Arema (dan sepakbola) Yang Selalu di Hati

Ditulis Oleh We Aremania     Senin, 16 Juli 2012
( Dilihat Sebanyak 2787 Kali )



Riau Main Stadium
Riau Main Stadium

Wearemania.net - Malam ini akhirnya menyaksikan kualifikasi AFC U-22 Indonesia vs Singapore di Stadion Utama UNRI Pekanbaru. Pertandingan Indonesia terakhir, dan walaupun jelas nggak lolos kualifikasi, tapi pertandingan ini tetap menarik untuk ditonton.

Pertama, pertandingan ini diadakan di Pekanbaru, tempat saya berdomisili kurang lebih setahun ini. Kedua, pertandingan timnas, akan selalu menjadi atmosfir sepakbola yang mengagumkan, dimana (bukan sok nasionalis ya) kita dengan bangga menyerukan IN-DO-NE-SIA disana. Lapangan sepakbola adalah satu-satunya tempat dimana lagu INDONESIA RAYA berkumandang dengan megah, melebihi kharismanya di setiap upacara bendera. Lapangan sepakbola adalah tempat dimana orang bisa benar-benar merinding menikmati lagu kebangsaaannya.

Suasana Nonton Timnas Di Riau

Dan malam ini hasil pertandingan sangat memuaskan, 2-0 untuk kemenangan Indonesia. Walaupun ada insiden beberapa kali berantem, dan kartu merah di injury time terakhir, so far kita semua pulang dengan tersenyum.

Ada satu yg menarik di stadion tadi. Saya dan teman2 duduk di tribun kelas II, dengan harga tiket di atas kelas ekonomi. Dan tepat di sebelah atas kanan saya tadi, satu section tribun menyanyi dan bergoyang, persis dengan gerakan Aremania di Kanjuruhan. Beramai-ramai menyanyikan Yo Ayo, Ayo Indonesia, malam ini kita harus menang sambil menggerakkan tangan ke atas, bergoyang ke kanan, bergoyang ke kiri, menghadap ke belakang, persis di Kanjuruhan. Saya menyaksikan semua itu sambil tersenyum, menikmati gerakan2 mereka sambil berpikir kangen ya dengan atmosfir Kanjuruhan.

Aremania Pekanbaru

Sesungguhnya saya bukan penggemar fanatik sepakbola. Saya tidak mengidolakan klub itali, inggris atau negara manapun secara membabi-buta. Saya juga nggak maksa nonton Liga-liga luar sampe dini hari. Hanya Arema. Dan Timnas mungkin. Yang bisa membuat saya rela pulang kerja lebih cepat, bolos kerja demi nonton ke Kuansing dan ke Padang. Hanya Arema yg bisa memacu adrenalin begitu kencang waktu pertandingan penentuan juara Liga. Hanya Arema yg bisa membuat saya menangis membaca artikel Aremania dibanned dari pertandingan.

Salah seorang sahabat saya disini pernah menulis tentang kegilaan saya pada sepakbola, khususnya Arema, di blognya, ceritahesty.blogspot.com. Saya pernah mengajak dia nonton bareng pertandingan Arema di salah satu cafe di Pekanbaru. dan sedikit demi sedikit mulai terkontaminasi jiwanya,hehehe. dan saya sangat ingin bisa mengajaknya ke Malang, menonton salah satu pertandingan di Kanjuruhan, untuk merasakan betapa indahnya dunia sepakbola di Malang. Betapa meriahnya seluruh kota Malang dengan warna biru dimana-mana pada hari pertandingan Arema. Mulai pagi sudah berseliweran orang-orang ber-slayer Arema, ber-kaos Arema, ber-jaket Arema semua menuju ke satu arah, STADION KANJURUHAN. Pertandingan jam 7 malam, kita berangkat ke stadion jam 2 siang. Cari tempat yg enak, yaitu tribun yang bergoyang. Saking serunya menyanyi dan bergoyang, kadang-kadang malah nggak tau kapan terjadinya gol

Nonton Arema Bersama Aremania Kaskus

Saya memang menggemari sepakbola, khususnya Arema. Menjadi salah satu admin twitter @AremaFC buat saya juga bukan buat gaya-gayaan, bukan untuk sok terkenal. Justru malah menjadi beban, dengan follower puluhan ribu, bukan sembarangan mengurusi akun twitter yang satu ini. Beban moralnya tinggi sekali. Buat saya nonton Arema, atau Timnas datang dari hati. Bukan untuk nampang. Bukan supaya kelihatan keren di mata cowok-cowok. Bukan untuk menarik perhatian siapapun. Menonton sepakbola, yang datang dari hati.

Dan sampai sekarang, dan seterusnya, walaupun jauh dari Malang, akan selalu saya sempatkan dalam satu tahun menonton langsung pertandingan Arema di Kanjuruhan. Tahun kemarin 2 kali nonton. Itu sudah sangat bersyukur dan senang sekali. Sebagai perantau di luar Jawa, Kanjuruhan adalah tempat yang akan selalu dirindukan.

Seperti yang saya katakan kepada Hesty, sahabat saya, Arema adalah jiwa, bukan sekedar klub sepakbola. Jiwa yang menyatukan kami dimanapun kami berada. karena Arema tidak kemana-mana, tapi ada dimana-mana.

Tulisan ini dikirim olehHadiyah Athiex Hayati, follow penulis di @athiex_82


Gunakan tombol ← → di keyboard Anda untuk berita lainnya














Auman Samsul terus berlaku di babak delapan besar, saat melawan Persipura, dia mampu lesakkan dua gol untuk bawa Arema menang 3-0. Terus mengaum Samsul!

 


Login