Dari Sky Dancer, Giant Flag hingga Flow Banner

Ditulis Oleh WeAremania     Rabu, 08 Februari 2012
( Dilihat Sebanyak 2518 Kali )





Wearemania.net - Konflik dan dualisme yang mendera Arema tidak lantas membuat Aremania mati kutu. Suporter Arema yang terkenal dengan kreativitasnya ini tetap menyambut setiap pertandingan Arema dengan ide yang orisinal dan imajinatif.

Apa yang dilakukan beberapa personel aremania.com dapat dijadikan contoh. Menjelang akhir tahun 2011 mereka menyiapkan diri untuk membuat atribut dukungan baru terhadap tim kesayangannya. Ide tersebut dituangkan dalam bentuk 'Sky Dancer', dimana terdapat sebuah balon yang terbuat dari bahan tertentu dan diisi oleh gelembung udara.

Sky Dancer Arema, Terobosan Kreatif Aremania Di Indonesia Super Liga

Sky Dancer bukanlah berbentuk balon biasa. Balon ini memiliki ukuran panjang ataupun tinggi mencapai diatas 5 meter. Dengan kibasan angin di sekitar stadion yang umumnya cukup kencang, maka balon tersebut akan terlihat seakan sedang menari di angkasa.

Ajakan beberapa personel aremania.com untuk membuat Sky Dancer disambut antusias oleh anggota lainnya baik yang melalui laman jejaring sosial facebook hingga twitter. Pada akhirnya terkumpul sumbangan sebesar 7 juta rupiah lebih dan dikonversikan segera dalam bentuk pembelian dua buah sky dancer berwarna biru dan putih serta berlogo Singa. Sky dancer tersebut dilaunching pertama kali ketika pertandingan Arema melawan Persiram di Stadion Kanjuruhan pada lanjutan Indonesia Super League, 4 Januari 2012.

Sky Dancer yang dipertontonkan oleh Aremania diatas dapat ditemui di curva nord Stadion Kanjuruhan setiap Arema bertanding. Tidak terkecuali ketika Arema bertanding menghadapi PSMS pada hari Minggu, 22 Januari kemarin, terdapat Sky Dancer yang setiap mendampingi Arema berlaga.

Giant Flag Dan Flow Banner Jadi Satu

Uniknya, aksi Sky Dancer ini bisa dibilang yang pertama dalam sepakbola Indonesia. Anda mungkin dapat menyaksikan parade sky dancer dalam berbagai pertandingan olahraga di seluruh Indonesia, namun untuk pertandingan sepakbola lokal apa yang ditampilkan oleh Aremania patut diacungi jempol.

Selain Sky Dancer, di curva nord (tribun utara) stadion Kanjuruhan kita dapat menyaksikan atraksi lain yaitu Giant Flag dan Flow Banner.

Flow Banner mulai tersaji di Stadion Kanjuruhan ketika laga Arema melawan PSMS Medan kemarin. Banner yang didominasi oleh warna biru, merah dan putih terlihat kontras dan semarak di tribun.

Untuk Giant Flag sendiri sebenarnya mulai menyeruak di tribun utara Kanjuruhan sejak 2 musim yang lalu. Meski beberapa pilar utama dan pelatih yang membawa tim berjuluk Singo Edan ini berprestasi di kompetisi lokal hengkang karena berbagai hal, kreasi Aremania dengan membawa Giant Flag ke stadion tetap ada.

Bahkan, akhir-akhir ini jumlah Giant Flag yang dibawa ke stadion terasa lebih banyak dibandingkan musim sebelumnya. Apalagi ditambah banyaknya flare berwarna merah yang dinyalakan menambah semarak suasana tribun.

Hanya saja kesan semarak ini sedikit tereduksi dengan menurunnya animo penonton Aremania yang datang ke stadion Kanjuruhan musim ini. Konflik dan dualisme yang melanda Arema rupanya mengurangi minat Aremania untuk ke stadion meski musim ini kreativitas Aremania masih tetap terjaga dan meriah.

AKFB : Aksi Sosial untuk Sam Hari

Aremania Korwil Facebook yang di dirikan 30 Desember 2009, memang masih berusia seumur jagung, namun kreatifitasnya untuk Arema tetap ada dan selalu berkreasi untuk Arema, demikian sederet kalimat yang terdapat di laman Aremania Korwil Facebook di salah satu jejaring sosial populer.

Aremania Korwil Facebook(AKFB) membuktikan diri bahwa kreativitas itu tidak hanya terdapat di dunia maya/internet namun juga dapat diwujudkan di dunia nyata. Salah satu perwujudan kreativitas tersebut adalah adanya aksi peduli sosial dengan mengadakan acara bertajuk "Aremania Respect" berupa pameran foto dan penggalangan dana untuk Sam Hari.

"Aremania Respect" teruntuk Sam Hari. Tribute photo : Aremnia Korwil Facebook(AKFB)

Sam Hari adalah Aremania yang berasal dari Sumberpucung, Kabupaten Malang yang menjadi korban pelemparan batu dan pengeroyokan tatkala ribuan Aremania menaiki kereta api menuju Jakarta pada akhir Mei 2010 lalu. Kondisi Sam Hari yang masih tergolek lemas hingga sekarang ini memantik simpati dan uluran tangan dari Aremania.

Lewat acara yang digagas pada tanggal 7 Januari tersebut dilakukan beberapa event sosial seperti pameran foto, hunting foto hingga lelang foto yang digunakan untuk mengumpulkan donasi guna disumbangkan kepada Sam Hari.

Dari aksi sosial tersebut didapat donasi sekitar 10,4juta rupiah. Donasi tersebut sudah termasuk dari aksi nawak-nawak Aremania ketika mengamen di sekitar Jalan Sukarno Hatta. Rangkaian acara "Aremania Respect" sendiri selain diikuti oleh personel AKFB sendiri juga mendapat applaus dan simpati dari berbagai kalangan Aremania lainnya. (OKE SR)















Pihak Kepolisian Kediri tidak memberikan izin terselenggaranya pertandingan Persik melawan Arema. Kabarnya laga akan dilakukan di Malang (Foto: Antara)