Arema Mainkan Empat Penyerang, Kok Bisa Cuma Cetak Satu Gol?

Eduardo Almeida mainkan empat penyerang sekaligus saat Arema ditahan imbang Bhayangkara FC di lanjutan Liga 1 2021-2022 Pekan 2 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Minggu (12/9/2021) sore. Namun, pelatih Arema itu terheran-heran karena timnya cuma bisa mencetak satu gol saja.

Sejak menit awal babak pertama, Arema tampil dengan Carlos Fortes sebagai penyerang utama. Pemain asal Portugal itu didukung oleh trio Kushedya Hari Yudo, Dedik Setiawan, dan Muhammad Rafli di belakangnya.

Setelah tertinggal oleh gol Ezechiel N’douassel di menit 64, Arema baru bisa mencetak gol di menit 71 lewat sontekan Dendi Santoso yang masuk menggantikan Muhammad Rafli. Almeida berkilah, seretnya mesin gol Arema bukan karena jumlah striker yang dimainkan.

“Kami hanya memainkan Fortes di lini depan. Kami bermain terbuka, tetapi hasilnya kami hanya mendapatkan satu poin. Namun, memainkan satu, dua, atau berapapun striker, bukan alasan atas hasil pertandingan ini,” kata Almeida.

Arema Mainkan Empat Penyerang, Tapi Kurang Sabar

Kinerja satu strike ryang ditopang tiga pemain bernaluri menyerang lainnya itu menjadi salah satu bahan evaluasi Eduardo Almeida usai laga melawan Bhayangkara FC ini. Pelatih asal Portugal itu menyebut mereka kurang sabar dalam menyelesaikan peluang yang didapatkan.

Sepanjang babak pertama dan kedua, masing-masing dari Fortes, Yudo, dan Dedik punya peluang mencetak gol. Hanya saja, justru Dendi yang masuk di babak kedua yang mampu melesakkan gol untuk memaksakan hasil imbang.

“Saya pikir mereka kurang sabar, harusnya mereka nikmati prosesnya. Kami lebih sering memainkan umpan panjang ke depan, bukan dengan memperbanyak penguasaan bola (dengan umpan-umpan pendek kaki ke kaki). Jadi, itu masalahnya,” pungkas pelatih berusia 43 tahun itu.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.