Melawan Mitra Kukar. Arema tetap memakai strategi yang sama seperti saat melawan Persisam, sedikit ada perubahan minor ada di belakang.
BERITA TERBARU AREMA
Melawan PSAP Sigli, Arema tidak bisa diperkuat Muhammad Rdhuan, NKong, dan Stevan Hesketh. Selain itu juga ada Arif Ariyanto. Bagaimana strategi Suharno?.
Skuad Arema Indonesia terpaksa melakukan recovery di Sigli, tempat di mana tim Singo Edan melakoni pertandingan berikutnya menghadapi tuan rumah PSAP Sigli pada hari Senin (21/05) mendatang
Sempat dipuji oleh Rahmat Darmawan ketika Arema bertemu dengan Pelita Jaya. Pemain muda Arema yang baru saja berulang tahun ke 22 tampil bagus lagi. Dia berhasil memukau 33ribu pasang mata yang memadati stadion Kanjuruhan.
Hasil 5-3 untuk kemenangan Arema langsung disambut secara meriah oleh suporter. Ekspresi kegembiraan juga didapat sang pelatih Suharno. Di sisi lain pelatih Mitra Kukar Stefan Hansson juga mengaku anak buahnya sudah berjuang maksimal.
Arema berhasil menyudahi perlawanan alot yang diperagakan tim tamu, Mitra Kukar. Meski sempat tertinggal terlebih dahulu, anak asuh Suharno berhasil mengakhiri pertandingan dengan skor 5-3.
Tampil terus menyerang sepanjang 90 menit. Itulah yang mesti dilakukan oleh Arema Indonesia ketika harus berhadapan dengan tim bertabur bintang, Mitra Kukar.
Jika berkaca pada sejarah panjang persepakbolaan Indonesia, sejatinya kedua tim adalah musuh bebuyutan. Ya, Mitra dulunya adalah Mitra Surabaya atau Niac Mitra.
Absennya N'Kong tentu membuat striker potensial Arema Sunarto menjadi pilihan pertama ketimbang Dicky Firasat ataupun Agung Suprayogi. Mantan akademi Arema itu mengaku akan berupaya untuk mengakhiri paceklik golnya musim ini.
Arema Indonesia akan menghadapi tim bertabur bintang Mitra Kukar pada laga lanjutan Indonesia Super League, Rabu (17/5) besok. Sembari menunggu kondisi Nkong, Suharno tetap siapkan cadangan.
Hanya mampu memaksimalkan satu peluang menjadi gol meskipun begitu banyak peluang yang mampu diciptakan. Itulah kondisi lini depan Arema ketika berhasil mengalahkan Persisam Samarinda.
Entah berniat memuji untuk menjatuhkan mental atau apa, Arema yang ada di posisi 15 disebut oleh pelatih Mitra Kukar Stefan Hanson sebagai tim terbaik di Indonesia Super Liga.
Grafik dan performa bek Arema Indonesia, Munhar. Belakangan terus meningkat dan membaik. Dia pun mampu mengalahkan Steve Hesketh di posisi starting XI.
Banyaknya peluang melalui bola mati atau hidup yang didapat oleh Arema plus tidak bisa memasukkan gol menjadi kendala Singo Edan.
Sempat ada di posisi empat, namun sekarang Mitra ada di posisi sembilan dengan mengemas 31 poin. Itulah gambaran awal dari kondisi Pelita. Peluang Arema menang sangat besar bila melihat tren yang dilakukan oleh Bustomi cs.
Suharno sukses menang pertandingan perdananya usai kembali ke Arema. Meski menang dengan hanya satu gol saja, kemenangan tetaplah kemenangan yang harus disyukuri karena berpoin tiga.
WEAREMANIA kembali menyajikan data dan fakta seputar pertandingan Arema melawan Persisam yang berakhir dengan kemenangan 1-0. Apa itu? Silahkan disimak.
Strategi Suharno dengan memasukkan Arif Arianto terbilang tepat, sebab dia berhasil mencetak satu gol kemenangan Arema melawan Persisam Samarinda.
Hanya butuh satu gol untuk memastikan kemenangan Arema atas Persisam. Gol tunggal penuh keberuntungan tersebut ditentukan oleh Arif Ariyanto untuk mengakhiri ketidakberuntungan Arema sepanjang laga.
- [Strategi] Lengah Konsentrasi, Berhasil Memanfaatkan Peluang
- Ultah, Inilah Harapan Sunartorres
- 3 Pilar Asing Absen, Plus Arif Ariyanto.
- Dendi: Gol Untuk Istriku Dan Aremania
- Bustomi Tampil Bagus Dibawah Teror
- ISL Review: Singo Edan Arema Telan Naga Mekes
- Preview: Arema Indonesia vs Mitra Kukar
- Nostalgia Musuh Bebuyutan Hingga Hadiah Sepeda Motor
- Aksi Seribu Balon, Opo Maneh Iku Ker...?? (3012)
- ISL Review: Singo Edan Arema Telan Naga Mekes (2829)
- Bustomi Tampil Bagus Dibawah Teror (2416)
- Nostalgia Musuh Bebuyutan Hingga Hadiah Sepeda Motor (2221)
- [Strategi] Keberanian Suharno Dengan Pola Diamond (2120)
- Suharno: Munhar Layak Timnas (1857)
- Arema Tinggalkan Juru Kunci (1684)
- Suharno Dan Hansson Sama-Sama Puas (1651)
Bustomi dan Joko Susilo terlihat saling bercengkrama usai bertanding. Tidak jelas apa yang dibicarakan yang penting foto dulu (Foto: Abi Yazid)