PROFIL PEMAIN AREMA INDONESIA


Nurul Mauludi


  • Name : Nurul Mauludi
  • Born : Rabu, 20 November 1985
        Jember
  • Position : Pemain Bertahan
  • Number : 29

Arema boleh saja kehilangan Benny Wahyudi yang selama dua musim terakhir menjadi sosok tak tergantikan di sektor bek kiri Singo Edan. Pada gelaran Indonesia Super League (ISL) musim ini, pemain asal Turen tersebut memutuskan hijrah ke Deltras Sidoarjo.

Namun satu calon bintang anyar telah siap menjadi suksesor bek timnas senior tersebut. Musim ini, Arema telah merekrut penggawa muda anyar untuk mengisi pos lowong yang ditinggalkan Benny. Dia adalah Nurul Mauludi. Pemain kelahiran 20 November 1985 itu sudah mencatatkan debutnya bersama Singo Edan saat tim menjamu Persela Lamongan, 6 Desember lalu.

Menjadi awak skuad berlogo kepala singa seolah menjadi impian yang jadi nyata bagi pemain berusia 26 tahun tersebut. Sekalipun bukan arek Malang asli, Nurul yang asal Wirolegi, Jember merupakan fans Singo Edan. ?Saya sudah sejak lama mengidolakan Arema dan bermimpi bisa jadi pemain Arema. Sekarang itu terwujud dan rasanya bangga sekali,? seru pemain yang musim lalu menjadi kapten Persekam Metro FC tersebut.

Bergabung dengan Singo Edan jelas menjadi tonggak perjalanan karier pemain yang sempat membela Persid Jember dan Persipon Pontianak tersebut. Musim ini menjadi musim perdananya berkiprah di kompetisi elite selevel ISL. ?Ya, ini musim pertama saya di ISL. Selama di Arema, saya akan terus menimba ilmu dari para pemain senior yang jauh lebih berpengalaman,? terang pemain bernomor punggung 29 itu.

Kelebihan

Satu hal yang menjadi kelebihan Nurul dibanding bek sayap yang lain adalah kemampuannya menjadi eksekutor bola-bola mati. Tak heran bila pelatih menunjukknya sebagai salah satu algojo set piece atau bola-bola mati, diantaranya untuk tendangan bebas dan tendangan sudut. ?Memang saya sering dipercaya menjadi eksekutor set piece. Utamanya yang dari sektor kiri,? lanjut pemain yang selama di Malang tinggal di mes Wisma Unmer tersebut.

Kelemahan

Belum punya banyak pengalaman di level tertinggi. Tapi?Nurul tak mau minder dengan minimnya jam terbang di ISL. ?Tim ini banyak dihuni pemain muda. Apalagi pelatih sangat support. Coach Wolf (Wolfgang Pikal, Red) meski pelatih asing tapi tidak jauh beda dengan pelatih lokal yang sifatnya kebapakan. Coach Joko Susilo juga selalu membantu pemain muda seperti kami,? paparnya.

Prestasi
Belum Ada








FOTO TERKAIT










Asa Arema U-21 untuk mendapatkan predikat runner-up terbaik untuk lolos ke babak delapan besar makin sulit usai kalah melawan Persik Kediri U-21. (Foto: Antara)

 


Login