Aremania Lawang Ini Ungkap Kenangan Hadiah Kanzen dari Arema

Reporter : Agung Prima
Rico bersama kedua anaknya dan kliping Malang Post yang disimpan ibunya (C) RP

Wearemania.net - Aremania yang sering ke Stadion Gajayana era PT Bentoel masih menjadi pengelola klub tentu hafal dengan rutinitas bagi-bagi sepeda motor Kanzen kepada pemilik tiket ekonomi yang beruntung, terutama di musim 2003. Rico Pranata sebagai salah seorang Aremania yang pernah memenangkan sepeda motor dari sponsor Arema kala itu yang masih mengingatnya, mengisahkan pengalamannya itu kembali.

Saat itu, Arema menjamu Pelita Krakatau Steel, di pekan ke-18 Ligina IX (Liga Bank Mandiri 2003), Minggu (30/3/2003). Rico bukan cuma senang karena Arema sudah unggul 2-0 lebih dahulu sebelum turun minum lewat gol-gol Nanang Supriyadi menit 29' dan Tibidi Alexis menit 41', sebelum tim tamu memperkecil skor menjadi 2-1 di menit 60 melalui gol Taryana S.

"Ceritanya kemarin waktu bersih-bersih lemari saya menemukan kembali kliping Malang Post di mana saya memenangkan hadiah sepeda motor Kanzen, ibu yang menyimpannya untuk kenang-kenangan, langsung teringat masa muda dulu," kisah Rico kepada WEAREMANIA.

Bapak dua anak itu masih ingat betul saat itu usianya masih 19 tahun, dan duduk di bangku kelas 3 di sebuah STM. Dulu, saking cintanya pada Arema, Rico dan teman-teman harus ngamen terlebih dahulu jika ingin melihat langsung ke stadion. Maklum, harga tiket yang berkisar 15 ribuan rupiah bagi anak sekolah sepertinya cukup mahal.

"Waktu itu saya ngamen dulu sama teman-teman, dari pagi sampai pukul 12.00 WIB cuma dapat uang sekitar 25 ribuan, pikiran saya antara berangkat dan tidak, karena uang pas-pasan untuk beli tiket, kalau tidak salah harganya sekitar 15 ribuan waktu itu," kenangnya.

Namun, setelah memantapkan hati, Rico pun berangkat bersama temannya. Pemuda asal Lawang ini saat itu tidak kebagian tempat duduk, saking ramainya tribun selatan yang dipilihnya. Terpaksa, Rico dan Aremania Lawang lainnya duduk di tembok pintu masuk yang ada di dekat Slembat (Swimbath).

"Kami punya dua tiket, pas diumumkan di setengah mainan, awalnya saya sempat jantungan melihat kode di tiket yang saya pegang, karena angkanya terpaut satu angka akhir saja, tapi ketika saya lihat tiket satunya kok ternyata tepat, spontan saya lompat turun ke sentelban, sampai tidak sengaja menabrak Aremania lainnya," tutur Rico.

Di momen itu juga, Rico melakoni serah terima hadiah sepeda motor Kanzen secara simbolis dari Panpel Arema. Pria kelahiran 4 Desember 1984 itu pun girang memegang kunci motor raksasa yang kemudian membuatnya diwawancarai Malang Post. Sayangnya, setahun kemudian motor itu harus dijual, karena waktu itu ada kebutuhan orang tuanya yang mendesak, untuk sang kakak yang sedang menyelesaikan kuliah. Rico mengikhlaskannya, meski berat. Tapi menurutnya, setidaknya hadiah tersebut bisa membantu orang tua, makanya kalau lihat kakaknya sekarang sukses juga tidak lepas dari andil Arema.

"Kenangannya tinggal kliping dari Malang Post dan kaos yang waktu itu saya pakai ke stadion, untung saja lolos dari nawak-nawak Aremania, waktu itu memang ada tradisi di Gajayana di mana pemenang sepeda motor harus merelakan kaos yang mereka kenakan untuk diperebutkan Aremania lainnya, tapi sampai sekarang kaos saya masih ada dan biasa saya pakai kalau nonton Arema ke stadion bersama keluarga," pungkas pemain yang mengidolakan kapten tim Arema, Johan Ahmat Farizi ini.

 

Ikuti WEAREMANIA di LINE dan gabunglah bersama kami di BBM untuk mengikuti update tim Arema Indonesia paling lengkap dan cepat!

Komentar Aremania

Jadwal Pertandingan

3 - 2
Liga 1 - Stadion Segiri Samarinda (18.30 WIB)
Hasil Selengkapnya

Jadwal Pertandingan

5 - 3
Liga 1 - Stadion Kanjuruhan Malang (18.30 WIB)
Hasil Selengkapnya