Arema Menolak Jika Liga 1 2021-2022 Digelar Akhir Agustus

Arema Menolak Jika Liga 1 2021-2022 Digelar Akhir Agustus
Dendi Santoso (C) DANI KRISTIAN

Manajemen Arema menolak jika Liga 1 2021-2022 digelar akhir Agustus mendatang. Waktu kick off kompetisi yang tertunda itu dibahas PT Liga Indonesia Baru (LIB) dalam manager meeting, Jumat (2/7/2021) kemarin.

Sebelumnya, kompetisi yang sedianya digelar 10 Juli ternyata harus ditunda atas rekomendasi Satgas Covid-19 dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Penundaan itu tak lepas dari naiknya angka kasus covid-19 di Indonesia yang disusul dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, 3-20 Juli nanti.

Media Officer Arema menyebut, dalam manager meeting itu terdapat usulan dari sejumlah klub agar kompetisi digelar akhir Agustus 2021. Hal itu mempertimbangkan akhir masa PPKM Darurat pada 20 Juli 2021.

“Arema mengusulkan kompetisi sebaiknya digelar tidak jauh dari tanggal 20 Juli setelah berlakunya masa PPKM. Ada lagi klub yang mengusulkan seandainya klub dilarang latihan selama PPKM, maka idealnya kompetisi digelar satu bulan setelah PPKM berakhir, yakni 20 Agustus. Namun Arema tak sependapat,” kata Sudarmaji.

Alasan Arema Menolak Jika Liga 1 2021-2022 Digelar Akhir Agustus

Sudarmaji menjelaskan alasan mengapa kick off Liga 1 2021-2021 pada akhir Agustus tidak ideal. Menurutnya, Arema tetap bepedoman sebaiknya kompetisi digelar tidak jauh dari selesainya masa PPKM Darurat.

Setelah ditunda, PT LIB juga sudah sempat merancang kompetisi bisa digelar pada 23 atau 30 Juli 2021. Namun, rencana itu bisa terealisasi dengan catatan angka kasus covid-19 melandai.

“Jika kompetisi mundur satu bulan maka akan bersinggungan dengan kontrak pemain. Karena otomatis juga kompetisi akan berakhir mundur satu bulan. Mundurnya jangan sampai satu bulan, sebab Arema dan klub lain umumnya kontrak berakhir Maret 2022,” imbuhnya.

Waktu Ideal yang Disarankan Arema

Ada waktu ideal yang diusulkan Arema untuk menggelar Liga 1 2021-2022. Sudarmaji menyebut usulan itu sudah disampaikan dalam manager meeting, tapi belum ada keputusan sejauh ini.

“Kami inginnya kompetisi berakhir Maret 2022, kalau toh berakhir April masih bisa ditoleransi satu bulan, tapi kalau berakhir lebih dari April mungkin klub-klub akan kesulitan dalam membuat adendum kontrak dengan pemain, terutama pemain asing. Khawatir muncul sengketa pemain,” tegasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.