Alasan Panpel Arema Jual Tiket Bundling di Grup B

Alasan Panpel Arema Jual Tiket Bundling di Piala Gubernur Jatim
Arema lawan Sabah FA (C) DANI KRISTIAN

Suporter diminta memahami alasan Panpel Arema jual tiket bundling untuk babak penyisihan Grup B Piala Gubernur Jatim (Jawa Timur) 2020 yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Ketua Panpel Arema, Abdul Haris mengungkapkan hal itu dilakukan murni sebagai strategi marketing agar tiga laga di grup ini ramai penonton.

Haris menjelaskan, suporter tuan rumah (Aremania) diwajibkan membeli satu paket tiket dengan harga 65 ribu rupiah. Dengan harga tersebut, mereka akan mendapatkan dua buah tiket untuk laga melawan Persija Jakarta (15/2/2020) dan salah satu di antara laga lawan Sabah FA (11/2/2020) atau Persela Lamongan (13/2/2020).

Menurutnya, tim ticketting di ticket box menemukan adanya fenomena banyaknya suporter yang hanya membeli tiket laga melawan Persija. Demi membuat tribune stadion tidak sepi pada laga lawan Sabah dan Persela, maka strategi penjualan tiket secara bundling dilakukan.

“Suporter yang ingin membeli tiket melawan Persija, harus membeli salah satu tiket pertandingan antara melawan Sabah atau Persela. Ada fenomena di ticket box suporter cuma membeli tiket untuk laga melawan Persija, makanya strategi bundling ini kami lakukan. Kalau demi Arema saya yakin suporter tidak keberatan,” ungkap Haris.

Laga Arema vs Sabah Terbukti Sepi

Meski Panpel Arema sudah jual tiket secara bundling, nyatanya tak terlalu berpengaruh terhadap jumlah penonton yang hadir di Stadion Kanjuruhan. Buktinya, menurut Abdul Haris, animo suporter di matchday pertama, Selasa (11/2/2020) masih sepi.

Tercatat, pada laga sorenya, di mana Persija mengalahkan Persela 4-1, dihadiri oleh 500-an penonton, sedangkan pada malam harinya, ketika Arema menang 2-0 atas Sabah, ada 6748 penonton yang datang. Padahal, Panpel Arema sudah menerapkan sistem satu tiket untuk matchday pertama) untuk dua pertandingan sekaligus (sore dan malam hari).

“Mudah-mudahan, besok di matchday kedua (Persija vs Sabah, dan Arema vs Persela) stadion lebih ramai. Tentunya kami berharap semua pertandingan ramai, bukan cuma laga Arema melawan Persija saja. Kami juga berharap bisa mencukupi biaya operasional pertandingan dari pemasukan pertandingan sebelumnya,” tandasnya.