KISAH - Persija vs Arema, Pacho Membungkam Senayan

Reporter : Afdholud Dzikry

Wearemania.net - Laga yang digelar saat 8 besar Divisi Utama itu terkenal dengan pernyataan terkeren sepanjang sejarah pemain Arema. Dibuat oleh Pacho dan disampaikan kepada Jawa Pos edisi 10 Juli 2000.

"Meski tanganku terluka karena cedera, saya akan tetap berusaha skuat tenaga seperti singa di pertandingan berikutnya, sebab saya masih punya kaki dan kepala untuk mencetak gol!," kata Pacho

Kalimat itu terlontar saat Pacho Rubio, sosok badboy Arema mampu mencetak gol saat Arema mengalahkan tuan rumah Persija Jakarta. Dengan diperkuat oleh Trio Chile yang berisikan Rodrigo Araya, Juan Rubio, Pacho Rubio dan bomber asal Kamerun Charles Essomba Atangana ditambah lagi barisan pemain yang sedang menemukan masa emasnya seperti Charis Yulianto, I Putu Gede, dan Kiper Agung Prasetyo.


Simak Sisi Nostalgia Arema


Babak 8 besar berhasil digapainya dengan status sebagai Runner Up Grup Timur. 2 penampilan awal gemilang Arema ketika mengalahkan Persija Jakarta 2-1

Jalannya Pertandingan

Arema Malang mempermalukan tuan rumah Persija dengan skor 1-2 pada pertandingan pertama Babak Delapan Besar Wilayah Barat. Nilai 3 telah dimiliki oleh tim Ongis Nade. 2 gol Arema diciptakan oleh Rodriguez Pacho Rubio melalui tendangan dan sundulan kepala hasil umpan dari Rodrigo Araya pada babak I, sedangkan gol balasan Persija diciptakan oleh Imran N pada menit 20 babak II.

Sepanjang pertandingan Persija yang didukung oleh pemain-pemain Nasional tidak dapat berbuat banyak untuk memenangkan pertandingan. Beberapa peluang yang diciptakan tidak mampu dimanfaatkan oleh pemaimn-pemain Persija. Sebaliknya pemain-pemain Arema dapat mengembangkan permainannya dengan serangan-serangan balik yang membahayakan gawang Persija. 2 gol Arema tercipta hasil serangan balik yang dibuat oleh pemain-pemain Arema.

Kekalahan Persija ini cukup membuat tim Jakarta ini berat untuk maju ke babak berikutnya karena harus berhadapan dengan Persikota dan Pelita. Sekitar 10.000 Aremania menjadi pendukung yang luar biasa bagi Arema. Jika dibandingkan dengan suporter Persija yang hanya sekitar 3 ribuan. Hal ini menunjukan bahwa Arema benar-benar sebuah tim sepak bola yang mempunyai pendukung yang fanatik apalagi sebagian besar Aremania datang dari kota dingin Malang. Aremania patut menjadi contoh suporter-suporter lain di tanah air.

Kepimpinan wasit dinilai cukup baik dan tegas. 2 kartu merah dikeluarkan oleh wasit, 1 untuk pemain belakang Harianto dari Arema yang terkena dua kartu kuning dam 1 kartu untuk Luciano dari Persija yang memukul kapten kesebelasan Arema Rodrigo Araya. Kejadian ini sempat membuat kekacauan di lapangan karena nyaris kedua kesebelasan berkelahai. Kejadian ini sangat disayangkan. Beberapa kartu kuning lain terpaksa harus dikeluarkan oleh wasit kepada para pemain kedua kesebelasan. Sepanjang pertandingan banyak pelanggaran yang dilakukan oleh kedua kesebelasan. Tercatat 21 pelanggaran dilakukan oleh pemain-pemain Persija dan 13 pelanggaran dilakukan oleh pemain-pemain Arema.

Akhir Cerita 8 Besar

Usai laga itu, Arema seri 1-1 melawan Persikota Tangerang sempat membuat Aremania melambungkan asa kepadanya agar Arema mampu menggapai satu tempat di semifinal. Apa daya di pertandingan terakhir yang tinggal berhadapan dengan Pelita Solo pemain Arema terlihat loyo dan akhirnya kalah 3-0.

Padahal ketika itu Pelita Solo sudah ditinggalkan barisan pendukungnya Pasoepati yang sebelumnya ikut memadati Senayan bersama Aremania. Puluhan Pasoepati yang masih hadir di Stadion sudah memberikan dukungannya kepada Arema setelah Pelita Solo dinyatakan gugur di fase 8 besar karena tidak mengoleksi satu poinpun akibat kalah melawan Persija dan Persikota di partai sebelumnya.

Harapan yang pupus tersebut masih ditambah lagi issue jual beli pertandingan dan hutang Arema sebesar 300juta rupiah kepada pengusaha asal Lamongan Jeng Sri, Pemilik Cafe Hore-Hore. Sekitar 1500 Aremania melakukan demo ke balaikota selepas kembalinya Aremania dari tour ke Batavia menggunakan kereta api di depan Balaikota Malang. Tidak lama setelah itu, Manager Arema Alm. Gandhi Yogatama mengundurkan diri sebagai manager dan M. Basri berurutan sebagai kiper Arema. Ligina VI adalah kiprah terakhir M. Basri bersama Arema hingga saat ini.

Komentar Aremania