135 Keranda dan Foto Korban Kanjuruhan Disaster 2 Hiasi Alun-alun Tugu

Aremania tak hanya menggelar aksi damai untuk usut tuntas kasus Kanjuruhan Disaster 2. 135 keranda dan foto korban diletakkan menghiasi Alun-alun Tugu, Kota Malang.
Tragedi di Stadion Kanjuruhan itu sudah lewat 40 harinya. Aremania terus menuntut keadilan untuk 135 nyawa yang melayang dan ratusan lainnya yang luka-luka.
Keranda mayat sebagai simbol korban-korban jiwa itu diletakkan di trotoar bundaran Tugu di depan gedung Balaikota Malang. Di masing-masing keranda terdapat foto korban dalam pigura.
Koodinator Aksi Aremania bertajuk Malang Menghitam ini, Arief Setiawan mengatakan ratusan keranda itu diletakkan di sana sebagai pengingat. Mereka ingin merawat ingatan Aremania dan warga Malang Raya agar terus mengawal usut tuntas kasus tersebut.

“Kami menaruh keranda-keranda ini di sini setelah aksi kemarin untuk menjaga semangat perjuangan, bukan cuma Aremania, tapi juga semua elemen warga Malang Raya, dalam mengawal Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan sampai keadilan itu benar benar didapatkan,” kata Arief.

Berharap 135 Keranda dan Foto Korban Kanjuruhan Disaster 2 Tidak Dipindah

Arief berharap keranda-keranda itu tidak dipindahkan dari Alun-alun Tugu. Harapannya, hal tersebut menjadi pengingat sampai keadilan yang diinginkan tercapai.

Selain keranda dan foto-foto korban, puluhan spanduk bernada usut tuntas juga masih terpasang di pagar Alun-alun Tugu, Balaikota Malang dan DPRD Kota Malang.

“Saya harap ini akan tetap selalu di sini. Ini sebagai pengingat dan penyemangat, karena yang meninggal tentu butuh doa dan yang selamat butuh keadilan,” imbuhnya.

“Ke depan kami akan tetap melakukan tuntutan melalui jalur hukum. Jika tidak terpenuhi, kemungkinan besar kami akan terus bergerak dengan aksi-aksi kami lainnya.”