Arema Dikalahkan Bhayangkara FC, Milo: Kami Kurang Beruntung

Arema Dikalahkan Bhayangkara FC, Milo: Kami Kurang Beruntung
Milomir Seslija (C) DANI KRISTIAN

Arema dikalahkan Bhayangkara FC di Stadion PTIK Jakarta pada pekan ke-29 Liga 1 2019 dengan skor 0-1, Rabu (27/11/2019) sore. Sang pelatih, Milomir Seslija menyebut timnya hanya kurang beruntung di laga tersebut.

Menurut pelatih yang akrab disapa Milo itu, skuad Singo Edan sudah membuka babak pertama dengan bagus. Mereka bahkan dinilai mendominasi permainan dan penguasaan bola selama 30 menit awal, sebelum terciptanya gol Bhayangkara lewat Adam Alis di menit 39.

Sebenarnya, di babak pertama, Arema mendapatkan tiga-empat peluang dari kaki Riky Kayame dan Ahmad Nur Hardianto. Sayang, tak ada satu pun yang menjadi gol.

“Saya pikir kami memulai babak pertama dengan baik, kami mendominasi permainan selama 30 menit pertama. Ada tiga-empat peluang, tapi tidak menjadi gol, kami hanya kurang beruntung saja,” kata Milo dalam sesi jumpa pers usai laga.

Kecolongan Lewat Serangan Balik

Milo menyebut Arema dikalahkan Bhayangkara FC karena kecolongan gol dari Adam Alis. Gol itu melalui proses serangan balik yang sebenarnya sudah berhasil digagalkan.

Sayang, bola muntah mampu disambar Adam yang mengirim umpan kepada Herman Dzumafo, lalu mengembalikan lagi padanya. Dengan sekali kontrol, sebuah tembakan keras kaki kanan menyusur tanah dilepaskan Adam untuk membawa Bhayangkara unggul 1-0.

“Kami tahu Bhayangkara punya serangan balik berbahaya, tapi saya pikir gol itu dari serangan balik yang mampu kami gagalkan. Sayang, bola kedua mampu mereka menangkan, ketika ada pemain kami jatuh, (Adam Alis) tidak terkawal, dan Bhayangkara mencetak gol 1-0,” imbuh pelatih asal Bosnia itu.

Lini Serang Arema Kurang Efektif

Ketinggalan satu gol gagal dikejar, hingga akhirnya Arema dikalahkan Bhayangkara 1-0. Milo pun menyebut lini serang timnya kurang efektif dalam memanfaatkan peluang di depan gawang tim tuan rumah.

“Setelah ketinggalan, kami mencoba menyerang terus di babak kedua. Kami memasukkan pemain menyerang, tapi Bhayangkara bermain disiplin di depan gawang, pertahanan mereka bagus. Kami mendapatkan peluang lebih banyak di babak kedua, tapi tidak ada yang menjadi gol. Dalam sepak bola jika tak mencetak gol apa gunanya mendominasi, seharusnya kami bermain efektif,” tegasnya.