Arema Ingin Meraup Untung Ganda dari Piala Gubernur Jatim

Arema Sudah Imbau Pemain Patuhi Protokol Kesehatan Covid-19
Ruddy Widodo (C) DANI KRISTIAN

Arema ingin meraup untung dari gelaran Piala Gubernur Jatim (Jawa Timur) 2020. Terlebih, di turnamen ini mereka terpilih menjadi tuan rumah untuk babak penyisihan Grup B.

General Manager Arema Ruddy Widodo menyebut turnamen yang digelar Asprov PSSI Jatim ini bagus untuk timnya. Menurutnya, ajang tersebut bakal dimanfaatkan pelatih Mario Gomez untuk memadukan komposisi tim yang mayoritas baru bergabung.

Di Grup B, Arema tergabung dengan dua klub kontestan Liga 1, yakni Persija Jakarta dan Persela Lamongan, serta Sabah FA dari Liga Malaysia.

“Saya yakin, target dari klub-klub itu juga sama, karena Persija dan Persela juga mayoritas pemainnya baru. Pelatih semua tim itu pasti senang dengan adanya turnamen ini. Ajang pra-musim memang untuk melihat kesiapan tim sebelum kompetisi sesungguhnya. Semoga anak-anak bisa memanfaatkan ajang ini,” kata Ruddy.

Arema Ingin Meraup Untung dari Segi Finansial

Selain dari segi kebutuhan tim, Ruddy Widodo menegaskan Arema ingin meraup untung juga dari segi finansial. Status sebagai tuan rumah tentu berpotensi mendatangkan pemasukan dari tiket pertandingan.

Melihat kualitas lawan-lawan yang akan dihadapi di Grup B, Ruddy optimistis mampu mendatangkan animo suporter yang banyak ke Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Meskipun tak ada match fee dari penyelenggara, manajer berkaca mata ini mengaku tak masalah.

“Pendapatan dari tiket menjadi hak tuan rumah sepenuhnya, sedangkan hak siar televisi menjadi milik penyelenggara. Selain untung dari sisi kebutuhan tim akan pertandingan dengan tim selevel, tentu kami ingin meraup untung dari tiket,” imbuhnya.

Kedatangan Tim Tamu dari Luar Negeri

Sabah FA menjadi satu-satunya tim tamu dari luar negeri di Piala Gubernur Jatim 2020 ini. Karena tergabung di grup yang sama, Ruddy Widodo ingin sekali Arema memanfaatkan pertandingan melawan tim asal Negeri Jiran tersebut.

“Saya pikir sebenarnya grade Liga Super Malaysia sama dengan Liga 1, karena kami negara satu rumpun. Saya pikir kualitas klubnya juga 11-12 dengan klub Indonesia. Tapi bagaimana pun saya harap anak-anak bisa memanfaatkan pertandingan internasional ini dengan baik,” pungkas pria asal Madiun itu.