq, ada sebuah mobil berisi empat laki-laki dan dua wanita yang tiba di depan rumahnya. Setelah ditanya, ternyata mereka adalah Viking Gresik yang datang atas undangan Satriyani. Tujuan mereka sama, yakni meminta perlindungan agar aman saat menonton pertandingan di Stadion Kanjuruhan.

Ofieq pun mencarikan 10 lebar tiket pertandingan untuk sekelompok Viking tersebut. Selama di Malang, Ofieq dan rekannya lah yang mengawal pendukung rival itu, termasuk saat mengambil tiket . Sebelum berangkat ke stadion pun mereka sempat sowan ke Masjid Tiban, di Sanan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.

Selama di perjalanan Ofieq tak hentinya berpesan kepada para Viking itu untuk tidak mengeluarkan atribut apa pun yang berbau Persib. Pokoknya di stadion harus menuruti kata-katanya kalau mau aman. Setelah pintu stadion dibuka meraka langsung 'digiring' masuk. Selesai pertandingan pun, Ofieq dan rekannya juga masih sempat mengajak Viking nongkrong di tribun lapangan basket, sebelah barat pintu masuk VIP.

"Saat itu pula sempat ada pengeroyokan terhadap beberapa anak yang diduga Viking, tapi mereka semua saya suruh tenang agar aman, setelah itu mereka saya evakuasi ke parkiran dekat jalan raya," imbuhnya.

Saat itu, salah satu dari Lady Vikers yang bersamanya mendapat telepon dari seorang teman yang bernama Wienda, yang bilang kalau dia lagi dikepung oleh oknum Aremania. Mendapat kabar tersebut, Ofieq bergegas mencarinya, dan akhirnya Wienda ditemukan di dalam sebuah tempat karaoke di Kepanjen. Kondisinya sudah ditolong oleh Aremania lain yang mengamankan.

"Saat itu pula si Wienda asmanya kambuh, jadi saya buru-buru membawanya ke mobil dan segera melarikannya ke rumah sakit, sengaja saya bawa ke Rumah Sakit Cakra Husada Turen untuk menghindari bayaknya Aremania di luar mobil, apalagi di dalam mobil saya juga masih ada anak Viking yang saya lindungi," terang Ofieq.

Selama di rumah sakit, Wienda terus menangis mencari empat teman laki-lakinya yang katanya pada lari entah ke mana saat terjadi insiden di luar stadion. Ofieq menyuruhnya tenang dulu, sambil menunggunya pulih. Setelah dibolehkan pulang oleh pihak rumah sakit, Winda langsung dibawa Ofieq ke rumahnya, bersama teman-temannya sembilan orang.

Sesampainya di rumah, para Viking itu mencari informasi keberadaan empat temannya yang lari tadi. Mereka dapat kabar kalau empat orang itu sudah berada d Rumak Sakit Kepanjen. Malam itu juga, ada seorang Viking lagi yang datang ke rumah Ofieq. Kemudian, Viking Gresik yang membawa satu mobil berpamitan pulang sekitar pukul 03.00 WIB. Sementara itu, Viking Surabaya yang baru datang ke rumah Ofieq paginya mengajak Wienda untuk melihat teman-temannya yang ada di Rumah Sakit Kepanjen. Di sana ternyata sudah ada admin Instagram @guwebobotoh, SCI (Suporter Cerdas Indonesia), dan nawak-nawak Aremania yang menjaga mereka.

"Tadinya, saya mau ikut bantu biaya pengobatan Viking yang jadi korban itu, tapi setelah saya tanya ternyata sudah ada sumbangan dari Pak Ummuh (Manager Persib), ya syukurlah," terang Ofieq.

Sore harinya, anak-anak Viking sudah bersiap menuju ke stasiun untuk pulang ke rumah masing-masing bersama Ofieq, kecuali satu korban yang masih dirawat di RS Kepanjen yang kabarnya masih menunggu jemputan keluarganya. Kebetulan ada nawak Aremania juga yang menjaganya demi menghindari terulangnya insiden sebelumnya. Satu lagi Viking naik bus menuju Surabaya.

Ofieq berkumpul satu gerbong dengan para Viking dan Lady Vikers yang 'dilindunginya', bahkan mereka yang memintanya sendiri. Satu persatu mereka turun di kota tujuan masing-masing dengan membawa cerita seru dan menegangkan dalam awaynya ke Malang, kota yang 'mendadak' jadi rival pendukung Persib lantaran sentimentil yang entah sampai kapan akan terus berlanjut.

Seharusnya lupakan rivalitas di luar 2x45 menit itu, karena semua pihak saat ini tengah mengupayakan perdamaian semua elemen suporter tanah air. The Jakmania didamainkan dengan Bobotoh-Viking, Aremania berusaha didamainkan dengan Bonekmania, begitu pula dengan Aremania dan Bobotoh-Viking, yang sejatinya 'hanya korban' dari permusuhan yang mengakar di hati para pendahulu mereka.

Dari lubuk hati yang terdalam, Ofieq berharap pertikaian yang tak berujung itu segera berakhir. Sebab, di tanah rantau, Aremania pun berupaya menumbuhkan perdamaian dengan semua suporter, termasuk pendukung Bandung dan Surabaya. Ia tak mau upayanya bersama nawak-nawak Aremania lainnya berakhir sia-sia dengan tetap jatuhnya korban dari kedua pihak. Setidaknya, dengan apa yang dilakukannya terhadap teman-teman Viking-nya, harapannya dapat meredam memanasnya hubungan antara Malang-Bandung beberapa hari ini. Lebih daripada itu, Ofieq juga berharap adanya kedewasaan dari oknum-oknum Aremania itu sendiri, demi benar-benar terciptanya perdamaian.

"Saya ke Malang ini niatnya mau nonton sepak bola dengan tenang bersama keluarga, tapi malah ada kejadian seperti ini, semoga semua pihak lebih bijaksana dalam bertindak, karena imbasnya juga menimpa Aremania rantau seperti kami ini," pungkasnya.

 

Ikuti WEAREMANIA di LINE dan gabunglah bersama kami di BBM untuk mengikuti update tim Arema Indonesia paling lengkap dan cepat!

Komentar Aremania

Jadwal Pertandingan

VS
Liga 1 - Stadion Kanjuruhan Malang (24/9/2017 - 18.30 WIB)
Jadwal Selengkapnya

Jadwal Pertandingan

0 - 3
Liga 1 - Stadion Aji Imbut Tenggarong (18.30 WIB)
Hasil Selengkapnya