Aksi Konvoi Hitam Aremania Macetkan Malang Raya, Bukti Macetnya Keadilan di Negeri Ini

Aksi Konvoi Hitam dilakukan Aremania untuk macetkan Malang Raya, Kamis (8/12/2022) siang hingga sore. Kemacetan arus lalu lintas ini bukti macetnya keadilan di negeri ini terkait kasus Kanjuruhan Disaster 2.

Massa Aremania mulai berkumpul di Stadion Gajayana, Kota Malang sejak pukul 09.00 WIB. Sejam kemudian, mereka mulai berangkat menuju ke arah barat.

Aremania yang beratribut serba hitam itu melewati pertigaan Pendem, Kota Batu, menuju Karangploso, dan berhenti di perempatan Karanglo. Mereka menutup akses jalan, termasuk underpass dan pintu Tol Singosari selama hampir satu jam.

Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke Brimob Detasemen B Pelopor di Ampeldento, Pakis, Kabupaten Malang. Mereka menggelar aksi yang sama, lalu bergerak ke selatan menuju Polres Malang di Kepanjen, Kabupaten Malang.

Aksi Konvoi Hitam Aremania Masih Dengan Tuntutan yang Sama

Aksi Konvoi Hita yang digagas Ambon Fanda, salah seorang Aremania ini masih dengan tuntutan yang sama. Mereka menuntut penambahan jumlah tersangka dan pasal pembunuhan dalam berkas penyidikan kasus Tragedi Kanjuruhan.

“Sampai detik ini tidak ada pengembangan kasus, sampai detik ini masih enam tersangka dengan pasal kelalaian. Dua bulan bapak-bapak polisi kerja atau tidak? Itu yang kami pertanyakan,” kata Ambon.

“Sedangkan Laporan Polisi Model B sudah masuk ke Polres Malang, tapi tidak ada tindak lanjut. Baru kemarin ada tindakan pemeriksaan saksi. Kenapa harus kita turun ke jalan dulu baru ada tindak lanjut?”

Menurutnya, Pancasila sebagai dasar negara Indonesia pada sila kelima memuat kalimat ‘Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia’. Ambon mempertanyakan tentang hal itu.

“Bukankah itu jaminan, tapi kenapa kita, rakyat Malang harus memperjuangkannya untuk mendapatkan keadilan? Kalau itu landasan di negara kita, kenapa harus diperjuangkan dulu?” tandasnya.