Arema Bukan Cuma Kebanggaan Warga Malang Raya

Yuli Sumpil dan Segala Kisah Hidupnya
Yuli Sumpil (C) DANI KRISTIAN

Di momen HUT ke-35, Yuli Sumpil menilai Arema bukan cuma kebanggaan warga Malang Raya. Bahkan, menurutnya tak jarang mereka mengorbankan segalanya.

Jules, sapaan akrab dirigen Aremania itu mencontohkan peristiwa meninggalnya Yeni Maulidya. Aremanita Pasuruan itu meninggal di Kepanjen, Kabupaten Malang ketika dalam perjalanan menuju ke Stadion Kanjuruhan untuk mendukung Arema.

Bisa disimpulkannya, mereka yang berada di luar Malang, bahkan tak punya darah Malang pun banyak yang menjadi pendukung Arema. Menurut pria yang bernama asli Yuli Sugianto itu, mereka pun punya kebanggaan yang sama.

“Bukan cuma warga Malang, banyak orang di luar kota yang tak punya darah Malang yang cinta Arema. Begitu banyak pengorbanan, jiwa dan raga dipertaruhkan. Seperti contoh kemarin ada yang meninggal, hanya untuk kebanggaan dan harga diri. Makanya kita harus merenung,” kata Jules.

Arema Bukan Cuma Kebanggaan Aremania, Tapi Juga Indonesia

Yuli Sumpil menyebut, Arema juga bukan cuma kebanggaan Aremania saja, tapi juga bangsa Indonesia. Itu menjadi harapannya jika Arema mampu bermain di kancah internasional.

Karenanya, Jules mengajak Aremania untuk mengharumkan nama Indonesia lewat Arema. Upaya itu terus digalangnya sebagai sosok dirigen di tribune stadion.

“Makanya Aremania harus yang kompak, rukun. Semua elemen, ayo kita membangun Malang Raya ini. Semoga dengan adanya Arema ini, ekonomi bisa berkembang, membangkitkan kesejahteraan ekonomi bagi warga Malang Raya. Kalau bisa juga buat bangsa Indonesia,” imbuhnya.

Masih Ada Banyak Hal yang Harus Dibenahi

Untuk bisa mewujudkan segala harapan itu, Yuli Sumpil menegaskan, masih ada banyak hal yang harus dibenahi Arema dan Aremania. Menurutnya, semua aspek itu harus dibenahi jika ingin Arema menjadi titik balik kebangkitan Malang.

“Bukan hanya suporter, insan sepak bola, semuanya lah. Pelatih, pemain, pemerintahan, ayo kita bersatu dengan cinta, tulus, ikhlas. Satu keinginan saya, dari Malang bergema untuk Indonesia. Di sinilah titik awal sepak bola Indonesia maju,” pungkasnya.