Menciptakan Sinergi, Membangun Kejayaan Klub

Ditulis Oleh Oke Sr*     Kamis, 14 Juni 2012
( Dilihat Sebanyak 2472 Kali )



Arema Dan Skuad Juara
Arema Dan Skuad Juara

Wearemania.net - Merangkai Kembali Tinta Emas Singo Edan (3)

Tidak terasa kompetisi musim ini sudah mendekati titik akhir. Di Liga Super Indonesia (ISL) Arema sudah menyelesaikan lebih dari 75 persen pertandingan. Kompetisi belum berakhir tetapi masih ada Pekerjaan Rumah (PR) yang harus dikerjakan Arema demi mempersiapkan diri di musim depan.


Sebelum Melanjutkan, Jangan Lewatkan Seri Sebelumnya:


Sisa musim ini rasanya akan menjadi sensasi tersendiri bagi Aremania. Kepastian lolos atau tidaknya Arema dari jurang degradasi hingga detik-detik akhir bukanlah yang pertama. Tahun 2003 lalu kita pernah merasakan sendiri perjuangan Rodrigo Araya dan kawan-kawan untuk menyelesaikan musim dengan kepala tegak. Sayang harapan itu sirna antaran jumlah poin yang dimiliki tidak mampu mengerek Arema ke posisi 'terhormat'.

Berbicara mengenai romantika masa lalu terkadang bisa membuaikan alam imajinasi kita. Tetapi kita tidak cukup tahu apakah ada cukup waktu untuk mengengok kebelakang dibanding memikirkan langkah kedepan? Andai tidak ada teguran dari rekan saya Arief Satria, suporter Arema kawakan, maka lamunan saya tentu akan memanjang lagi ke masa lampau.

Karena teguran ini pula saya seperti disadarkan dari lamunan panjang.

Andaikan musim ini prestasi tim diserahkan sepenuhnya kepada jajaran pemain dan pelatih, apakah manajemen Arema sudah memikirkan langkah kedepan untuk menyiapkan diri menghadapi musim depan? Mari kita tabulasi bayang-bayang Arema kedepan akan seperti apa?

Musim ini hampir seluruh skuad Arema telah berakhir masa kontraknya. Pun demikian halnya dengan kerjasama sponsorship dari dua sponsor kakap dari Ijen Nirwana Residence dan Surabaya Post. Sponsor lain berupa apparel dari Lotto telah resmi berakhir kerjasamanya dan berganti dengan apparel lokal dari Ultras selama beberapa bulan kedepan.

Mau tidak mau manajemen Arema tentunya harus meluangkan waktu untuk memikirkan pemenuhan kebutuhan klub musim depan. Problematika yang berulangkali hadir dimana persiapan klub kurang akibat kurangnya pasokan dana tentu harus dicarikan solusi. Kalau perlu mental 'gali lubang tutup lubang' harus hilang dari perencanaan Arema musim depan. Semua harus diganti dengan perencanaan terpadu serta memikirkan langkah yang tepat untuk menggerakkan ekonomi klub baik untuk jangka pendek maupun panjang.

Jika tidak demikian tentu problematika yang sama akan hadir di tubuh Arema. Persiapan telat akan mengganggu perkembangan tim, dan itu berarti akan menimbulkan efek domino bagi klub yang berdiri pada 11 Agustus 1987 lampau. Waktu yang tinggal sedikit tentu tidak dapat maksimal bagi manajemen untuk mendapatkan buruan sponsor kelas kakap, bersaing dengan klub olahraga lainnya.

Untuk memaksimalkan persiapan menghadapi musim depan, Maka saya bermaksud mengetuk hati manajemen Arema untuk memberikan waktu, komitmen dan konsentrasi secara 'layak' untuk mengejar pemenuhan kebutuhan klub musim depan dibanding harus turun gunung menghadapi konflik yang terjadi dalam sepakbola nasional.

Yang dibutuhkan Arema tidak hanya sekedar komitmen dan waktu semata, namun juga sebuah winning team yang sanggup menjawab permasalahan krusial Arema selama ini. Pimpinan PT Arema Indonesia dapat bekerja mulai dari saat ini, fokus untuk mendapatkan para personel yang akan mengisi winning team ini nantinya.

Hendaknya tim yang dibentuk nanti adalah sebuah tim yang solid. Ketidakcocokan antar anggota dapat dihindari, persaingan tidak sehat diantara mereka dengan sikap saling menjatuhkan dapat dicegah sejak dini. Integritas tim harus dijunjung tinggi untuk menghindari praktek beking-bekingan, sponsor-sponsoran yang dapat menimbulkan potensi konflik di kemudian hari.

Dengan tim yang solid diharapkan fokus mereka dapat tertuju hanya untuk Arema semata. Tidak ada lagi pengurasan energi yang tidak perlu hanya untuk beralih perhatian diluar urusan Arema. Musim kedepan adalah masa krusial bagi Arema untuk maju dengan cara meningkatkan kinerja PT Arema Indonesia yang selama ini belumlah maksimal.

Ada banyak parameter dalam menentukan pantas atau tidaknya seseorang direkrut sebagai anggota the winning team tersebut. Kapabilitas, kompetensi, integritas dan komitmen seseorang untuk andil dalam memajukan Arema dapat dijadikan salah satu parameter perekrutan. Meski begitu hal tersebut tidaklah mutlak, tergantung dari kebutuhan tim serta karakter yang akan dibangun didalam tim tersebut.

Semoga saja proses untuk mendapatkan sebuah tim yang spesial tersebut tidaklah 'berisik' dan lama. Mengingat waktu yang terus bergulir bukan tidak mungkin resistensi akan terus mengiringi. Dibutuhkan keteguhan mental, ketabahan dan integritas para awak tim untuk tetap menegakkan pembangunan klub.

Jika tim sudah terbentuk maka dimulailah tahap selanjutnya membentuk roadmap dan blue print tentang bagaimana membangun Arema ini kedepan. Tentunya ada beberapa skenario yang dapat dibuat untuk mengakomodasi berbagai perubahan situasi dalam sepakbola nasional.

Jika roadmap sudah dibuat artinya ada semacam panduan dalam menggerakkan roda bisnis PT Arema Indonesia. Jangan ada kekhawatiran untuk membangun semua itu harus dimulai dari nol. Arema sudah berusia hampir 25 tahun dengan memiliki basis suporter yang besar. Artinya ada pasar untuk dipenetrasi dan digali.

Arema memiliki pasar seksi untuk digarap. Jumlah penonton Arema adalah yang terbesar di lingkup Asia Tenggara. Di musim 2009/2010 lalu jumlah penonton Arema di kandang merupakan yang terbesar ke 7. Meski peringkat ini merosot di musim berikutnya untuk rataan penonton terbanyak di laga kandang se-Asia namun Arema masih menempati urutan nomor wahid di Asia Tenggara.

Namun statistik tetaplah statistik. Tidak ada artinya jika statistik tersebut hanya berakhir dalam warta dan obrolan warung semata. Dibutuhkan rencana dan aksi sinergis untuk mengintegrasikan dukungan suporter yang melimpah kedalam strategi bisnis yang dijalankan klub.

Perumusan rencana strategis dibuat berupa roadmap dan blue print sebagai acuan dan langkah Arema kedepan. Keberadaan dua hal strategis tersebut tidak dapat diremehkan atau ditinggalkan. Keduanya memiliki fungsi yang mendukung kinerja PT Arema Indonesia sebagai berikut :

  1. Sebagai panduan operasional dalam menggerakkan mesin organisasi PT Arema Indonesia
  2. Mengintegrasikan antar komponen untuk lebih fokus dan sinergis dalam satu tujuan
  3. Menghindari terjadinya aksi-aksi parsial(jalan sendiri-sendiri) diluar program kerja yang telah ditetapkan.

Jika seluruh stakeholder Arema menginginkan Arema lebih ofensif didalam memajukan Arema, maka kebutuhan untuk membentuk roadmap dan blue print adalah sebuah hal yang mutlak dan tidak dapat ditawar lagi. Dua hal tersebut bukan saja berfungsi sebagai dokumen perencanaan semata, sekaligus memberi petunjuk yang lengkap dalam membuat sasaran kerja yang fokus, terukur dan terintegrasi serta kebutuhan akan waktu untuk mencapai sasaran menjadi lebih jelas.

Tanpa dibekali adanya rencana strategis tersebut saya tidak dapat membayangkan bagaimana repotnya manajemen PT Arema Indonesia untuk bekerja lebih ofensif dalam menggerakkan roda organisasinya. Terlebih jika (mohon maaf) ada kendala berupa kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) atau macetnya fungsi manajemen didalam membentuk dan menjalankan roadmap tersebut.

Menghindari kemungkinan terburuk yang disebabkan oleh keterpurukan Arema pada musim depan. Seyogyanya rencana strategis untuk mengembangkan klub harus dimulai sejak dini. Target musim depan, sudah tidak ada lagi rencana dan realisasi yang dibuat 'mendadak' yang yang berimplikasi pada kurangnya persiapan Arema dalam menghadapi kompetisi.

Mari kita tabulasi sejak saat ini, bayangan Arema musim depan seperti apa? Kekuatan tim yang hebat tentu tidak dapat dicapai tanpa adanya dukungan sumber daya dan konsep membangun yang memadai.

*Penulis Adalah Pengamat Sepakbola Nasional Dan Aremania















Beto Goncalves tak bisa ikut ke Bandung saat Arema menantang Persib (13/04) karena diare. Dia bahkan sempat memamerkan perutnya kepada Victor Igbonefo di sesi latihan terakhir.