Aksi Damai Aremania Usung Tritura Terkait Kasus Kanjuruhan Disaster 2 Baru Aksi Pembuka

Andy Irfan menegaskan aksi damai Aremania usung tritura terkait kasus Kanjuruhan Disaster 2 di depan Balaikota Malang, Kamis (10/11/2022) siang baru aksi pembuka. Sekjend Federasi KontraS (Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan) itu menyebut akan ada aksi yang lebih besar.

Dalam aksi tersebut, Aremania menyerukan tuntutan agar aktor intelektual dan pelaku penembak gas air mata dalam tragedi itu ditetapkan sebagai tersangka. Selain itu, mereka menuntut tragedi tersebut dinyatakan sebagai pelanggaran HAM berat, serta adanya ganti rugi (restitusi) bagi korban.

Yang menarik, dalam aksi damai ini, para korban dan keluarga korban juga ikut turun ke jalan. Mereka siap menggelar aksi, bahkan kalau perlu sampai ke ibu kota Jakarta.

“Ini adalah aksi pertama setelah berduka selama 40 hari. Selanjutnya kami merencanakan ada aksi-aksi yang lebih besar, baik di Malang maupun di Jakarta,” kata Andy.

Dorong Aremania Luar Kota Melakukan Aksi Damai Usung Tritura Terkait Kasus Kanjuruhan Disaster 2

Andy mendorong Aremania di luar kota untuk menggelar aksi yang sama demi menuntut usut tuntas kasus Kanjuruhan Disaster 2 ini. Bahkan, aksi serupa bisa dilakukan oleh para kelompok suporter lainnya.

“Kami juga memanggil teman-teman Aremania di luar Malang, dan suporter lainnya. Bahkan, bukan cuma suporter saja, karena ini gerakan menuntut keadilan,” imbuhnya.

“Ini tragedi kemanusiaan. Bisa menimpa siapa pun. Mungkin sekarang menimpa Aremania di Malang, tapi lain waktu bisa saja menimpa Bonekmania di Surabaya, Jakmania di Jakarta, juga suporter lainnya.”