Arema Menang Lagi, Mario Gomez Sebut Man of the Match Pilihannya

Arema Menang Lagi, Mario Gomez Sebut Man of the Match Pilihannya

Arema menang lagi, di mana kali ini Persela Lamongan yang digasak 3-1 di matchday kedua Grup B Piala Gubernur Jatim (Jawa Timur) 2020, Kamis (13/2/2020) malam. Pelatih Arema, Mario Gomez punya pilihan man of the match dalam laga yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Pada babak pertama, Arema yang melakukan rotasi pemain mampu unggul 1-0 atas Persela. Gol pembuka keunggulan skuad Singo Edan itu dibuat Kushedya Hari Yudo di menit 23.

Persela sempat menyamakan kedudukan 1-1 tiga menit ketika laga babak kedua berjalan lewat gol Rafael Gomes. Namun, Arema mampu menambah dua gol lagi melalui dua penyerang asingnya, Jonathan Bauman di menit 52, dan Elias Alderete di menit 76.

“Man of the match pertandingan ini adalah tim Arema, tim yang memenangkan pertandingan ini, karena kemenangan ini hasil kerja tim. Semua pemain kami penting, tapi yang terpenting adalah kerja sama tim. Kadang ada satu pemain bermain baik, lalu tim bermain baik,” ungkap Gomez dalam sesi jumpa pers usai pertandingan.

Ada yang Lebih Penting daripada Arema Menang Lagi

Mario Gomez sangat menghargai proses yang dijalani para penggawa Arema. Menurutnya, ada hal yang lebih penting daripada Arema menang lagi di laga melawan Persela Lamongan ini.

Pelatih asal Argentina itu menilai kemenangan kedua Arema di babak penyisihan Grup B ini adalah kemenangan penting. Namun, yang lebih penting adalah kerja keras yang dilakukan para penggawa Singo Edan.

“Sekali lagi saya tekankan, hal yang paling penting bagi kami adalah terus bekerja keras agar terus membuat tim ini berkembang setiap saat. Sebab, target kami mempersiapkan diri untuk pertandingan pertama kami di laga perdana Liga 1 2020,” imbuhnya.

Arema Bermain Agresif Sepanjang Pertandingan

Sepanjang pertandingan melawan Persela Lamongan, Mario Gomez menilai pemainnya tampil agresif. Namun, eks pelatih Borneo FC ini tak setuju jika anak asuhnya disebut sengaja bermain kasar.

“Tidak ada instruksi untuk bermain kasar, maksud kami melakukan pressing yang agresif. Tujuannya tetap untuk merebut bola. Yang terpenting, setiap pemain Arema melakukan hal yang sama dalam kerja sama tim,” pungkas pemain berusia 62 tahun tersebut.