Alasan Devi Athok Kembali Meminta Autopsi Jenazah Anaknya yang Tewas Dalam Kanjuruhan Disaster 2

Devi Athok punya alasan tersendiri kembali meminta ekshumasi dan autopsi jenazah kedua anaknya yang tewas dalam Kanjuruhan Disaster 2. Padahal, sebelumnya, upaya intimidasi sempat membuatnya mencabut permohonan tersebut.

Jenazah kedua putrinya yang dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Wajak akhirnya diautopsi, Sabtu (5/11/2022) pagi hingga petang. Devi sendiri sempat diizinkan masuk ke area teknis penggalian.

Pria berusia 41 tahun itu diminta untuk memastikan benar makan putrinya yang digali oleh petugas. Namun, setelah itu, Devi dibawa keluar karena sempat histeris sehingga harus ditenangkan.

“Alasan keluarga mengizinkan autopsi ini karena kami ingin tahu alasan meninggalnya kedua anak saya. Mereka ini meninggalnya tidak wajar, ada kejanggalan,” kata Devi.

2 Anak Devi Athok Tewas Dalam Kanjuruhan Disaster 2 Dengan Kondisi Tak Wajar

Devi Athok menemukan jenazah kedua anaknya saat mencari di Rumah Sakit Wava Husada, Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (2/10/2022), pukul 01.00 WIB dini hari. Menurutnya, dari kondisi jenazah tampak mereka tewas dengan tidak wajar.

Kalau dibilang anak-anaknya meninggal karena kekurangan oksigen dan terinjak-injak di tribune stadion, Devi membantahnya. Menurutnya, semua tahu kedua anaknya bersama 133 korban jiwa lainnya meninggal setelah ditembak gas air mata.

“Kematian mereka ini janggal, karena gas air mata yang kedaluwarsa. Kondisi jenazah mereka bengkak, biru, keluar darah dari hidung, berbusa seperti racun. Lalu di celananya bau amis, keluar air kencingnya,” imbuhnya.

“Kalau kekurangan oksigen saya membantahnya. Saya gak terima kalau anak saya dibilang meninggal karena kehabisan oksigen dan terinjak-injak. Ini karena gas air mata yang kedaluwarsa.”