Agar Tak Ditinggal Pas Sayang-sayange, Pemain Arema Harus Lakukan Ini

Agar Tak Ditinggal Pas Sayang-sayange, Pemain Arema Harus Samakan Cara Pikir
Starting line up Arema (C) DANI KRISTIAN

Pemain Arema harus samakan cara pikir menyikapi rekontrak jelang lanjutan Liga 1 2020. Kalau tidak mau, terpaksa mereka bakal ditinggal pas sayang-sayange (sayang-sayangnya).

Asisten pelatih Charis Yulianto, bersama delapan pemain, Nur Diansyah, Taufik Hidayat, Feby Eka, Dave Mustaine, Hanif Sjahbandi, Muhammad Ikhsan, Teguh Amiruddin, dan Ridwan Tawainella menjalani rapid test tahap 2, Selasa (28/7/2020) siang. Dalam rapid test yang digelar di Kandang Singa, sebutan untuk kantor klub itu hadir pula sport therapist David Setiawan dan fisio therapist Reta Arroyan.

Usai menjalani rapid test, mereka dipanggil ke ruangan General Manager Arema, Ruddy Widodo untuk meneken rekontrak (pembaruan kontrak di masa pandemi covid-19). Media Officer Arema, Sudarmaji menyebut hampir 90 persen penggawa Singo Edan sudah teken kontrak anyar ini.

“Setelah pekan lalu, hari ini beberapa pemain sudah melakukan tanda tangan, mungkin sudah hampir 90 persen sudah beres, tinggal 10 persen saja yang belum memahami formula rekontrak ini. Ada beberapa pemain salah pemahaman setelah mencoba menghitung sendiri formula rekontrak tanpa melihat surat PSSI. Namun, setelah dijelaskan tidak ada masalah,” kata Sudarmaji.

Pemain Arema Harus Samakan Cara Pikir demi Kebaikan Bersama

Sudarmaji menjelaskan, 10 persen pemain yang belum teken rekontrak itu karena beberapa alasan. Namun, pihak manajemen sudah membuat tenggat waktu sebelum tim pelatih menggelar sesi latihan pada 3 Agustus mendatang semua pemain sudah bisa menyamakan cara pikirnya.

Hitungan 10 persen itu didominasi oleh empat pemain asing, Arema, yakni Jonathan Bauman, Elias Alderete, Matias Malvino dan Oh In-kyun. Secara lisan mereka sudah sepakat dengan formula rekontrak meski belum teken.

“Selain itu, ada beberapa pemain lokal juga, termasuk dua pemain yang belum datang ke Malang (Gitra Furton dan Mariando Djonak). Mereka masih minta waktu berpikir untuk berunding dengan keluarga, karena menyangkut rezeki mereka yang dipotong separuh. Masih ada waktu seminggu,” imbuhnya.

Sarankan Datang ke Kantor Arema untuk Mencari Win-win Solution

Sudarmaji menyarankan pemain-pemain yang belum bersepakat itu untuk datang ke kantor Arema menemui direksi untuk mencari win-win solution selama tidak melengceng dari Surat Keputusan PSSI No. 53 sebagai panduan utama. Namun, tentunya mereka harus memahami situasi saat ini, ada hal-hal yang bisa dikompromikan oleh klub, ada pula yang tidak.

“Cara pikir kita harus sama, yakni menyelamatkan kompetisi, dan mata pencaharian kita bersama. Rekontrak ini juga untuk memproteksi klub dan pemain itu sendiri. Namun, prinsip kami ada beberapa hal yang tidak bisa dikompromikan, karena klub juga dalam situasi yang sama. Kami harus bertanding tanpa penonton, dan ada renegosiasi ulalng dengan sponsor. Kalau tidak bisa saling memahami ya terpaksa harus ditinggal pas sayang-sayange,” tegasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.