FIKSI: Maafkan Aku, Aremaniaku!

Reporter : WeAremania
Aremania di Stadion Kanjuruhan (C) DANI KW

Wearemania.net - Sore itu, aku tenggelam dalam riuhnya Stadion Kanjuruhan Malang. Semua satu suara dalam mendukung tim kebanggaan kami, Arema FC yang tengah berjuang lolos ke Babak 8 Besar Piala Indonesia 2018, menjamu Persib Bandung di leg kedua.

Sebagai Aremania, aku semakin semangat lantaran tim kami cuma butuh hasil imbang 0-0 atau menang dengan skor berapa pun untuk lolos dari Babak 16 Besar ini, setelah di leg pertama Arema mampu menahan imbang Persib 1-1. Terlebih Makan Konate sanggup membawa Arema unggul cepat 1-0 di awal babak pertama. Saking ramainya tribun stadion kala itu, suara notifikasi Whatsapp yang masuk ke handphone tak begitu terdengar di telingaku.

"Sayang, kamu di mana?" begitu bunyi pesan dari Nella, kekasihku.

Pesan itu baru bisa kubaca pada saat istirahat turun minum. Hatiku agak emosi lantaran Persib berhasil menyamakan kedudukan 1-1 lewat tendagan penalti Ezechiel N'Douassel.

"Kenapa?" balasku singkat karena malas.

"Aku kangen, sudah lama kita gak ketemu," balas Nella lagi, yang cuma kubaca saja, karena tak sengaja bertemu nawak lama di tribun. Kami pun bereuni tipis-tipis sampai babak kedua dimulai, dan pesan dari Nella pun terlupakan.

"Sayang.."

"Ihhhh, kok gak dibales sih?"

"Kamu ke mana sih?"

Pesan dari Nella masuk bertubi-tubi. Dan tetap tak kubalas, karena selain bunyi notifikasinya tidak terdengar, aku juga lebih fokus ke pertandingan. Sempat senang karena Robert Lima Gladiator membuat Arema kembali unggul 2-1, cukup lah untuk lolos ke babak selanjutnya.

Saat penyerang asal Brasil itu melakukan selebrasi dengan berlari ke arah tribunku yang kebetulan berada di belakang gawang selatan, sambil membuka baju, aku pun ikut menyambut dengan suka cita bersama Aremania lainnya.

Sayangnya, di menit-menit terakhir, Persib mampu mencetak satu gol lagi melalui Gozali Siregar. Hasil imbang 2-2 itu jelas membuatku dan Aremania lainnya sestadion kecewa, karena Arema tersingkir lantaran kalah produktivitas gol tandang (Arema 1 dan Persib 2). Aku pun pulang dengan memendam kecewa, dan sama sekali tak membuka handphone sampai keesokan harinya.

Besoknya, kulihat aplikasi Whatsapp sudah penuh notifikasi. Ternyata banyak pesan yang masuk. Tak cuma dari grup-grup Aremania yang kuikuti, tapi juga dari Nella.

"Sayang,"

"Kamu ke mana lagi sih?"

"Gak dibales lagi,"

"Aduuuh, kamu bawel banget, ketakutan amat sih, aku lagi nonton Arema kemarin, heran deh," balasku sekitar pukul 10.00 siang.

"Ya ampun, bisa kan kamu kabarin, bilang kek lagi nonton Arema, ya sudah maaf aku kalau ganggu kamu," kata Nella.

"Ok," balasku singkat.

"Ok doang ini?" tanyanya.

"Aku masih kecewa gara-gara Arema gagal lolos ke babak selanjutnya kemarin, jadi jangan cari gara-gara ya," balasku ketus.

"Maaf," balasnya, yang cuma kubaca saja.

Keesokan harinya, Nella kirim pesan Whatsapp lagi, "Sayang, lagi ngapain? Ada rencana ke mana hari ini?"

Pesan itu cuma kubaca saja.

"Kamu sibuk ya? Lagi nonton Arema lagi?"

Lagi-lagi cuma kubaca pesan itu.

"Ya ampun, kamu bener-bener deh, cuma dibaca saja, bales kenapa,"

Sejam kemudian baru aku balas.

"Sayang, coba deh kamu ubah sikapmu itu, kalau aku gak bisa bales atau cuma baca doang, itu tandanya aku lagi sibuk, aku tadi lagi main futsal dengan anak-anak komunitas Aremania-ku, handphone bunyi terus, teman-teman pada nyindir, cieee dicariin cieeee, kan malu aku diledekin, ketakutan amat sih pacarmu gak dibalas sampai spam begitu," akhirnya kubalas panjang lebar agar dia puas.

"Sebenarnya kamu sayang gak sih sama aku? Kok sampai sebegitunya yah? Emang salah ya kalau aku khawatir? Kalau aku kangen? Kalau aku nyariin kamu?" balasnya.

"Sayang boleh, tapi gak usah sampai begitu juga kali, kayak ketakutan aku sama cewek lain saja, sudahlah, aku malas berantem, terserah kamu mau mikir apa, aku mau jalan pulang dulu," kataku.

"Ok, kalau itu mau kamu, biar aku menghilang saja sekalian, biar kamu gak merasa terganggu karena ada aku, biar gak ada yang bawel-bawel lagi ke kamu, kamu bisa tenang. Bye!"

"Ya elah, ngambekan juga lagi,"

Sesampainya di rumah, coba kubalas lagi pesan Whatsapp dari Nella.

"Ini aku baru sampai, kamu lagi apa?" kataku, namun lama sekali tak ada balasan darinya.

"Masih ngambek?"

Karena masih tak ada balasan hingga malam hari, ku-Whatsapp lagi si Nella.

"Ya sudah, kalau masih ngambek, selamat malam Sayang, aku tidur duluan, sampai ketemu di mimpi," kataku.

Pagi harinya kubuka Whatsapp lagi. Ternyata, belum ada balasan dari si Nella. Jangankan dibalas, dibaca saja belum. Aku berpikir, si dia ini benar-benar ngambek.

"Ya ampun, ngambek sampai sebegitunya, sampai gak dibaca chatku,"

Karena merasa bersalah, akhirnya kuputuskan untuk ke rumahnya. Pikirku, sudah satu minggu juga kami gak ketemu. Sebelum sampai ke rumahnya, aku mampir dulu ke warung bakso urat langganan kami.

"Ini kubawakan bakso urat kesukaanmu," kukirim pesan bersamaan dengan foto sebungkus bakso yang berisi dua bakso urat dengan ukuran sekepalan tangan.

Sesampainya di rumah Nella, ternyata yang membukakan pintu adalah asisten rumah tangganya. Si Mbak agak heran melihatku.

"Nella ada Mbak?" tanyaku.

"Lho, Den gak tahu? Non Nella kan lagi dirawat di rumah sakit dari minggu lalu," jawabnya.

"Hah, sakit? Kok bisa? Sakit apa?" aku terkejut, sontak bungkusan bakso urat di tanganku terjatuh.

"Saya kurang tahu Den Non Nella sakit apa, coba saja Den ke rumah sakit deh, Non Nella dirawat di Rumah Sakit Tentara Den," ujar si Mbak.

"Ok Mbak, makasih, saya pamit dulu," kataku sambil buru-buru memacu sepeda motor ke RST.

Sesampainya di RST, aku langsung menghubungi meja resepsionis kamar rawat inap untuk mencari tahu Nella dirawat di ruangan mana.

"Maaf Mas, setelah saya cek, pasien atas nama Nella Maharani sudah meninggal dunia, ini tadi baru saja dibawa pulang ke rumah duka," betapa kagetnya aku mendengar jawaban si suster, tubuhku lemas.

Singkat cerita, aku kembali ke rumah Nella, ternyata sudah ramai di sana. Jenazah kekasihku itu pun siap diberangkatkan menuju ke pemakaman. Aku pun menemui ibunya.

"Bu, Nella kenapa? Kenapa bisa sampai meninggal begini Bu? Sakit apa dia?" tanyaku menyergah.

"Kita doakan saja supaya Nella tenang di sana ya, dia sudah terbebas dari penyakitnya, sudah tidak merasakan sakit lagi sekarang, ini ada titipan surat dari Nella buat kamu," jawab ibu Nella.

Jenazah kekasihku pun dibawa ke pemakaman. Aku pun ikut mengantarnya menuju ke tempat peristirahatan terakhirnya. Ketika seluruh pelayat pulang, dan tinggal tersisa aku seorang, kubuka surat dari Nella, dan kubaca dengan seksama.

"Sayang akuuu Leon, maaf ya aku selalu bawel dan ganggu kamu. Hehe. Tapi, saat kamu baca surat ini, aku sudah gak bisa menemani kamu lagi, sudah gak bisa bawel-bawel lagi. Terakhir kita berantem itu karena aku sudah pengen pergi, pergi yang jauh, dan aku pengennya sebelum aku pergi jauh, aku bisa melihatmu untuk yang terakhir kali, tapi ternyata kamu sibuk, ya sudah gak papa deh. Kamu jaga kesehatan selalu yah, kalau nonton Arema jangan lupa bawa jaket, kalau kangen aku, kamu bisa datang ke kuburan aku untuk ketemu aku. Hehe. Kalau kamu cari pacar lagi, carilah yang lebih baik dariku, yang gak bawel-bawel, yang gak nyariin kamu terus ya, biar kamu gak merasa pusing dan terganggu kayak waktu sama aku. Tapi aku mah jujur saja sayang banget sama kamu, makanya aku suka khawatir selalu. Maaf kalau aku gak cerita tentang sakitku ini, aku kena kanker otak, kata dokter sudah gak ada kemungkinan sembuh, makanya aku gak mau kasih tahu kamu, aku cuma pingin di sisa hari-hariku bisa ketemu kamu, tapi kamu sibuk sih, jadi ya sudah gak papa deh. Aku pamit pergi ya. Kamu kuat kok. Maafkan aku, Aremaniaku,"

Astaga. Aku yang harusnya minta maaf sama kamu Sayang. Aku tahu, kamu bukanlah sosok Aremanita, gak suka sepak bola, gak pernah mau kuajak ke tribun stadion, tapi kamu gak pernah melarang aku mencintai sepak bola, mendukung tim kebanggaanku, atau datang ke stadion. Aku sayang banget sama kamu. Maafkan aku. Semoga surga menjadi tempat terbaikmu.

 

Ikuti WEAREMANIA di Instagram dan Channel Youtube untuk mengikuti update tim Arema FC paling lengkap, cepat dan terpercaya!

Loading...

Komentar Aremania