Koreksi Diri Klub Dengan Analisis SWOT

Ditulis Oleh Oke Sr*     Jumat, 13 Juli 2012
( Dilihat Sebanyak 2798 Kali )





Wearemania.net - Di era sepakbola modern yang semakin maju, tentu menuntut upaya dalam diri masing-masing klub untuk mengikuti perubahan yang terjadi sesuai dengan kondisi global. Sepakbola telah mengalami evolusi yang teramat pesat dewasa ini, dimulai dari beberapa negara maju di benua Eropa dan meluas hingga ke tataran Asia, terutama Jepang.

Melihat perkembangan yang demikian pesat tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran bagi diri saya terkait dengan kesiapan Arema menyongsong perubahan zaman. Perubahan dalam diri sepakbola Indonesia telah ditandai dengan munculnya Galatama (Liga Sepakbola Utama) embrio klub semiprofesional di Indonesia yang sempat dijadikan sebagai bahan studi bagi terbentuknya J-League(kompetisi sepakbola terbaik di Asia yang berasal dari Jepang), terkuburnya kompetisi amatir - perserikatan dengan menggabungkannya bersama klub Galatama, hingga impian terbentuknya kompetisi yang diikuti oleh klub profesional sepenuhnya dalam kompetisi ISL maupun IPL.


Seru?. Jangan Lupa Baca Edisi Sebelumnya


Namun dalam perkembangan menuju era sepakbola industri tidaklah semulus yang diperkirakan. Ketidaksiapan para klub yang disertai dengan perubahan signifikan dalam lingkup sepakbola Indonesia hampir saja menenggalamkan para anggota kompetisi ke jurang kehancuran.

Tidak terkecuali yang terdapat dalam diri Arema. Akibat konflik yang melanda sepakbola Indonesia dan terjadinya dualisme sulit memperkirakan Arema bisa berkembang lepas seperti halnya ketika Arema dalam masa jayanya beberapa waktu lalu. Akibatnya kelancaran aktiva klub sempat terhambat. Jika tidak segera diselesaikan dikhawatirkan akan berimplikasi pada kesuksesan pengembangan klub di masa akan datang.

Saya tidak memungkiri bahwa Arema merupakan klub yang memiliki potensi hebat. Bahkan saking hebatnya seorang kawan, Panji Kartiko yang sejatinya adalah Dewan Penasihat Pasoepati Jabodetabek pernah berkata bahwa jika Arema sampai melakukan IPO/Initialing Public Offering (Penawaran saham perdana) maka ia tidak segan untuk membelinya. Artinya jika manajemen Arema sampai melakukan IPO maka selain artinya harus didukung oleh kesiapan dari sisi internal sendiri juga berarti ada niat mulia dalam diri Arema untuk mengembangkan klub secara profesional.

Namun sayangnya, niat mulia ini harus tertunda entah hingga jangka waktu sampai kapan. Dengan melihat fakta terjadinya dualisme dalam diri Arema secara tidak langsung menyiratkan bahwa kondisi Arema masih belum siap atau katakanlah sedang mengalami hambatan untuk segera melaju menjadi klub profesional sejati.

Jika dirunut secara detil memang ada sebab akibat yang membuat Arema tidak dapat berakselerasi secara maksimal. Ibaratnya jika para klub di Eropa atau katakanlah dibandingkan dengan klub J-League sudah berakselerasi dengan gigi lima keatas dan top speed sekian ratus kilometer perjam, Arema masih berkutat di gigi satu atau dua dengan kecepatan dibawah itu.

Persoalan mengapa Arema baru menyelesaikan beberapa lap sementara klub-klub di Jepang maupun Eropa sudah melakukan overlap berulang kali dapat dicari. Ada bermacam-macam metode perencanaan strategis dan evaluasinya untuk menentukan hal ini. Jika saya pribadi saya cenderung menggunakan analisa SWOT, metoda yang setidaknya pernah dibahas ketika duduk dibangku kuliah.

Analisa SWOT merupakan sebuah singkatan dari bahasa inggris yang berarti "kekuatan" (Strengths), "kelemahan" (Weaknesses), "kesempatan/peluang" (Opportunities), dan "ancaman" (Threats). Analisa SWOT merupakan metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam suatu proyek atau spekulasi bisnis.

Berdasarkan 'History of SWOT Analysis' dari Tim Friesner, teknik analisa ini dibuat oleh Albert Humphrey, yang memimpin proyek riset pada Universitas Stanford pada tahun 1960-an dan 1970-an dengan menggunakan data dari perusahaan-perusahaan Fortune 500.

Menurut Ciputra Entrepreneruship, Analisis SWOT tidak hanya menghasilkan identifikasi kompetensi khas sebuah perusahaan (kemampuan dan sumber daya tertentu yang dimiliki oleh sebuah perusahaan serta cara luar biasa yang digunakan) tetapi juga dalam identifikasi peluang yang tidak bisa dimanfaatkan oleh perusahaan karena ketiadaan sumber daya yang diperlukan. Analisa SWOT memang bukanlah obat atau solusi atas rapuhnya kondisi suatu organisasi.

Beberapa karakteristik yang biasa terdapat dalam analisa SWOT menurut Ciputra Entrepreneurship :

  • Analisis jenis ini menghasilkan daftar-daftar yang panjang.
  • Analisis SWOT tidak menggunakan titik tekan untuk mencerminkan prioritas.
  • Analisis ini menggunakan kata-kata dan frase-frase yang ambigu.
  • Suatu faktor yang sama bisa ditempatkan di dua kategori (misalnya sebuah kekuatan bisa juga menjadi sebuah kelemahan).
  • Tidak ada keharusan untuk memberikan sebuah verifikasi atas pendapat dengan menggunakan data atau analisis.
  • Analisis ini hanya membutuhkan satu tingkat analisis.
  • Tidak ditemukan adanya hubungan yang logis dengan implementasi strategi.

Dengan mengambil sebagian karakteristik yang terdapat pada analisa SWOT dibawah ini saya mencoba untuk mentabulasi hal-hal yang diperlukan untuk mengembangkan klub Arema kedepan.

Ribuan Aremania Yang Padati Stadion Menjadi Kekuatan

Strengths (Kekuatan) :

  1. Arema adalah salah satu brand market terbaik di wilayah Malang Raya. Arema juga menjadi sumber hiburan yang paling banyak dinikmati oleh warga Malang Raya.
  2. Market (Pasar) yang jelas. Ada ratusan ribu Aremania baik yang aktif maupun sekedar simpatisan yang siap menjadi target pemasaran klub. Karena pasar sudah ada, maka Arema tidaklah memulai berjuang dengan kondisi dari nol.
  3. Arema sudah dikenal sebagai klub yang mandiri dan bebas dari keterikatan formal terhadap instansi pemerintah atau secara politis dengan organisasi politik beserta underbouw-nya.
  4. Arema memiliki badan legalitas dalam bentuk PT Arema Indonesia yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh Yayasan Arema.
  5. Dalam beberapa musim terakhir Arema berhasil menggaet sponsorship dan beberapa sumber pendapatan lainnya untuk menutupi kebutuhan klub.
  6. Arema masih bermukim di Malang sebagai home base-nya. Hal ini menguntungkan klub jika menilik sekian ratus ribu Aremania yang bertempat tinggal di Malang Raya.
  7. Ada sekitar 700ribu suporter Arema yang tergabung dalam Arema, baik yang aktif ataupun sekedar simpatisan.
  8. Arema memiliki web resmi sebagai bahan publikasi klub. Arema juga memiliki akun social media seperti halnya akun twitter sebagai langkah mendekatkan klub kepada suporternya.
  9. Arema memiliki Akademi sebagai unsur pembinaan usia dini dalam beberapa kelompok umur untuk menyokong azas supporting didalam klub sendiri, selain sebagai prasyarat untuk mengikuti kompetisi sepakbola profesional.
  10. Arema menggunakan Stadion Kanjuruhan dan Stadion Gajayana yang mampu menampung sekitar 30ribu penonton, dan sudah memiliki beberapa perangkat pendukung seperti yang disyaratkan dalam mengikuti kompetisi profesional(penerangan stadion, scoring board digital, genset, dan lain-lain).
  11. Arema memiliki beberapa aset berupa kendaraan dinas, perangkat kantor dan lainnya yang dapat digunakan untuk menyokong operasional Arema.
  12. Arema merupakan tim elit dan berprestasi di lingkungan sepakbola Indonesia. Setidaknya dua gelar liga(Galatama dan ISL 2009/2010), dua gelar Copa Indonesia, serta satu gelar juara Divisi Satu tahun 2004 menjadi koleksi lemari trophy Arema.
  13. Akademi Arema kerap mencetak beberapa pemain andal baik di tim Arema maupun Timnas Indonesia seperti Dendi Santoso, Aji Saka, dan lain-lain. Akademi Arema juga pernah mencetak prestasi 4 besar Piala Suratin U-18 tahun 2001 serta Juara Piala Suratin U-18 tahun 2007 lalu.
Di sisi lain, ribuan Aremania kadangkala tidak bisa masuk stadion dan nobar di layar

Weaknesses (Kelemahan) :

  1. Kurang tersedianya Sumber Daya Manusia (SDM) dan tenaga ahli yang berkompeten untuk menjawab tantangan bisnis kedepan.
  2. Kurang tersedianya perangkat teknologi yang mendukung dalam pengembangan klub.
  3. Kurang tersedianya konsep yang memadai (rencana strategis) untuk mengembangkan klub.
  4. Stadion Kanjuruhan yang dipakai sebagai kandang Arema seringkali tidak cukup untuk menampung animo massa.
  5. Tidak ada riset secara komprehensif mengenai potensi komersial tim dan klub.
  6. Kekurangan modal untuk berakselerasi secara bisnis didalam PT Arema Indonesia.
  7. Lokasi stadion yang jauh dari pusat keramaian seringkali menjadi bahan keluhan bagi calon penonton. Hal ini diperparah dengan akses menuju stadion dari jalan besar yang cukup jauh(sekitar 1,5km).
  8. Tidak ada database penggemar, suporter dan membership yang terintegrasi dan up to date. Suporter Arema(Aremania) sendiri merupakan intangible asset terbesar klub Arema.
  9. Dua musim terakhir (2009/2010 dan 2010/2011) seringkali mengalami problem finansial. Diperlukan langkah strategis untuk menyelesaikan secara penuh agar tidak menjadi beban klub di musim berikutnya.
  10. Selama konflik dualisme organisasi klub tidak berjalan secara semestinya.
  11. Kurangnya penelitian dan pengembangan didalam klub Arema baik untuk kebutuhan pemasaran atau pembentukan database klub.
  12. Kurangnya diversifikasi produk Arema. Artinya terdapat keterbatasan bagi jenis produk yang dipasarkan oleh klub kepada publik.
  13. Kurangnya optimalisasi dari web resmi Arema sebagai pusat informasi, penjualan merchandise, forum interaksi Aremania, memberships dan pengelolaan database penggemar.
  14. Kurangnya pelayanan kepada penonton di setiap pertandingan kandang Arema dengan memberikan added value berupa matchday book, souvenir, dan lainnya.
  15. Kurangnya kenyamanan penonton pada pertandingan tertentu. Ketika jumlah penonton di tribun berjubel, dan tidak mendapatkan tempat duduk meski sudah memiliki tiket.
  16. Kurangnya kegiatan yang bersifat Non Matchday Concept atau kegiatan yang digelar diluar hari pertandingan seperti menggelar event sepakbola, futsal dan jumpa fans berkala dengan penggemar bekerjasama dengan sponsor.
  17. Arema kurang memiliki aset strategis seperti stadion, mess, sarana latihan untuk mendukung kegiatan tim secara ekonomis.
  18. Belum ada realisasi dari konsep investasi berjangka panjang yang penting bagi masa depan Arema sendiri.
  19. Arema belum melakukan kerja sama dengan auditor dan konsultan keuangan dan investasi independen untuk membantu pengelolaan finansial klub.
  20. Arema belum memiliki realisasi program pengembangan klub dalam bentuk aset, fasilitas unit-unit bisnis turunan, serta pembangunan infrastruktur sebagai fasilitas tim dan klubnya.
  21. Kurangnya pelayanan yang memadai bagi calon penonton yang datang ke stadion dengan mereduksi distribusi tiket diluar ticket box dan locket box resmi.
  22. Baik stadion Kanjuruhan maupun Gajayana bukanlah stadion yang memiliki sertifikasi 'A', yaitu sertifikasi tertinggi yang dikeluarkan oleh AFC untuk menentukan layak atau tidaknya stadion tersebut untuk menggelar pertandingan internasional seperti yang disyaratkan oleh AFC.
  23. Arema kurang mendayagunakan perangkat teknologi yang membantu dalam mencegah kebocoran sumber pendapatan klub, seperti penggunaan barcode dalam tiket pertandingan, pintu automatis, kamera CCTV di setiap pintu masuk stadion, dsb.
  24. Kurangnya pengawasan dan tindak hukum yang dikeluarkan klub untuk menangani produk ilegal yang menggunakan brand logo Arema.
  25. Okupansi penonton Arema tidaklah stabil, hal ini terkait dengan jadwal pertandingan, kondisi cuaca, baik dan buruknya citra klub, hingga kualitas calon lawan yang dihadapi.
Aremania Bersahabatan Dengan Persija

Opportunities (Peluang)

  1. Okupansi stadion Kanjuruhan (kandang Arema) dalam dua musim terakhir (2009/2010 dan 2010/2011) adalah yang tertinggi se-Indonesia dan Asia Tenggara. Okupansi yang tinggi maka peluang untuk mendapatkan pemasukan dari sektor gate receipt/tiket pertandingan akan sangat tinggi.
  2. Ikatan emosional yang tumbuh dari kecintaan suporter (Aremania) kepada klubnya (Arema) sangat tinggi. Aremania dikenal sebagai suporter yang militan, untuk musim 2011/2012 tercatat ribuan Aremania menghadiri laga tandang baik di Solo(vs Persija), Sidoarto(vs Deltras), Gresik(vs Persegres), serta ratusan suporter lainnya mendampingi perjuangan tim ketika melawat ke Balikpapan, Tenggarong, Palembang, serta stadion lainnya di tanah air.
  3. Pasar yang terus tumbuh. Jumlah Aremania setiap tahun akan mengalami kenaikan seiring dengan prestasi yang diraih oleh Arema serta kemampuan manajemen klub dalam mengikat suporter secara emosional.
  4. Aremania sebagai soko guru suporter sepakbola di Indonesia memiliki relasi baik dengan sejumlah kelompok suporter ditanah air seperti LA Mania, Ngalamania, Ultrasmania, Deltamania, dll di Jawa Timur, serta Pasoepati, The Jakmania, Slemania, Sriwijayamania, dan puluhan suporter sepakbola lainnya di berbagai pelosok tanah air.
  5. Pasar yang luang dan terdapat sekian kota yang dapat menjadi daerah pemasaran Arema. Kota-kota di Jawa Timur yang tidak memiliki kaitan historis dan strategis dari efek rivalitas suporter Arema dengan Persebaya, Persik dan Persekabpas dapat dijadikan target pemasaran klub.
  6. Beragamnya latar belakang ekonomi dan kondisi sosial pendukung Arema dapat dijadikan sebagai target pemasaran bagi produk-produk Arema. Jika selama ini Arema masih berkutat di pasar middle-end, maka dimasa datang dapat memperluas segmentasi produknya ke pasar low-end dan high-end.
  7. Bergabungnya 'dua Arema' yang terpecah dalam dua kompetisi yang berbeda dapat meningkatkan kapitalisasi klub, memperkuat kredibilitas dan meningkatkan citra Arema.
  8. Sebagian besar kompetitor Arema belum memiliki rencana strategis untuk mengembangkan klubnya dengan mendayagunakan segala potensi yang dimiliki. Jika memang demikian maka ini peluang bagi Arema untuk menjadi barometer dan mencoba merebut dominasi pasar yang belum tersentuh sama sekali.
  9. Masih banyak segmen pasar yang belum tersentuh oleh jaringan pemasaran Arema. Sumber pemasukan Arema sendiri saat ini selain sponsor hanya berupa sebagian kecil produk merchandise(jersey original dan hangtag), serta tiket pertandingan.
  10. Banyak lembaga-lembaga yang siap bekerja sama dengan Arema seperti British Council yang mewakili English Premier League beberapa waktu lalu, Japan University Football Association yang digelar beberapa bulan lalu, dan lain-lain.
  11. Panpel Arema mencoba berupaya untuk meningkatkan kehadiran animo penonton dengan memberikan pelayanan lebih dengan memberi kesempatan kepada penonton untuk mendapatkan door prize lewat undian berhadiah.
  12. Arema beberapa kali menggelar acara yang bersifat sosial, kedepan acara sosial seperti ini dapat diintegrasikan dengan konsep dan realisasi untuk peningkatan citra klub.
  13. Arema sukses bekerja sama dengan beberapa sponsor dengan mencoba mengoptimalkan nilai lebih pada brand Arema seperti halnya yang terdapat dalam bus tim dan mess pemain.
  14. Arema sukses memberdayakan mantan pemainnya sebagai talent scout dan instruktur pembinaan usia muda seperti yang terdapat pada Joko Susilo(sekarang asisten pelatih Arema ISL), Sunardi C, Alm Setyo Budiarto, Aji Santoso, Singgih Pitono, dan lain-lain.
  15. Arema sudah melakukan kerja sama dengan vendor dan produsen peralatan dan perlengkapan sepakbola untuk memasok kebutuhan tim senior dan usia muda dengan barter sponsorship dan bagi hasil penjualan apparel terkait Arema.
  16. Sewa bangun stadion dalam jangka panjang dapat memberikan keuntungan Arema secara ekonomis. Arema dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki menjadi sumber pendapatan klub. Meski sistem ini cenderung 'mahal' jika hanya sekedar sewa stadion tiap pertandingan, namun jika dikelola secara profesional resources yang dikeluarkan akan sepadan dengan hasilnya.
  17. Kerjasama Arema dengan pihak media massa harus dipererat untuk menunjang komunikasi dan informasi offline antara klub dengan suporternya serta peningkatan citra klub itu sendiri.
  18. - Untuk menjaring peranan suporter, Arema dapat membuat membership klub tersebut. Role model membership dapat ditentukan dengan menyesuaikan aturan hukum internal didalam Arema sendiri. Para anggota mendapat hak dan kewajiban sesuai dengan porsinya(bentuk keanggotaan yang diambil). Membership ini berbeda dengan sistem keanggotaan klub yang memiliki hak politis untuk menentukan arah kebijakan klub seperti layaknya socios di Spanyol. Namun sistem membership ini memberikan peluang bagi Arema untuk menentukan kebijakan terkait sistem pemasaran produk Arema.
  19. Dibutuhkan pengembangan kawasan terpadu di sekitar stadion, seperti halnya Stadion Kanjuruhan yang dipakai sebagai salah satu kandang Arema. Dengan adanya hal tersebut selain meningkatkan nilai tambah bagi stadion sendiri, juga meningkatkan kunjungan publik baik untuk kegiatan di hari pertandingan atau diluar itu.
Entah kapan permusuhan Aremania dengan Bonek bisa berakhir

Threats (Ancaman)

  1. Kondisi iklim sepakbola Indonesia belumlah berjalan normal. Hal ini terkait masih adanya pertentangan di tingkat pusat yang melahirkan dualisme kompetisi beserta operatornya.
  2. Kurangnya antusias stakeholder Arema untuk fokus dalam mengembangkan klub ke arah profesional sepenuhnya. Hal ini terkait dengan konflik dan dualisme kompetisi yang menyedot perhatian publik untuk saling perang opini dan citra dibandingkan meluangkan waktu, pikiran dan tenaga untuk terlibat dalam 'memprofesionalkan' klub Arema.
  3. Kurang jelasnya legalitas klub bakal mengurangi citra Arema yang sedang berkembang menjadi klub profesional. Aksi saling klaim harus disudahi dan diharapkan musim depan sudah terwujudnya Arema yang bersatu dan tidak ada lagi friksi didalamnya.
  4. Kondisi Arema secara de facto terbelah seiring dengan perselisihan yang terjadi di tingkat pusat. Ada dua Arema yang masing-masing mengikuti kompetisi yang berbeda. Hal ini dapat menghambat upaya Arema dalam memaksimalkan potensi yang ada didalam diri Arema.
  5. Untuk pengembangan ke arah profesional diperlukan transparansi dalam melakukan kegiatan klub. Bilamana diperlukan klub dituntut untuk transparan dalam hal keterbukaan informasi, komunikasi hingga ke masalah budgeting.
  6. Sistem pembibitan dan pengembangan usia dini didalam klub terhambat seiring krisis yang melanda klub serta fokus daripada 'pengelola kompetisi' yang belum merealisasikan secara komprehensif pembinaan dan kompetisi usia dini.
  7. Terdapat rivalitas suporter Arema dengan beberapa kelompok suporter lain di Indonesia seperti di daerah Surabaya, Pasuruan, Jogja dan Kediri yang bisa menjadi resistansi bagi pemasaran produk Arema.
  8. Membanjirnya produk Arema yang dibuat oleh produsen diluar anggota Asosiasi Merchandise Arema(AMA), terlebih yang menggunakan mesin dan menyasar pasaran low end merugikan Arema yang berjualan barang tiruan dan tidak membayar royalti kepada Arema.
  9. Kondisi finansial Arema masih mengalami problem. Jika tidak segera teratasi maka akan menyulitkan posisi Arema menghadapi musim selanjutnya.
  10. Interfensi negatif dalam bentuk opini atau citra yang dihembuskan oleh beberapa rival Arema/Aremania yang masih berlangsung hingga sekarang ini.
  11. Tarik ulur terkait legalitas kompetisi (misalnya : Liga Super Indonesia) yang tidak dikelola secara langsung oleh PSSI. Jika hal ini tidak diselesaikan secara menyeluruh tentu akan menyulitkan Arema jika harus berkompetisi di level regional dan menarik keuntungan darinya.
  12. Masalah kepastian jadwal kompetisi masih menjadi tanda tanya hingga saat ini. Hal ini juga terkait dengan kesiapan pengelola kompetisi dan wacana penyatuan dua kompetisi sepakbola terbesar di tanah air, ISL dan IPL.
  13. Pendapatan klub yang bersumber dari broadcasting/hak siar tidak dapat diandalkan. Hal ini terkait dengan ketidakjelasan porsi pembagian yang didapat oleh klub dan dibandingkan musim-musim sebelumnya porsi pembagian hak siar kompetisi masih teramat kecil jika dibandingkan dengan sumber pendapatan klub lainnya.
  14. Kebocoran sumber pendapatan klub dari hasil tiket pertandingan ataupun sektor lainnya harus diminimalisir dari waktu ke waktu. Bahkan sebisa mungkin prosentase kebocoran bisa ditekan hingga mendekati angka nol.

Dari hasil tabulasi diatas dapat diambil kesimpulan secara spesifik :

  1. Terdapat kekuatan dan kelemahan yang dapat mempengaruhi kondisi internal Arema yaitu yang berasal dari personal manajemen klub, suporter, dan lainnya.
  2. Terdapat peluang dan ancaman yang berasal dari kondisi eksternal dan berasal dari kondisi pasar, keadaan sepakbola nasional yang belum berjalan normal, dan sebagainya.

Beberapa saran yang dapat diberikan kepada manajemen Arema terkait hal diatas :

  1. Diperlukan riset yang komprehensif baik disisi internal maupun eksternal untuk menentukan strategi yang akan diambil dalam menjawab tantangan di masa datang.
  2. Manajemen Arema dapat mengambil peluang sebanyak-banyaknya dengan mendayagunakan segala potensi yang dimiliki (unsur : kekuatan) untuk meraih hasil yang terbaik.
  3. Meski berkutat dengan waktu, manajemen Arema diharapkan untuk tetap memperbaiki kinerja klub dengan selalu memperhatikan kondisi kinerja tim/karyawan, serta meningkatkan profesionalitas dalam tubuh klub.
  4. Diperlukan upaya perkuatan di internal demi mendukung stabilitas klub. Segala upaya yang menghambat terbentuknya stabilitas klub seperti dualisme klub, dan lainnya harus diselesaikan sejak dini.
  5. Diperlukan dukungan dari seluruh suporter untuk mendukung upaya manajemen Arema menuju klub yang profesional.

Itulah beberapa poin dan hasil analisa saya diatas. Hasil analisa antara saya dengan pembaca bisa jadi berbeda, atau tidak serinci dengan analisa Anda dengan menambahkan scoring dari tiap-tiap poinnya. Namun dengan adanya analisa ini diharapkan timbul suatu pemahaman, melakukan koreksi dalam diri Arema, memperbaiki kekurangan, dan menumbuhkan semangat untuk memajukan Arema.

Semoga apapun analisa yang saya, ataupun Anda buat mampu menghasilkan suatu action plan yang akan diambil oleh manajemen Arema nanti sebagai langkah nyata demi mensukseskan Arema yang dikenal tidak hanya sebagai klub elit berprestasi namun juga sebagai entitas klub profesional dengan meninggalkan permasalahan klasik yang tidak akan(atau diminimalisir) untuk diulang lagi di masa datang.

Bersambung















Auman Samsul terus berlaku di babak delapan besar, saat melawan Persipura, dia mampu lesakkan dua gol untuk bawa Arema menang 3-0. Terus mengaum Samsul!

 


Login